alhaqqi.tour@gmail.com

0851-7441-2025

0851-7683-3398

0851-7441-2025

0851-7683-3398

Inilah Larangan Di Bulan Muharram

Inilah Larangan Di Bulan Muharram

Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriyah, kalender lunar yang digunakan oleh umat Islam. Muharram dianggap sebagai salah satu dari empat bulan yang dihormati dan dianggap suci dalam Islam. Dalam bulan ini, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, termasuk larangan-larangan tertentu yang menjadi bagian dari ajaran Islam. Berikut adalah penjelasan mendetail mengenai larangan-larangan di bulan Muharram, serta praktik-praktik yang dianjurkan dan tidak dianjurkan selama bulan ini.

1. Pengertian dan Kelebihan Bulan Muharram

Bulan Muharram memiliki kedudukan istimewa dalam kalender Hijriyah. Salah satu hal yang menonjol tentang bulan ini adalah bahwa bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram (suci) yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Allah berfirman dalam Surah At-Tawbah ayat 36:

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada hari Dia menciptakan langit dan bumi; di antaranya ada empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu sendiri dalam bulan-bulan itu…”

Bulan haram ini mencakup bulan Muharram, Rajab, Dzul-Qa’dah, dan Dzul-Hijjah. Dalam bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan ibadah dan perilaku mereka.

2. Larangan-Larangan Umum di Bulan Muharram

Secara umum, larangan-larangan dalam bulan Muharram tidak berbeda jauh dengan larangan yang berlaku pada bulan-bulan lainnya dalam Islam. Namun, mengingat keistimewaan bulan ini, penting untuk lebih waspada dan memperhatikan amalan-amalan berikut:

Larangan Melakukan Dosa dan Maksiat

Tidak ada bulan yang dibebaskan dari larangan dosa dan maksiat. Namun, bulan Muharram, seperti bulan haram lainnya, merupakan waktu yang lebih diutamakan untuk menghindari perbuatan dosa. Islam mengajarkan bahwa setiap dosa yang dilakukan dalam bulan-bulan haram memiliki dampak yang lebih besar dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga perilaku dan tindakan agar tetap sesuai dengan ajaran Islam.

Larangan Berperang dan Bertikai

Salah satu prinsip yang dianut dalam bulan haram adalah larangan untuk melakukan peperangan dan konflik. Ini berdasarkan pada hadits Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa bulan-bulan haram adalah bulan-bulan yang harus dihormati, dan dalam bulan-bulan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk menghindari permusuhan. Meskipun dalam konteks masyarakat modern larangan ini tidak selalu diterjemahkan secara langsung, prinsip dasar ini tetap relevan dalam mendorong perdamaian dan harmoni.

Larangan Terhadap Praktik-praktik Khurafat dan Bid’ah

Seperti bulan-bulan lainnya, bulan Muharram juga harus bebas dari praktik-praktik khurafat dan bid’ah (inovasi dalam agama). Praktik-praktik ini mencakup amalan yang tidak memiliki dasar dalam Al-Qur’an dan Sunnah, yang dapat merusak keaslian ajaran Islam. Umat Islam diharapkan untuk mengikuti ajaran yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW dan menghindari amalan yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.

3. Larangan Khusus di Bulan Muharram

Walaupun larangan-larangan umum di bulan Muharram mirip dengan bulan-bulan lainnya, terdapat beberapa praktik dan larangan khusus yang perlu diperhatikan:

Larangan Berpuasa pada Hari Asyura secara Berlebihan

Hari Asyura, yang jatuh pada tanggal 10 Muharram, adalah hari yang memiliki makna khusus dalam Islam. Meskipun puasa pada hari Asyura dianjurkan, umat Islam dianjurkan untuk tidak berpuasa secara ekstrem atau berlebihan. Berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW, puasa pada hari Asyura dianggap sebagai amalan yang baik, tetapi puasa yang lebih baik dilakukan bersamaan dengan puasa pada hari kesembilan Muharram. Hal ini untuk membedakan puasa umat Islam dari puasa kaum Yahudi yang juga berpuasa pada hari Asyura.

Larangan Melakukan Perayaan atau Peringatan yang Tidak Diajarkan

Bulan Muharram, khususnya hari Asyura, sering kali dikaitkan dengan berbagai perayaan atau peringatan oleh sebagian kelompok. Namun, penting untuk diingat bahwa perayaan-perayaan yang tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam atau yang tidak diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW sebaiknya dihindari. Beberapa praktik perayaan ini, seperti merayakan dengan cara-cara yang ekstrem atau mengadakan acara khusus yang tidak dicontohkan dalam Sunnah, dapat menjadi bentuk bid’ah.

