alhaqqi.tour@gmail.com

0851-7441-2025

0851-7683-3398

0851-7441-2025

0851-7683-3398

Lailatul Qadar Terjadi pada Malam ke Berapa? Ini Pendapat Para Ulama

kewajiban istri dalam rumah tangga

Lailatul Qadar Terjadi pada Malam ke Berapa? Ini Pendapat Para Ulama

Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling istimewa dalam ajaran Islam. Setiap bulan Ramadhan, umat Muslim di seluruh dunia berlomba-lomba meningkatkan ibadah demi meraih kemuliaan malam tersebut. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah: Lailatul Qadar terjadi pada malam ke berapa? Apakah sudah pasti pada malam ke-27, atau justru tersembunyi di antara sepuluh malam terakhir Ramadhan?

Pertanyaan tentang Lailatul Qadar terjadi pada malam ke berapa telah lama menjadi pembahasan para ulama. Berbagai dalil dari Al-Qur’an dan hadis Nabi ﷺ menunjukkan bahwa malam ini memiliki keutamaan luar biasa, bahkan lebih baik dari seribu bulan. Akan tetapi, waktu pastinya dirahasiakan sebagai bentuk ujian dan motivasi agar umat Islam bersungguh-sungguh dalam beribadah.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap dan mendalam mengenai Lailatul Qadar terjadi pada malam ke berapa, berdasarkan dalil Al-Qur’an, hadis shahih, serta pendapat para ulama dari berbagai mazhab. Pembahasan ini juga akan dilengkapi dengan penjelasan surat Al-Qur’an yang menyebutkan tentang Lailatul Qadar, sehingga pembaca mendapatkan pemahaman yang komprehensif dan sesuai dengan sumber terpercaya.

Pengertian dan Keutamaan Lailatul Qadar dalam Al-Qur’an

Lailatul Qadar secara bahasa berarti “Malam Kemuliaan” atau “Malam Ketetapan.” Kata Qadar memiliki makna kemuliaan, ketetapan, dan ukuran. Malam ini disebut demikian karena pada malam tersebut Allah menetapkan berbagai urusan makhluk-Nya untuk satu tahun ke depan. Penjelasan ini selaras dengan firman Allah dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surah Al-Qadr.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 1–3)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa Lailatul Qadar adalah malam diturunkannya Al-Qur’an. Para ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud adalah permulaan turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad ﷺ. Keutamaan “lebih baik dari seribu bulan” berarti ibadah pada malam itu setara dengan ibadah selama kurang lebih 83 tahun tanpa henti.

Selain dalam Surah Al-Qadr, pembahasan tentang malam penuh berkah juga disebutkan dalam Surah Ad-Dukhan ayat 3:

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi…”

Mayoritas ulama menafsirkan bahwa malam yang diberkahi tersebut adalah Lailatul Qadar. Pada malam itu, para malaikat turun ke bumi membawa rahmat dan ketenangan, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Qadr ayat 4–5.

Keutamaan lain dari Lailatul Qadar ditegaskan dalam hadis Nabi ﷺ yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim:

“Barang siapa yang melaksanakan shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa malam tersebut bukan hanya malam penuh kemuliaan, tetapi juga malam pengampunan dosa. Oleh karena itu, memahami Lailatul Qadar terjadi pada malam ke berapa menjadi penting agar kita dapat memaksimalkan ibadah.

Baca juga: Keutamaan Membaca Niat Puasa Ramadhan di Malam Hari

Lailatul Qadar Terjadi pada Malam ke Berapa? Dalil Hadis Nabi

Pertanyaan utama, Lailatul Qadar terjadi pada malam ke berapa? dijawab oleh Nabi Muhammad ﷺ melalui beberapa hadis shahih. Dalam riwayat yang disampaikan oleh Aisyah r.a., Rasulullah ﷺ bersabda:

“Carilah Lailatul Qadar di malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Hadis ini menjadi dasar kuat bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam-malam ganjil, yaitu malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadhan. Dengan demikian, Lailatul Qadar tidak dipastikan hanya pada satu malam tertentu.

Dalam riwayat lain yang juga diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Nabi ﷺ bersabda:

“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.”

Ini menunjukkan bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam ke berapa tidak ditetapkan secara pasti, melainkan tersembunyi di antara sepuluh malam terakhir.

Sebagian sahabat berpendapat bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam ke-27. Pendapat ini didasarkan pada beberapa riwayat, salah satunya dari Ubay bin Ka’ab r.a. yang bersumpah bahwa Lailatul Qadar adalah malam ke-27. Namun, mayoritas ulama tetap berpegang pada prinsip bahwa malam tersebut berpindah-pindah setiap tahunnya.

Para ulama menjelaskan hikmah dirahasiakannya Lailatul Qadar terjadi pada malam ke berapa adalah agar umat Islam tidak hanya beribadah pada satu malam saja. Dengan dirahasiakan waktunya, umat terdorong untuk meningkatkan ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Dengan demikian, berdasarkan hadis-hadis shahih, jawaban paling kuat atas pertanyaan Lailatul Qadar terjadi pada malam ke berapa adalah: terjadi pada salah satu malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Pendapat Para Ulama tentang Lailatul Qadar Terjadi pada Malam ke Berapa?

