Idul Adha merupakan salah satu hari raya terbesar dalam Islam yang memiliki banyak keutamaan. Hari yang dikenal sebagai hari raya kurban ini menjadi momentum bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah, pengorbanan, serta berbagai amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Tidak hanya menjadi perayaan tahunan, Idul Adha juga mengandung nilai spiritual yang sangat dalam, terutama dalam meneladani ketaatan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Banyak umat Islam memahami bahwa Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban. Namun sebenarnya terdapat berbagai amalan sunnah saat Idul Adha yang dapat dilakukan untuk menambah keberkahan dan pahala pada hari raya tersebut. Amalan-amalan ini telah dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW dan para sahabat sehingga menjadi tuntunan yang sangat dianjurkan untuk diamalkan.
Melaksanakan amalan sunnah saat Idul Adha tidak hanya memberikan pahala tambahan, tetapi juga membantu umat Islam merasakan makna hari raya secara lebih mendalam. Dengan menjalankan sunnah-sunnah tersebut, seorang Muslim dapat menjadikan Idul Adha sebagai sarana meningkatkan ketakwaan dan mempererat hubungan dengan sesama.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 32:
“Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS. Al-Hajj: 32)
Ayat ini menunjukkan bahwa memuliakan syiar Islam, termasuk Idul Adha, merupakan bagian dari ketakwaan yang harus dijaga oleh setiap Muslim.
Lalu, apa saja amalan sunnah saat Idul Adha yang dianjurkan? Berikut pembahasannya.
Menghidupkan Malam dan Pagi Hari Raya dengan Takbir
Takbir merupakan salah satu syiar terbesar dalam Idul Adha. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak takbir sejak tanggal 1 Dzulhijjah dan semakin ditekankan menjelang hari raya. Takbir menjadi bentuk pengagungan kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya.
Allah SWT berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ١٨٥
“Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185)
Para ulama menjelaskan bahwa ayat tersebut menjadi dasar disyariatkannya takbir pada hari-hari besar Islam, termasuk Idul Adha. Takbir yang dikumandangkan mengingatkan umat Islam bahwa hanya Allah Yang Maha Besar dan layak disembah.
Pada malam Idul Adha, umat Islam dianjurkan menghidupkan suasana dengan takbir, tahmid, dan tahlil. Tradisi ini telah berlangsung sejak masa Rasulullah SAW dan menjadi salah satu syiar yang sangat dianjurkan. Takbir dapat dilakukan di rumah, masjid, mushala, maupun tempat-tempat umum tanpa berlebihan.
Ketika pagi hari raya tiba, takbir tetap dianjurkan hingga pelaksanaan salat Idul Adha. Suasana yang dipenuhi lantunan takbir memberikan nuansa spiritual yang kuat dan mengingatkan setiap Muslim tentang kebesaran Allah SWT.
Dengan memperbanyak takbir, seorang Muslim akan lebih siap secara hati dan jiwa untuk menyambut hari raya. Inilah salah satu amalan sunnah saat Idul Adha yang paling utama dan mudah dilakukan oleh semua kalangan.
Baca juga: Hadits Marfu Paling Sering Muncul dalam Kajian Islam
Mandi, Berpakaian Terbaik, dan Berangkat Salat Idul Adha
Salah satu sunnah Rasulullah SAW sebelum melaksanakan salat Idul Adha adalah membersihkan diri. Para ulama menyebutkan bahwa mandi sebelum salat Id termasuk amalan yang sangat dianjurkan untuk menunjukkan penghormatan terhadap hari raya.
Mandi sunnah Idul Adha dilakukan sejak sebelum Subuh hingga sebelum berangkat menuju tempat salat. Selain membersihkan badan, mandi juga membantu seseorang tampil lebih segar dan nyaman saat beribadah.
Setelah mandi, umat Islam dianjurkan mengenakan pakaian terbaik yang dimiliki. Rasulullah SAW memiliki pakaian khusus yang beliau kenakan pada hari raya dan hari Jumat. Hal ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan kebersihan dan kerapian saat menyambut momen istimewa.
Selain mengenakan pakaian terbaik, dianjurkan pula memakai wewangian bagi laki-laki selama tidak berlebihan. Tujuannya adalah menghadirkan suasana yang bersih, nyaman, dan penuh penghormatan terhadap syiar Islam.
Ketika menuju tempat salat Id, umat Islam dianjurkan berjalan kaki jika memungkinkan serta mengambil jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah SAW biasa menempuh jalan yang berbeda ketika pergi dan pulang dari salat Id. Sunnah ini mengandung hikmah untuk memperluas syiar Islam dan mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekitar.
Melaksanakan Salat Idul Adha dan Mendengarkan Khutbah
Salat Idul Adha merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dan menjadi salah satu syiar utama hari raya. Rasulullah SAW selalu melaksanakannya bersama kaum Muslimin.
Dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah SAW keluar menuju tempat salat lalu mengerjakan salat dua rakaat sebelum khutbah. Ini menjadi pedoman pelaksanaan salat Id hingga saat ini.
