Puasa sunnah adalah salah satu amalan yang memiliki banyak keutamaan dalam Islam. Selain memperbanyak pahala, puasa sunnah juga menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun, agar puasa sunnah kita diterima dan bernilai ibadah, tentu perlu memahami tata cara puasa sunnah yang benar. Mulai dari niat, pelaksanaan, hingga waktu berbuka, semuanya harus sesuai dengan tuntunan syariat.
Artikel ini akan membahas secara lengkap tata cara puasa sunnah, dilengkapi dengan penjelasan jenis-jenis puasa sunnah, keutamaan, serta tips menjalaninya secara konsisten. Mari kita mulai dengan memahami apa itu puasa sunnah.
Baca juga artikel ini: Keutamaan Puasa Sunnah Bulan Syawal dan Manfaatnya
Apa Itu Puasa Sunnah?
Puasa sunnah adalah puasa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW namun tidak diwajibkan.
Puasa ini menjadi sarana untuk memperbaiki diri dan mengisi waktu dengan ibadah yang mendekatkan kita kepada Allah SWT. Walaupun tidak wajib, pelaksanaan puasa sunnah membawa banyak manfaat, baik dari segi spiritual maupun kesehatan.
Puasa sunnah berbeda dengan puasa wajib seperti puasa Ramadhan. Jika ditinggalkan, tidak berdosa, namun jika dikerjakan mendapatkan pahala besar. Maka dari itu, memahami tata cara puasa sunnah menjadi penting agar ibadah kita lebih sempurna.
Jenis-Jenis Puasa Sunnah
Sebelum masuk ke tata cara pelaksanaannya, penting untuk mengetahui berbagai jenis puasa sunnah yang bisa dilakukan.
1. Puasa Senin dan Kamis
Puasa ini dilakukan setiap hari Senin dan Kamis, sebagaimana Nabi Muhammad SAW sering melakukannya.
“Amal-amal itu diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis, maka aku ingin amalanku diperlihatkan dalam keadaan aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi)
2. Puasa Ayyamul Bidh (Tanggal 13, 14, 15 Hijriah)
Puasa ini dilakukan di pertengahan bulan Hijriah, dikenal juga dengan “puasa putih” karena bulan tampak terang.
3. Puasa Arafah
Dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, sangat dianjurkan bagi yang tidak sedang berhaji karena bisa menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
4. Puasa Asyura dan Tasu’a
Tanggal 9 dan 10 Muharram, puasa ini juga sangat dianjurkan untuk mengenang keselamatan Nabi Musa AS.
5. Puasa Syawal
Dilakukan selama 6 hari di bulan Syawal setelah Ramadhan. Pahalanya seperti berpuasa setahun penuh.
6. Puasa Daud
Puasa ini dilakukan selang-seling, sehari puasa dan sehari tidak. Ini merupakan puasa sunnah yang paling utama menurut hadits Nabi.
Niat dalam Puasa Sunnah
Niat adalah langkah awal yang sangat penting dalam tata cara puasa sunnah.
Berbeda dengan puasa wajib yang harus diniatkan pada malam hari, puasa sunnah memiliki kelonggaran. Seseorang boleh berniat pada pagi hari, selama belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa sejak subuh.
Contoh niat puasa sunnah secara sederhana:
“Nawaitu shauma sunnatan lillâhi ta‘âlâ”
(Aku niat puasa sunnah karena Allah Ta’ala)
Niat bisa dilafalkan dalam hati tanpa harus diucapkan. Yang penting adalah adanya keinginan dalam hati untuk berpuasa karena Allah.
Tata Cara Puasa Sunnah dari Awal Hingga Akhir
Berikut ini adalah penjabaran lengkap tata cara puasa sunnah dari awal hingga berbuka:
1. Mengawali dengan Niat
Seperti yang sudah dijelaskan, niat bisa dilakukan di malam hari atau pagi hari sebelum tergelincir matahari (zuhur) selama belum makan atau minum.
2. Menjaga dari Hal yang Membatalkan Puasa
Selama berpuasa, seseorang harus menahan diri dari:
- Makan dan minum dengan sengaja
- Hubungan suami istri
- Muntah dengan sengaja
- Haid dan nifas (bagi wanita)
Jika salah satu hal ini terjadi, maka puasa sunnah menjadi batal.
