
Ibadah umrah memiliki banyak tahapan yang penuh dengan nilai spiritual, salah satunya adalah sa’i yang dilakukan di antara bukit Shafa dan Marwah. Dalam setiap tahapnya, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, dzikir, dan mengingat Allah SWT. Salah satu momen yang istimewa adalah saat berada di Bukit Shafa, di mana Nabi Muhammad SAW memberikan contoh doa yang dilantunkan. Doa di Safa tidak hanya sekadar bacaan, tetapi juga mengandung makna penghambaan, permohonan, serta pengingat akan ketaatan kepada Allah. Artikel ini akan membahas secara lengkap doa di Safa, tata cara, makna, dan keutamaannya.
Sejarah Shafa dan Marwah dalam Ibadah Sa’i
Shafa dan Marwah adalah dua bukit yang memiliki sejarah panjang dalam ibadah haji dan umrah. Sejarah sa’i bermula dari kisah Hajar, istri Nabi Ibrahim AS, yang berlari bolak-balik antara kedua bukit untuk mencari air bagi putranya, Nabi Ismail AS. Dengan izin Allah, akhirnya air zamzam memancar dari tanah dekat kaki Ismail. Peristiwa ini kemudian diabadikan dalam syariat haji dan umrah, sehingga sa’i menjadi salah satu rukun yang harus dilakukan. Bukit Shafa menjadi tempat awal pelaksanaan sa’i, sehingga doa yang dibaca di sana memiliki nilai spiritual yang tinggi.
Dalil Doa di Safa
Doa di Safa memiliki dasar kuat dalam sunnah Rasulullah SAW. Saat beliau memulai sa’i dari Bukit Shafa, beliau membaca ayat Al-Qur’an dari Surah Al-Baqarah ayat 158: “Inna ash-shafa wal-marwata min sya’aairillah…” Setelah membaca ayat tersebut, beliau menghadap Ka’bah, mengangkat tangan, lalu berdoa dengan penuh kekhusyukan. Doa yang beliau baca menjadi contoh bagi umat Islam hingga kini. Dengan demikian, doa di Safa bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari sunnah yang sebaiknya dihidupkan oleh setiap jamaah.
Baca juga : Doa di Hijr Ismail: Keutamaan, Panduan, dan Makna Spiritual
Lafadz Doa di Safa
Doa yang diajarkan Rasulullah SAW saat di Bukit Shafa adalah sebagai berikut:
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadiir. Laa ilaaha illallaahu wahdah, anjaza wa’dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzaaba wahdah.
Doa ini dibaca berulang-ulang sambil mengangkat tangan, berdoa, dan memuji Allah SWT. Selain doa tersebut, jamaah juga diperbolehkan membaca doa-doa lain sesuai hajatnya.
Tata Cara Membaca Doa di Safa
Pelaksanaan doa di Safa memiliki tata cara yang dianjurkan agar sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW. Pertama, jamaah naik ke Bukit Shafa hingga bisa melihat Ka’bah. Kemudian membaca ayat dari Surah Al-Baqarah ayat 158, lalu menghadap Ka’bah, mengangkat kedua tangan, dan bertakbir tiga kali. Setelah itu, membaca doa sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW. Dianjurkan mengulanginya sebanyak tiga kali disertai doa-doa pribadi di sela-sela bacaan. Dengan tata cara ini, jamaah dapat menghayati doa dan memperdalam makna spiritual dari ibadah sa’i.
Baca juga : Doa di Maqam Ibrahim dan Keutamaannya bagi Jamaah Haji dan Umrah
Makna Spiritual Doa di Safa
Doa di Safa mengandung pesan ketauhidan dan penghambaan kepada Allah SWT. Dengan melafalkan kalimat tauhid, jamaah menegaskan kembali keyakinan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Bagian doa yang menyebutkan “anjaza wa’dah, wa nashara ‘abdah” mengingatkan umat Islam bahwa Allah selalu menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan musuh-musuh-Nya. Selain itu, doa di Safa juga menjadi momen untuk memohon pertolongan, kekuatan iman, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan dunia dan akhirat.

Keutamaan Membaca Doa di Safa
Doa di Safa memiliki banyak keutamaan. Pertama, doa tersebut termasuk sunnah yang dikerjakan langsung oleh Rasulullah SAW, sehingga menghidupkannya berarti mengikuti jejak beliau. Kedua, doa ini dibaca di tempat yang mulia, yaitu bagian dari Masjidil Haram yang keutamaannya berlipat ganda. Ketiga, doa di Safa mengandung kalimat tauhid dan pengakuan akan kekuasaan Allah, yang sangat dicintai-Nya. Keempat, doa ini menjadi pengingat akan pertolongan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang taat. Semua keutamaan ini menjadikan doa di Safa sebagai salah satu amalan yang istimewa dalam ibadah umrah.
Doa Tambahan yang Dianjurkan di Safa
Selain doa yang diajarkan Nabi SAW, jamaah diperbolehkan membaca doa lain sesuai kebutuhan masing-masing. Beberapa doa yang dianjurkan antara lain doa memohon ampunan, doa keselamatan, doa rezeki yang halal, serta doa kebaikan untuk keluarga dan umat Islam secara umum. Jamaah juga dapat memperbanyak istighfar, shalawat, serta doa pribadi yang tulus dari hati. Inilah salah satu keindahan doa di Safa, karena jamaah diberi keleluasaan untuk memanjatkan doa sesuai kondisi dan hajatnya.
Hubungan Doa di Safa dengan Keikhlasan Ibadah
Doa di Safa bukan hanya sekadar bacaan, tetapi juga sarana untuk melatih keikhlasan dalam beribadah. Jamaah diingatkan untuk mengarahkan hati hanya kepada Allah SWT, meninggalkan riya dan kesombongan. Ketika berada di Safa, seorang hamba seakan menegaskan kembali bahwa semua kekuatan, kemenangan, dan pertolongan berasal dari Allah semata. Dengan demikian, doa di Safa menjadi refleksi keikhlasan dan penghambaan total kepada Sang Pencipta.
Kesimpulan
Doa di Safa merupakan salah satu amalan yang penuh makna dalam ibadah umrah. Doa ini memiliki dasar dari sunnah Rasulullah SAW, dengan lafadz yang sarat akan tauhid, permohonan, dan pengakuan atas kebesaran Allah. Tata cara doa di Safa mengajarkan jamaah untuk menghadap Ka’bah, mengangkat tangan, dan memohon dengan penuh kerendahan hati. Keutamaannya tidak hanya terletak pada lafadz doa, tetapi juga pada tempat dan makna spiritual yang terkandung di dalamnya. Jamaah yang menghayati doa di Safa akan merasakan kedekatan dengan Allah, serta semakin menyadari bahwa segala pertolongan dan kemenangan hanya datang dari-Nya. Dengan memahami dan mengamalkan doa di Safa, ibadah umrah menjadi lebih sempurna, khusyuk, dan penuh berkah.
Bagi Anda yang ingin melakukan wakaf Al-quran Haqqi Tour and Travel menyediakan layanan terpercaya untuk memenuhi ibadah ini. Hubungi Admin Haqqi Tour untuk informasi selengkapnya. Bersama Haqqi, jalani ibadah dengan ketenangan dan kepercayaan, memastikan kewajiban agama tetap terlaksana dengan baik.