  1. Larangan Menggunakan Bulan Muharram untuk Mengklaim Kebaikan secara Ekstrem

Beberapa kelompok mungkin mengklaim bahwa bulan Muharram adalah waktu untuk melakukan kebaikan secara ekstrem atau mengklaim keutamaan tertentu yang tidak terdapat dalam ajaran Islam. Islam mengajarkan bahwa kebaikan harus dilakukan secara konsisten sepanjang tahun dan tidak hanya pada bulan-bulan tertentu. Oleh karena itu, sebaiknya umat Islam tidak terjebak dalam klaim-klaim yang tidak memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur’an dan Sunnah.

4. Praktik yang Dianjurkan di Bulan Muharram

Selain larangan-larangan, ada beberapa amalan dan praktik yang dianjurkan selama bulan Muharram:

Berpuasa pada Hari Asyura

Puasa pada hari Asyura dianggap sebagai salah satu amalan yang dianjurkan. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Puasa pada hari Asyura adalah sebuah kafarah (penghapus dosa) untuk setahun yang lalu.” (HR. Muslim)

Namun, puasa ini sebaiknya dilengkapi dengan puasa pada hari kesembilan Muharram untuk membedakannya dari puasa kaum Yahudi.

Meningkatkan Ibadah dan Amal Saleh

Selama bulan Muharram, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan amal saleh. Ini bisa berupa shalat tambahan, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan melakukan sedekah. Meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT dan memperbanyak amal kebaikan adalah cara yang baik untuk memanfaatkan bulan suci ini.

Memperbaiki Diri dan Merenung

Bulan Muharram juga merupakan waktu yang baik untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Mengingat pentingnya bulan ini sebagai awal tahun Hijriyah, umat Islam dianjurkan untuk melakukan evaluasi terhadap amal perbuatan mereka, memperbaiki diri, dan berkomitmen untuk menjalani tahun baru dengan lebih baik.

Berikut adalah jenis-jenis larangan tersebut:

  1. Larangan Berperang dan Bertikai: Selama bulan Muharram, umat Islam dianjurkan untuk menghindari konflik dan peperangan, sebagaimana prinsip bulan haram yang mengutamakan perdamaian.
  2. Larangan Melakukan Dosa dan Maksiat: Dosa yang dilakukan dalam bulan ini dianggap lebih berat. Oleh karena itu, umat Islam diharapkan untuk menjaga diri dari perbuatan dosa dan maksiat secara lebih ketat.
  3. Larangan Perayaan atau Peringatan yang Tidak Diajarkan: Praktik perayaan atau peringatan yang tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam atau tidak dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW sebaiknya dihindari, termasuk amalan yang dianggap sebagai bid’ah.
  4. Larangan Puasa Asyura secara Berlebihan: Puasa pada hari Asyura dianjurkan, tetapi puasa berlebihan atau tanpa mengikuti sunnah seperti puasa pada hari kesembilan Muharram sebaiknya dihindari untuk menghindari penyerupaan dengan praktik kaum Yahudi.

 

 Kesimpulan

Bulan Muharram adalah bulan yang penuh dengan makna dan keutamaan dalam Islam. Meskipun terdapat larangan-larangan yang perlu diperhatikan, bulan ini juga merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan ibadah dan melakukan amal saleh. Dengan memahami dan mengikuti ajaran-ajaran yang benar, umat Islam dapat memanfaatkan bulan Muharram dengan sebaik-baiknya, menjaga perilaku mereka, dan memperkuat iman mereka.

Penting untuk selalu merujuk pada sumber-sumber yang sahih dan berkonsultasi dengan ulama dalam mengamalkan ajaran agama untuk memastikan bahwa kita menjalani ibadah dan amalan sesuai dengan tuntunan Islam. Semoga bulan Muharram membawa berkah dan keberkahan bagi semua umat Islam, serta menjadi awal yang baik untuk tahun baru Hijriyah.

Apabila Anda ingin melaksanakan Badal Umrah untuk orang tua maupun keluarga Anda dan bingung untuk mencari jasa travel yang terpercaya, Haqqi Tour and Travel bisa menjadi pilihan terbaik Anda untuk memenuhi ibadah yang satu ini. Hubungi Admin Haqqi Tour untuk informasi dan pemesanan. Bersama Haqqi jalani ibadah dengan ketenangan dan kepercayaan.

Recent Listings

  • Paket Umroh Oktober 2023

  • Paket Umroh Oktober 2023

  • Paket Umroh Oktober 2023

Al-Haqqi Tour & Travel

Al-Haqqi adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Jasa Umrah & Haji, Jasa Land Arrangement Saudi, Provider Visa Umrah & Haji Furoda, Paket Umrah Plus, Paket Haji Furoda dan Paket Haji Khusus. Sebuah perusahaan travel yang berkepentingan di Negara yang berpusat di Kingdom of Saudi Arabia.

Kantor Al-Haqqi

Grand Pesona Pandanwangi D 20 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

Kontak Info

• 085174412025
• 085176833398
• alhaqqi.tour@gmail.com

Copyright © 2023 Al-Haqqi Travel