3. Menjaga Lisan, Pikiran, dan Perilaku
Bukan hanya menahan lapar dan haus, puasa juga menjadi latihan menahan amarah, ghibah (menggunjing), berkata kasar, dan hal-hal maksiat lainnya.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan keji, maka Allah tidak butuh terhadap ia meninggalkan makanan dan minumannya.” (HR. Bukhari)
4. Menyibukkan Diri dengan Ibadah
Waktu puasa adalah waktu emas untuk memperbanyak amal:
- Membaca Al-Qur’an
- Berdzikir
- Bersedekah
- Shalat sunnah
- Mendoakan orang lain
Amalan-amalan ini akan melengkapi pahala puasa sunnah.
5. Berbuka dengan Makanan yang Halal dan Baik
Waktu berbuka adalah salah satu momen mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW menganjurkan untuk menyegerakan berbuka saat matahari terbenam.
Doa berbuka puasa:
“Allahumma inni laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthartu.”
(Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.)
Dianjurkan berbuka dengan kurma, atau air putih jika tidak ada.
Keutamaan Menjalankan Puasa Sunnah
Mengetahui keutamaannya akan menambah semangat kita dalam menjalankan puasa sunnah. Beberapa di antaranya:
1. Mendapatkan Ampunan Dosa
Puasa sunnah seperti Arafah dan Asyura bisa menjadi penghapus dosa setahun.
2. Mendekatkan Diri kepada Allah
Puasa termasuk amalan yang paling disukai Allah karena dilakukan dengan ikhlas, tanpa diketahui orang lain.
3. Meningkatkan Ketakwaan
Dengan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan, hati menjadi lebih bersih dan lebih dekat kepada Allah.
4. Meneladani Rasulullah SAW
Dengan berpuasa sunnah, kita meniru kebiasaan Nabi yang menjadi suri tauladan terbaik.
Tips Agar Konsisten Menjalankan Puasa Sunnah
Berikut beberapa tips agar bisa terus menjalankan tata cara puasa sunnah secara istiqomah:
1. Buat Jadwal Rutin
Tentukan hari-hari khusus seperti Senin dan Kamis agar lebih mudah mengatur waktu dan menyesuaikan kegiatan.
2. Ajak Keluarga atau Teman
Memiliki teman untuk puasa bersama akan menjadi motivasi yang kuat.
3. Jangan Terlalu Memaksakan
Jika belum terbiasa, mulailah dari puasa 1 kali seminggu, lalu bertahap hingga bisa lebih rutin.
4. Ingat Keutamaannya
Sering-sering membaca hadits tentang keutamaan puasa sunnah agar hati terdorong untuk terus melakukannya.
5. Berdoa Minta Kekuatan
Jangan lupakan doa, karena semua kekuatan dan kemudahan datang dari Allah.
Hal-Hal yang Perlu Dihindari Saat Puasa Sunnah
Agar puasa tidak sia-sia, berikut beberapa hal yang sebaiknya dihindari:
- Menunda buka puasa tanpa alasan syar’i
- Meremehkan niat atau sekadar ikut-ikutan
- Mengumbar amarah atau berkata kasar
- Membicarakan orang lain (ghibah)
- Berlebihan dalam tidur hingga lalai dari ibadah
Dengan menjauhi hal-hal tersebut, puasa sunnah akan semakin sempurna.
Kesimpulan
Puasa sunnah bukan hanya ibadah tambahan, tetapi juga bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya agar lebih mudah meraih pahala dan kedekatan dengan-Nya.
Dengan memahami tata cara puasa sunnah dari niat hingga buka, kita bisa menjalankannya dengan lebih mantap dan khusyuk. Mulailah dari yang ringan, dan jadikan puasa sunnah sebagai rutinitas dalam hidup.
Ingatlah bahwa setiap langkah kecil menuju Allah tidak akan sia-sia. Semoga Allah memudahkan langkah kita dalam memperbanyak ibadah dan mengamalkan puasa sunnah dengan istiqomah.
Bagi Anda yang ingin melakukan wakaf Al-quran Haqqi Tour and Travel menyediakan layanan terpercaya untuk memenuhi ibadah ini. Hubungi Admin Haqqi Tour untuk informasi selengkapnya. Bersama Haqqi, jalani ibadah dengan ketenangan dan kepercayaan, memastikan kewajiban agama tetap terlaksana dengan baik.