Para ulama berbeda pendapat mengenai Lailatul Qadar terjadi pada malam ke berapa. Perbedaan ini muncul karena variasi riwayat hadis yang ada. Berikut beberapa pendapat yang masyhur:

Secara umum, mayoritas ulama bersepakat bahwa Lailatul Qadar terjadi di sepuluh malam terakhir Ramadhan. Namun, rincian malam pastinya memiliki perbedaan pendapat.

Beberapa pendapat tersebut antara lain:

  1. Lailatul Qadar terjadi pada malam ke-27 Ramadhan. Ini adalah pendapat yang cukup populer di kalangan masyarakat Muslim.
  2. Terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir.
  3. Berpindah-pindah setiap tahun di antara malam-malam sepuluh terakhir.
  4. Bisa terjadi di seluruh malam Ramadhan, namun lebih kuat pada sepuluh malam terakhir.
  5. Terjadi pada malam ke-21, berdasarkan sebagian riwayat.

Menurut Imam Nawawi, pendapat yang paling kuat adalah bahwa Lailatul Qadar tidak tetap pada satu malam, melainkan berpindah-pindah. Hal ini sesuai dengan penggabungan seluruh hadis yang ada.

Dengan melihat berbagai pendapat ini, dapat disimpulkan bahwa pembahasan mengenai Lailatul Qadar terjadi pada malam ke berapa memang memiliki keluasan dalam fiqh dan tidak boleh saling menyalahkan.

Zakat Sebagai Bentuk Kepedulian Sosial dan Penguatan Nilai Kemanusiaan

Tanda-Tanda Lailatul Qadar Menurut Hadis

Selain membahas Lailatul Qadar terjadi pada malam ke berapa, penting juga mengetahui tanda-tandanya. Nabi Muhammad ﷺ memberikan beberapa isyarat mengenai ciri-ciri malam tersebut.

Secara umum, tanda Lailatul Qadar dijelaskan dalam beberapa hadis shahih. Berikut tanda-tandanya:

  • Malam terasa tenang dan damai.
  • Udara tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
  • Matahari terbit pada pagi harinya dalam keadaan tidak menyilaukan.
  • Hati terasa khusyuk dan tenteram.
  • Banyak malaikat turun ke bumi membawa rahmat.

Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan bahwa matahari terbit pada pagi hari setelah Lailatul Qadar dalam keadaan putih dan tidak menyilaukan.

Namun demikian, para ulama mengingatkan bahwa tanda-tanda tersebut bukan untuk dijadikan patokan utama dalam menentukan Lailatul Qadar terjadi pada malam ke berapa. Fokus utama tetap pada memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir.

Hikmah Dirahasiakannya Lailatul Qadar

Mengapa Lailatul Qadar terjadi pada malam ke berapa tidak disebutkan secara pasti? Para ulama menjelaskan beberapa hikmah besar di balik dirahasiakannya malam tersebut.

  • Agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadhan. Jika ditentukan hanya satu malam, sebagian orang mungkin hanya beribadah pada malam itu saja.
  • Sebagai ujian keimanan dan kesungguhan. Orang yang benar-benar ingin meraih Lailatul Qadar akan konsisten dalam qiyamul lail, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa.
  • Agar pahala ibadah semakin banyak. Dengan beribadah selama sepuluh malam penuh, seorang Muslim memiliki peluang besar untuk mendapatkan pahala berlipat ganda, termasuk pahala Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.

Kesimpulan

Dari berbagai dalil Al-Qur’an, hadis shahih, dan pendapat para ulama, dapat disimpulkan bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam ke berapa tidak ditentukan secara pasti. Namun, dalil yang paling kuat menunjukkan bahwa Lailatul Qadar terjadi pada salah satu malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.

Pendapat yang menyatakan malam ke-27 sebagai Lailatul Qadar memang populer, tetapi tidak bersifat mutlak. Mayoritas ulama berpendapat bahwa malam tersebut bisa berpindah-pindah setiap tahun. Oleh karena itu, cara terbaik untuk meraih Lailatul Qadar adalah dengan memperbanyak ibadah pada seluruh sepuluh malam terakhir.

Dengan memahami pembahasan ini, semoga kita semakin termotivasi untuk menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan dan meraih kemuliaan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Malam Lailatul Qadar dalam Al-Qur’an adalah malam penuh kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan, menjadi kesempatan terbaik untuk memperbanyak doa dan ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadan. Bersama Haqqi Tour and Travel, dapatkan panduan ibadah Ramadhan dan Lailatul Qadar yang tepat—hubungi Admin Haqqi Tour sekarang.

Recent Listings

  • Paket Umroh Oktober 2023

  • Paket Umroh Oktober 2023

  • Paket Umroh Oktober 2023

Al-Haqqi Tour & Travel

Al-Haqqi adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Jasa Umrah & Haji, Jasa Land Arrangement Saudi, Provider Visa Umrah & Haji Furoda, Paket Umrah Plus, Paket Haji Furoda dan Paket Haji Khusus. Sebuah perusahaan travel yang berkepentingan di Negara yang berpusat di Kingdom of Saudi Arabia.

Kantor Al-Haqqi

Grand Pesona Pandanwangi D 20 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

Kontak Info

• 085174412025
• 085176833398
• alhaqqi.tour@gmail.com

Copyright © 2023 Al-Haqqi Travel