
Multazam adalah salah satu tempat yang paling dimuliakan di Masjidil Haram. Terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah, Multazam menjadi lokasi yang sangat dianjurkan untuk berdoa ketika umat Islam melaksanakan ibadah haji atau umrah. Tempat ini disebut sebagai salah satu lokasi mustajab, di mana doa-doa seorang hamba memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT. Karena itu, setiap jamaah yang sampai di depan Ka’bah berusaha mendekat dan berdoa di Multazam. Artikel ini akan membahas doa di Multazam, makna dan kedudukannya, serta amalan yang terkait dengannya.
Pengertian Multazam
Multazam adalah bagian dinding Ka’bah yang berada antara sudut Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Panjangnya kurang lebih dua meter dan menjadi salah satu tempat yang disunnahkan untuk berdoa. Nama “Multazam” berasal dari kata “luzum” yang berarti melekat atau menempel, karena jamaah dianjurkan untuk menempelkan dada, wajah, dan tangan mereka pada dinding Multazam ketika berdoa. Tempat ini memiliki nilai spiritual yang tinggi karena di sanalah banyak doa para nabi, sahabat, dan umat Islam dipanjatkan.
Keutamaan Berdoa di Multazam
Berdoa di Multazam memiliki banyak keutamaan. Salah satunya adalah keyakinan bahwa doa yang dipanjatkan di tempat ini akan dikabulkan oleh Allah SWT. Para ulama dan sahabat Rasulullah sering memohon ampunan, keberkahan, dan kebaikan di Multazam. Selain itu, doa di Multazam juga melambangkan kepasrahan total seorang hamba di hadapan Allah, karena posisi jamaah yang menempelkan tubuh mereka di dinding Ka’bah merupakan simbol kerendahan hati dan permohonan yang penuh kesungguhan.
Baca juga : Ziarah Ka’bah dan Makna Spiritual bagi Umat Islam
Doa yang Dibaca di Multazam
Tidak ada doa khusus yang wajib dibaca di Multazam. Jamaah diperbolehkan membaca doa apa saja yang diinginkan, baik untuk urusan dunia maupun akhirat. Namun, beberapa ulama menganjurkan doa yang berisi permohonan ampunan, perlindungan dari dosa, dan permintaan kebaikan hidup. Doa yang banyak dianjurkan antara lain: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ampunan, rahmat, dan rizki yang luas. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka dan keburukan dunia serta akhirat.” Doa ini dapat dipanjatkan dengan penuh ketulusan sesuai kebutuhan masing-masing.
Cara Berdoa di Multazam
Berdoa di Multazam dilakukan dengan cara mendekati bagian dinding antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah, lalu menempelkan dada, wajah, dan tangan pada dinding tersebut. Setelah itu jamaah memanjatkan doa dengan khusyuk, penuh harapan, dan kesungguhan. Jika kondisi sangat ramai dan sulit untuk mendekat, jamaah dapat mengangkat tangan dari kejauhan sambil menghadap ke arah Multazam dan memanjatkan doa. Yang paling penting adalah menghadirkan hati dan keyakinan penuh kepada Allah SWT, bukan sekadar posisi fisik.
Baca juga : Jabal Nur dan Sejarah Pentingnya dalam Perjalanan Islam
Waktu yang Dianjurkan untuk Berdoa di Multazam
Tidak ada waktu khusus yang membatasi doa di Multazam. Setiap jamaah haji atau umrah yang mendapat kesempatan mendekat bisa berdoa kapan saja. Namun, waktu-waktu mustajab seperti setelah thawaf, di sepertiga malam terakhir, atau setelah shalat fardu di Masjidil Haram bisa menjadi momen yang lebih istimewa untuk berdoa di Multazam. Karena itu, jamaah dianjurkan untuk memanfaatkan setiap kesempatan mendekat dengan penuh kesungguhan.
Kisah Sahabat tentang Multazam
Banyak riwayat yang menyebutkan bahwa para sahabat Nabi sering berdoa di Multazam. Abdullah bin Abbas RA diriwayatkan pernah menempelkan wajah dan dadanya di Multazam, kemudian beliau berkata bahwa tidak ada seorang pun yang memohon kepada Allah di tempat ini kecuali doanya akan dikabulkan. Kisah-kisah seperti ini semakin meneguhkan keyakinan umat Islam bahwa Multazam adalah salah satu tempat yang sangat mustajab untuk berdoa.

Hikmah Berdoa di Multazam
Berdoa di Multazam mengandung banyak hikmah spiritual. Pertama, mengingatkan seorang hamba akan kedekatannya dengan Allah SWT dan kesempatan istimewa yang hanya didapatkan ketika berada di Masjidil Haram. Kedua, berdoa di Multazam menanamkan rasa rendah hati, karena posisi menempel pada Ka’bah melambangkan sikap tunduk seorang hamba. Ketiga, hikmah dari doa di Multazam adalah tumbuhnya semangat dan motivasi untuk memperbaiki diri setelah kembali dari haji atau umrah, dengan membawa doa-doa yang telah dipanjatkan.
Adab dan Etika Saat Berdoa di Multazam
Berdoa di Multazam memiliki adab yang harus diperhatikan agar tidak mengganggu jamaah lain. Jamaah dianjurkan untuk bersabar dalam menunggu giliran, tidak berdesakan hingga menyakiti orang lain, dan menjaga kekhusyukan. Selain itu, hendaknya jamaah menghindari doa yang hanya berfokus pada urusan duniawi, tetapi juga memohon ampunan, ketakwaan, dan keselamatan di akhirat. Etika ini penting agar doa yang dipanjatkan bernilai ibadah dan mendapatkan keberkahan.
Kesimpulan
Doa di Multazam merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan ketika melaksanakan ibadah haji atau umrah. Tempat ini dikenal sebagai lokasi mustajab, di mana doa seorang hamba memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT. Tidak ada doa khusus yang harus dibaca, tetapi jamaah dianjurkan untuk berdoa dengan penuh kerendahan hati, mengharapkan ampunan, dan memohon kebaikan hidup di dunia serta akhirat. Berdoa di Multazam juga melatih kesabaran, kekhusyukan, dan rasa tunduk kepada Allah. Dengan menjaga adab dan memanfaatkan kesempatan berdoa di tempat mulia ini, jamaah dapat meraih pengalaman spiritual yang sangat mendalam dan memperkuat keimanan mereka.
Bagi Anda yang ingin melakukan wakaf Al-quran Haqqi Tour and Travel menyediakan layanan terpercaya untuk memenuhi ibadah ini. Hubungi Admin Haqqi Tour untuk informasi selengkapnya. Bersama Haqqi, jalani ibadah dengan ketenangan dan kepercayaan, memastikan kewajiban agama tetap terlaksana dengan baik.