
Umrah adalah ibadah mulia yang menjadi impian banyak umat Islam di seluruh dunia. Meskipun pelaksanaannya lebih singkat dibandingkan dengan haji, umrah memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi. Dalam pelaksanaannya, ada beberapa sunnah umrah yang dianjurkan untuk dilakukan agar ibadah menjadi lebih sempurna dan bernilai di sisi Allah SWT. Mengikuti sunnah bukan hanya menambah pahala, tetapi juga meneladani cara Rasulullah SAW dalam beribadah. Oleh karena itu, memahami sunnah umrah secara lengkap menjadi hal penting bagi setiap jamaah yang ingin menjalankan ibadah ini dengan penuh keikhlasan dan kekhusyukan.
Sunnah Sebelum Memulai Ihram
Sebelum mengenakan pakaian ihram, ada beberapa sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan. Rasulullah SAW mencontohkan agar setiap jamaah mandi terlebih dahulu, sebagaimana orang yang akan bersuci dari hadas besar. Mandi ihram ini dimaksudkan untuk membersihkan diri secara fisik sebelum memasuki kondisi suci. Setelah mandi, dianjurkan pula memakai wewangian di tubuh, bukan pada pakaian ihram, sebagai bentuk persiapan menyambut ibadah.
Selain itu, disunnahkan pula untuk memotong kuku, mencukur rambut ketiak dan kemaluan, serta mengenakan pakaian ihram dengan niat yang tulus. Hal-hal kecil ini menggambarkan kesiapan seorang muslim untuk meninggalkan urusan duniawi dan fokus beribadah di hadapan Allah SWT.
Sunnah Saat Memakai Pakaian Ihram
Pakaian ihram merupakan simbol kesucian dan kesederhanaan. Sunnahnya, pria mengenakan dua lembar kain putih yang bersih dan tidak berjahit, sedangkan wanita mengenakan pakaian sopan yang menutupi seluruh aurat tanpa berhias berlebihan. Rasulullah SAW menyukai warna putih karena melambangkan kebersihan dan kesederhanaan.
Ketika mengenakan ihram, jamaah juga disunnahkan membaca doa khusus sebelum niat, serta memperbanyak dzikir dan istighfar. Semua itu menunjukkan kesiapan hati dan jiwa untuk memasuki kondisi ihram, yaitu keadaan suci yang memiliki larangan-larangan tertentu.
Baca juga : Amalan Setara Pahala Haji: Rahasia Pahala Besar di Kehidupan Sehari-hari
Sunnah Saat Berniat Umrah di Miqat
Miqat adalah batas tempat di mana jamaah wajib berniat ihram. Ketika sampai di miqat, sunnahnya adalah melaksanakan shalat sunnah dua rakaat sebelum berniat. Shalat ini dimaksudkan untuk memantapkan hati dan membersihkan jiwa sebelum melaksanakan ibadah besar.
Setelah itu, jamaah berniat umrah dengan mengucapkan, “Labbaikallahumma ‘umratan.” Disunnahkan untuk membaca talbiyah dengan suara jelas, terutama bagi laki-laki, sebagai tanda ketaatan dan kesiapan untuk memenuhi panggilan Allah. Talbiyah sebaiknya terus dilantunkan hingga sampai di Makkah, menandakan perjalanan suci yang penuh keikhlasan dan harapan.
Sunnah Ketika Memasuki Masjidil Haram
Setibanya di Masjidil Haram, jamaah disunnahkan masuk dengan mendahulukan kaki kanan sambil mengucapkan doa masuk masjid. Saat pertama kali melihat Ka’bah, sangat dianjurkan untuk berhenti sejenak dan berdoa dengan penuh kekhusyukan. Rasulullah SAW bersabda bahwa doa di waktu pertama kali memandang Ka’bah sangatlah mustajab.
Dalam kondisi ini, jamaah dianjurkan memperbanyak dzikir, takbir, dan doa memohon ampunan. Jangan terburu-buru melakukan thawaf, luangkan waktu sejenak untuk menyadari kebesaran Allah dan memantapkan niat bahwa seluruh ibadah hanya untuk mengharap ridha-Nya.
Baca juga : Amalan Agar Cepat Berangkat Haji dan Meraih Panggilan Suci dari Allah
Sunnah Saat Melakukan Thawaf
Thawaf dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran, dimulai dari Hajar Aswad. Sunnah thawaf di antaranya adalah mencium atau menyentuh Hajar Aswad jika memungkinkan, atau cukup dengan memberi isyarat tangan sambil mengucapkan “Bismillahi Allahu Akbar.”
