alhaqqi.tour@gmail.com

0851-7441-2025

0851-7683-3398

0851-7441-2025

0851-7683-3398

Doa di Marwah sebagai Bagian Penting Ibadah Sa’i dalam Umrah dan Haji

Doa di Marwah sebagai Bagian Penting Ibadah Sa’i dalam Umrah dan Haji

Ibadah haji dan umrah memiliki serangkaian amalan yang sarat makna dan penuh dengan doa. Salah satu rukun yang tidak dapat ditinggalkan adalah sa’i, yaitu berjalan bolak-balik antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah sebanyak tujuh kali. Setiap perjalanan sa’i selalu diiringi doa dan zikir yang memperkuat kekhusyukan. Doa di Marwah khususnya menjadi salah satu momen penting di mana jamaah berinteraksi langsung dengan Allah SWT, menengadahkan tangan, dan mengharap keberkahan. Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai doa di Marwah, mulai dari sejarah, bacaan doa, tata cara, hingga hikmah spiritual yang terkandung di dalamnya.

Sejarah Bukit Marwah dalam Ibadah Sa’i

Bukit Marwah memiliki kaitan erat dengan kisah perjuangan Siti Hajar ketika mencari air untuk putranya, Nabi Ismail. Setelah berlari antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali, akhirnya Allah menurunkan air zamzam yang terus mengalir hingga kini. Kisah inilah yang menjadi dasar disyariatkannya sa’i. Setiap langkah di Marwah mengingatkan jamaah pada keteguhan hati seorang ibu yang berusaha maksimal sambil tetap menggantungkan harapannya pada Allah. Sejarah ini membuat doa di Marwah bukan sekadar ucapan lisan, melainkan wujud penghayatan atas perjuangan dan tawakal.

Bacaan Doa di Bukit Marwah

Tidak ada doa khusus yang wajib dibaca di Bukit Marwah, namun Rasulullah memberikan tuntunan berupa doa dan zikir yang dianjurkan. Bacaan yang umum dipanjatkan ketika berada di Marwah sama dengan doa di Shafa, yaitu memuji Allah, bertakbir, bertahlil, serta berdoa sesuai kebutuhan masing-masing. Salah satu doa yang diajarkan adalah:

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadiir.

Setelah itu jamaah dapat berdoa dengan bahasa apa pun, memohon ampun, keselamatan, rezeki, atau doa pribadi lainnya. Fleksibilitas doa inilah yang membuat setiap jamaah memiliki ruang batin tersendiri untuk dekat kepada Allah.

Baca juga : Doa di Maqam Ibrahim dan Keutamaannya bagi Jamaah Haji dan Umrah

Tata Cara Berdoa di Marwah

Saat tiba di Bukit Marwah, jamaah disunnahkan menghadap Ka’bah jika memungkinkan, kemudian mengangkat tangan sambil bertakbir dan bertahlil. Setelah itu membaca doa sesuai yang dicontohkan Rasulullah, lalu ditutup dengan doa pribadi. Penting bagi jamaah untuk melakukannya dengan penuh khusyuk, tidak terburu-buru, serta menyadari makna dari doa yang dilantunkan. Jamaah juga dianjurkan memperbanyak istighfar, shalawat, dan doa keselamatan dunia akhirat. Dengan demikian, doa di Marwah tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga penghubung spiritual yang mendalam.

Makna Spiritual Doa di Marwah

Doa di Marwah mengandung makna spiritual yang sangat kuat. Pertama, ia mengingatkan jamaah akan perjuangan manusia yang terbatas, namun rahmat Allah tidak terbatas. Kedua, doa ini menjadi simbol ketekunan dalam beribadah, karena sa’i sendiri menggambarkan usaha berulang tanpa lelah. Ketiga, doa di Marwah menegaskan pentingnya tawakal, bahwa setelah segala daya dicurahkan, keputusan akhir tetap milik Allah. Nilai-nilai ini menjadi bekal berharga bagi jamaah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari setelah kembali dari tanah suci.

Baca juga : Doa di Safa dan Keutamaannya dalam Rangkaian Ibadah Umrah

Perbedaan Doa di Shafa dan Marwah

Meski doa di Shafa dan Marwah memiliki bacaan yang sama, suasana batin jamaah bisa berbeda. Shafa biasanya menjadi titik awal perjalanan dengan semangat dan energi penuh, sedangkan Marwah sering kali menjadi titik akhir yang penuh rasa syukur setelah menyelesaikan satu putaran. Perbedaan inilah yang membuat doa di Marwah sering kali terasa lebih mendalam. Jamaah merasakan kepuasan setelah menempuh perjalanan panjang, sehingga doa yang dipanjatkan penuh harap dan syukur sekaligus. Perbedaan nuansa ini memperkaya pengalaman spiritual dalam sa’i.