Melaksanakan salat Idul Adha memiliki banyak keutamaan, di antaranya:
- Menghidupkan syiar Islam secara berjamaah.
- Menunjukkan persatuan umat Muslim.
- Menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah.
- Mendapatkan pahala mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
- Mendengarkan nasihat dan pengajaran dari khutbah Idul Adha.
Khutbah Idul Adha juga memiliki peran penting karena berisi pesan-pesan ketakwaan, pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan tetap menyimak khutbah hingga selesai.
Melalui salat Idul Adha, seorang Muslim tidak hanya menjalankan ibadah ritual, tetapi juga memperkuat kesadaran akan makna pengorbanan yang menjadi inti dari hari raya kurban.

Melaksanakan Ibadah Kurban dengan Ikhlas
Salah satu amalan sunnah saat Idul Adha yang paling dikenal adalah menyembelih hewan kurban bagi yang mampu. Ibadah ini merupakan bentuk keteladanan terhadap Nabi Ibrahim AS yang bersedia melaksanakan perintah Allah SWT dengan penuh ketaatan.
Allah SWT berfirman:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ ٢
“Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2)
Ayat tersebut menjadi salah satu dasar utama disyariatkannya ibadah kurban dalam Islam. Kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi bentuk penghambaan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Beberapa sunnah yang dianjurkan dalam ibadah kurban antara lain:
- Memilih hewan kurban yang sehat dan memenuhi syarat syariat.
- Meniatkan kurban semata-mata karena Allah SWT.
- Menyaksikan proses penyembelihan jika memungkinkan.
- Membaca basmalah dan takbir saat penyembelihan.
- Membagikan daging kurban kepada keluarga, kerabat, dan kaum dhuafa.
- Tidak menjual bagian apa pun dari hewan kurban.
Allah SWT menegaskan dalam Surah Al-Hajj ayat 37:
لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ ٣٧
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.” (QS. Al-Hajj: 37)
Ayat ini menunjukkan bahwa inti ibadah kurban bukan pada banyaknya hewan yang disembelih, melainkan keikhlasan dan ketakwaan pelakunya.
Melalui kurban, seorang Muslim belajar berbagi kebahagiaan dengan sesama sekaligus mengikis sifat cinta dunia yang berlebihan.
Memperbanyak Dzikir, Sedekah, dan Silaturahmi pada Hari Raya
Idul Adha tidak berhenti pada salat dan kurban saja. Hari raya juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak amal kebaikan lainnya sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak dzikir. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak tahlil, tahmid, takbir, dan berbagai bentuk dzikir terutama pada hari-hari Dzulhijjah. Dzikir membantu hati tetap terhubung dengan Allah SWT di tengah suasana perayaan.
Selain dzikir, sedekah juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Hari raya merupakan momentum berbagi kebahagiaan kepada fakir miskin, anak yatim, dan mereka yang membutuhkan. Sedekah tidak harus dalam jumlah besar. Yang terpenting adalah keikhlasan dalam membantu sesama dan menghadirkan manfaat bagi orang lain.
Silaturahmi juga termasuk amalan sunnah saat Idul Adha yang memiliki keutamaan besar. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hari raya menjadi kesempatan yang baik untuk saling memaafkan, mempererat hubungan keluarga, mengunjungi kerabat, serta memperbaiki hubungan yang sempat renggang. Dengan demikian, Idul Adha tidak hanya menjadi perayaan ibadah, tetapi juga momentum memperkuat persaudaraan dan kasih sayang antar sesama Muslim.
Kesimpulan
Amalan sunnah saat Idul Adha merupakan bagian penting dari syiar Islam yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Mulai dari memperbanyak takbir, mandi dan mengenakan pakaian terbaik, melaksanakan salat Idul Adha, berkurban, hingga memperbanyak dzikir, sedekah, dan silaturahmi, semuanya memiliki nilai ibadah yang besar di sisi Allah SWT.
Melaksanakan amalan-amalan tersebut membantu umat Islam merasakan makna Idul Adha secara lebih mendalam. Hari raya tidak hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga sarana meningkatkan ketakwaan, memperkuat keikhlasan, dan mempererat hubungan dengan sesama manusia.
Semoga dengan mengamalkan berbagai sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW, kita dapat meraih keberkahan, pahala yang berlimpah, serta menjadikan Idul Adha sebagai momentum untuk menjadi pribadi yang lebih dekat kepada Allah SWT. Dengan demikian, hari raya benar-benar menjadi lebih berkah, bermakna, dan membawa kebaikan bagi kehidupan dunia maupun akhirat.
Qurban adalah ibadah yang mengajarkan keikhlasan, kepedulian, dan rasa syukur kepada Allah. Dengan melaksanakannya, hati menjadi lebih dekat kepada-Nya dan kebersamaan dengan sesama semakin erat. Untuk panduan lebih lanjut, hubungi Admin Haqqi Tour.