Bagi jamaah pria, disunnahkan untuk membuka bahu kanan (idhthiba’) selama thawaf dan berlari-lari kecil (ramal) pada tiga putaran pertama. Selain itu, dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, dan shalawat selama thawaf. Doa paling utama yang diajarkan Rasulullah SAW antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad adalah:
“Rabbana aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban-naar.”
Dengan thawaf yang dilakukan penuh kesungguhan dan doa yang tulus, jamaah akan merasakan ketenangan spiritual yang luar biasa.
Sunnah Saat Melakukan Sa’i antara Shafa dan Marwah
Setelah thawaf, jamaah menuju bukit Shafa untuk memulai sa’i, yaitu berjalan antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Sunnahnya, ketika sampai di Bukit Shafa, membaca ayat Al-Qur’an: “Inna ash-Shafaa wal-Marwata min Sya’aairillah,” lalu menghadap ke arah Ka’bah sambil mengangkat tangan berdoa dan bertakbir.
Saat berjalan di antara kedua bukit tersebut, jamaah laki-laki disunnahkan berlari-lari kecil pada area hijau sebagai tanda semangat mengikuti perjuangan Siti Hajar. Selain itu, jamaah dianjurkan memperbanyak doa dan dzikir sepanjang perjalanan, karena setiap langkah dalam sa’i merupakan bentuk ketundukan dan kesabaran seorang hamba.

Sunnah Saat Tahallul
Tahallul merupakan tanda selesainya pelaksanaan umrah. Sunnahnya, bagi laki-laki, mencukur rambut hingga gundul (halq) lebih utama daripada sekadar memendekkannya. Sedangkan bagi wanita, cukup memotong sedikit ujung rambutnya saja.
Tahallul memiliki makna simbolis yang dalam, yaitu tanda kebersihan diri dan ketaatan total kepada perintah Allah. Dengan mencukur rambut, jamaah melepaskan kesombongan dan kembali pada fitrah. Rasulullah SAW mendoakan tiga kali bagi orang yang menggundul rambutnya dan satu kali bagi yang hanya memendekkan.
Sunnah Setelah Menyelesaikan Umrah
Setelah seluruh rangkaian umrah selesai, jamaah dianjurkan untuk memperbanyak doa dan dzikir sebagai tanda syukur. Disunnahkan pula melaksanakan shalat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim jika memungkinkan, sebagai bentuk penguatan spiritual.
Selain itu, disarankan memperbanyak amalan seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan berdoa di tempat-tempat mustajab di sekitar Masjidil Haram, termasuk Multazam dan Hijr Ismail. Rasulullah SAW juga mencontohkan agar umat Islam tidak menyia-nyiakan waktu di Tanah Suci, karena setiap amal kebaikan di sana dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.
Sunnah yang Dianjurkan Setelah Kembali dari Umrah
Setelah kembali dari Tanah Suci, jamaah disunnahkan untuk tetap menjaga semangat ibadah yang telah tumbuh selama umrah. Rasulullah SAW bersabda bahwa tanda diterimanya suatu ibadah adalah adanya perubahan baik dalam diri seseorang setelah ibadah tersebut. Oleh karena itu, menjaga akhlak, memperbanyak doa, dan melestarikan kebiasaan baik menjadi bagian dari sunnah setelah umrah.
Selain itu, jamaah disarankan untuk membagikan pengalaman spiritualnya dengan penuh hikmah, bukan untuk riya atau kebanggaan, melainkan sebagai sarana menginspirasi orang lain agar semakin mencintai ibadah.
Kesimpulan
Sunnah umrah lengkap mencakup segala hal yang dilakukan sebelum, selama, dan sesudah ibadah umrah. Setiap sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW memiliki makna mendalam untuk menyempurnakan ibadah dan menumbuhkan kedekatan dengan Allah SWT. Dengan mengikuti sunnah-sunnah tersebut, jamaah bukan hanya menunaikan kewajiban ibadah secara fisik, tetapi juga menapaki perjalanan spiritual menuju keikhlasan dan ketundukan sejati. Melaksanakan umrah dengan mengikuti sunnah akan membawa ketenangan batin, memperkuat iman, serta menjadi bekal amal yang berharga di hadapan Allah SWT.
Bagi Anda yang ingin melakukan wakaf Al-quran Haqqi Tour and Travel menyediakan layanan terpercaya untuk memenuhi ibadah ini. Hubungi Admin Haqqi Tour untuk informasi selengkapnya. Bersama Haqqi, jalani ibadah dengan ketenangan dan kepercayaan, memastikan kewajiban agama tetap terlaksana dengan baik.