Waktu yang Tepat untuk Memanjatkan Doa

Doa di Marwah tidak terbatas hanya pada saat berdiri di bukit tersebut. Selama perjalanan antara Shafa dan Marwah, jamaah dianjurkan untuk terus berdzikir dan berdoa. Namun, waktu paling mustajab adalah saat berhenti di atas bukit, menghadap Ka’bah, dan mengangkat tangan. Momen ini mirip dengan waktu doa di Multazam atau saat sujud dalam shalat, di mana hati benar-benar khusyuk dan fokus. Memanfaatkan waktu ini dengan berdoa sebaik-baiknya akan menambah keberkahan dalam ibadah umrah maupun haji.

Kesalahan yang Sering Terjadi saat Doa di Marwah

Dalam praktiknya, beberapa jamaah melakukan kesalahan ketika berdoa di Marwah. Ada yang terburu-buru hanya membaca doa sekadar formalitas, ada pula yang lebih sibuk berfoto daripada berdoa. Padahal, inti dari berhenti di Marwah adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan sekadar dokumentasi perjalanan. Kesalahan lain adalah membaca doa terlalu keras sehingga mengganggu jamaah lain. Oleh karena itu, doa sebaiknya dilantunkan dengan suara lembut, penuh penghayatan, dan tidak mengganggu sekitar. Kesadaran ini akan menjaga kekhusyukan bersama.

Hikmah Doa di Marwah bagi Kehidupan Sehari-hari

Hikmah yang bisa diambil dari doa di Marwah sangat luas. Pertama, doa ini mengajarkan arti kesabaran dalam berusaha. Kedua, doa menumbuhkan rasa tawakal yang mendalam setelah berikhtiar. Ketiga, doa memperkuat ikatan batin dengan Allah, bahwa segala urusan hidup sebaiknya dikembalikan kepada-Nya. Keempat, doa di Marwah memberi teladan agar manusia selalu ingat perjuangan Siti Hajar, yang pada akhirnya berbuah keberkahan air zamzam. Dengan hikmah tersebut, jamaah diharapkan membawa pulang semangat sabar, tawakal, dan syukur ke kehidupan sehari-hari.

Kesimpulan

Doa di Marwah merupakan bagian penting dari ibadah sa’i dalam haji maupun umrah. Sejarahnya berakar dari kisah penuh pengorbanan Siti Hajar, yang menjadi teladan dalam berusaha dan bertawakal. Bacaan doa yang dianjurkan Rasulullah memberi panduan sederhana, namun membuka ruang luas bagi jamaah untuk berdoa sesuai kebutuhan masing-masing. Dengan tata cara yang benar, doa di Marwah menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memperkuat makna spiritual ibadah. Hikmah dari doa ini sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, yakni sabar, syukur, dan tawakal. Semoga dengan doa di Marwah, setiap jamaah mendapatkan keberkahan umrah dan haji yang mabrur.

Bagi Anda yang ingin melakukan wakaf Al-quran Haqqi Tour and Travel menyediakan layanan terpercaya untuk memenuhi ibadah ini. Hubungi Admin Haqqi Tour untuk informasi selengkapnya. Bersama Haqqi, jalani ibadah dengan ketenangan dan kepercayaan, memastikan kewajiban agama tetap terlaksana dengan baik.

Recent Listings

  • Paket Umroh Oktober 2023

  • Paket Umroh Oktober 2023

  • Paket Umroh Oktober 2023

Al-Haqqi Tour & Travel

Al-Haqqi adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Jasa Umrah & Haji, Jasa Land Arrangement Saudi, Provider Visa Umrah & Haji Furoda, Paket Umrah Plus, Paket Haji Furoda dan Paket Haji Khusus. Sebuah perusahaan travel yang berkepentingan di Negara yang berpusat di Kingdom of Saudi Arabia.

Kantor Al-Haqqi

Grand Pesona Pandanwangi D 20 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

Kontak Info

• 085174412025
• 085176833398
• alhaqqi.tour@gmail.com

Copyright © 2023 Al-Haqqi Travel