alhaqqi.tour@gmail.com

0851-7441-2025

0851-7683-3398

0851-7441-2025

0851-7683-3398

Jenis Puasa yang Bisa Dilakukan Selain di Bulan Ramadan

Makruh saat puasa

Jenis Puasa yang Bisa Dilakukan Selain di Bulan Ramadan

Puasa merupakan salah satu ibadah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Selama bulan Ramadan, setiap muslim yang memenuhi syarat diwajibkan untuk menjalankan puasa sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Namun, ibadah puasa tidak hanya terbatas pada bulan Ramadan saja. Masih banyak jenis puasa yang bisa dilakukan selain di bulan Ramadan yang memiliki keutamaan besar dan dianjurkan oleh Rasulullah SAW sebagai amalan sunnah.

Melaksanakan puasa sunnah menjadi salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus menyempurnakan kekurangan yang mungkin terjadi pada puasa wajib. Selain itu, berbagai jenis puasa yang bisa dilakukan selain di bulan Ramadan juga memberikan manfaat bagi pembentukan akhlak, pengendalian hawa nafsu, hingga peningkatan kualitas ibadah sehari-hari.

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan. Oleh karena itu, semangat berpuasa tidak berhenti setelah Ramadan berakhir. Rasulullah SAW justru memberikan teladan dengan rutin mengerjakan berbagai puasa sunnah sepanjang tahun.

Dalam sebuah hadis sahih, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya setiap amal manusia dilipatgandakan. Satu kebaikan dibalas sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman: ‘Kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.'”
(HR. Sahih al-Bukhari No. 1904 dan Sahih Muslim No. 1151)

Hadis tersebut menjadi bukti betapa istimewanya ibadah puasa. Tidak mengherankan apabila para ulama selalu menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak puasa sunnah sebagai bentuk kecintaan kepada Allah SWT sekaligus mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.

Lantas, apa saja jenis puasa yang bisa dilakukan selain di bulan Ramadan? Berikut penjelasan lengkapnya.

Puasa Syawal sebagai Penyempurna Puasa Ramadan

Puasa Syawal merupakan salah satu jenis puasa yang bisa dilakukan selain di bulan Ramadan yang paling populer. Puasa ini dilaksanakan selama enam hari pada bulan Syawal setelah Hari Raya Idulfitri. Meskipun hukumnya sunnah, keutamaannya sangat besar sehingga banyak umat Islam berusaha mengamalkannya setiap tahun.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.”
(HR. Sahih Muslim No. 1164)

Para ulama menjelaskan bahwa pahala tersebut diperoleh karena setiap satu amal kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali. Puasa Ramadan selama satu bulan bernilai sepuluh bulan, sedangkan enam hari Syawal bernilai dua bulan. Jika digabungkan, pahalanya setara dengan puasa selama satu tahun penuh.

Selain memperoleh pahala besar, Puasa Syawal juga menjadi sarana untuk menjaga konsistensi ibadah setelah Ramadan. Banyak orang mengalami penurunan semangat beribadah setelah Idulfitri. Dengan menjalankan puasa Syawal, seseorang dapat mempertahankan kebiasaan baik yang telah dibangun selama bulan Ramadan.

Keutamaan lainnya adalah sebagai penyempurna puasa wajib. Sebagaimana salat sunnah yang menyempurnakan kekurangan salat wajib, para ulama menjelaskan bahwa puasa sunnah juga menjadi pelengkap apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaan puasa Ramadan. Oleh sebab itu, Puasa Syawal sangat dianjurkan bagi setiap muslim yang mampu melaksanakannya.

Baca juga: Amalan Agar Terhindar dari Riya': Kunci Menjaga Pahala Tetap Utuh

Puasa Senin Kamis yang Rutin Diamalkan Rasulullah SAW

Di antara jenis puasa yang bisa dilakukan selain di bulan Ramadan, Puasa Senin Kamis termasuk amalan yang paling mudah diterapkan karena dilakukan setiap pekan. Rasulullah SAW dikenal sangat sering menjalankan puasa ini sebagai bagian dari ibadah rutin beliau.

Ketika ditanya alasan berpuasa pada hari Senin, Rasulullah SAW bersabda:

“Hari itu adalah hari aku dilahirkan dan hari pertama kali wahyu diturunkan kepadaku.”
(HR. Sahih Muslim No. 1162)

Sementara mengenai hari Senin dan Kamis, Rasulullah SAW bersabda:

“Amal-amal diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis. Maka aku senang ketika amalku diperlihatkan dalam keadaan aku sedang berpuasa.”
(HR. At-Tirmidzi No. 747, dinilai hasan sahih oleh para ulama)

Puasa Senin Kamis tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi latihan untuk menjaga kesabaran, mengendalikan hawa nafsu, dan memperkuat kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari. Karena dilakukan secara rutin, puasa ini mampu membentuk karakter seorang muslim agar lebih dekat dengan Allah SWT.

Banyak ulama juga menjelaskan bahwa Puasa Senin Kamis dapat menjadi sarana memperbanyak amal saleh sepanjang tahun. Seseorang tidak perlu menunggu datangnya Ramadan untuk meningkatkan ibadah, sebab setiap pekan tersedia kesempatan meraih pahala melalui puasa sunnah ini.

Selain manfaat spiritual, menjalankan Puasa Senin Kamis secara konsisten juga membantu seseorang membangun kebiasaan hidup yang lebih teratur. Namun, tujuan utamanya tetaplah mencari ridha Allah SWT, bukan semata-mata mengejar manfaat kesehatan. Niat yang ikhlas menjadi syarat utama agar ibadah ini diterima oleh Allah SWT.

Puasa Arafah dan Puasa Tarwiyah

Selain Puasa Syawal serta Puasa Senin Kamis, jenis puasa yang bisa dilakukan selain di bulan Ramadan berikutnya adalah Puasa Arafah dan Puasa Tarwiyah. Kedua puasa ini dilaksanakan pada awal bulan Zulhijah, yaitu ketika umat Islam di seluruh dunia menyambut musim haji. Meskipun Puasa Tarwiyah masih diperselisihkan mengenai dasar hadisnya, banyak ulama membolehkan pelaksanaannya sebagai amalan sunnah berdasarkan keutamaan amal saleh pada sepuluh hari pertama Zulhijah. Adapun Puasa Arafah memiliki dasar hadis yang sahih dan sangat dianjurkan bagi kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
(HR. Sahih Muslim No. 1162)

Hadis ini menunjukkan betapa besar keutamaan Puasa Arafah. Namun, keutamaan tersebut ditujukan bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji. Adapun jamaah haji yang sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah justru dianjurkan untuk tidak berpuasa agar memiliki kekuatan dalam menjalankan rangkaian ibadah haji.

Berikut beberapa keutamaan Puasa Arafah dan Puasa Tarwiyah:

  • Menghapus dosa-dosa kecil selama dua tahun bagi yang menjalankan Puasa Arafah dengan ikhlas.
  • Menghidupkan sepuluh hari pertama bulan Zulhijah, yaitu hari-hari terbaik untuk memperbanyak amal saleh.
  • Melatih keikhlasan dan kesabaran, terutama ketika umat Islam bersiap menyambut Hari Raya Iduladha.
  • Menambah pahala ibadah sunnah yang sangat dicintai Allah SWT.
  • Meneladani semangat ibadah Rasulullah SAW dalam memanfaatkan waktu-waktu yang penuh keberkahan.

Bagi seorang muslim yang ingin memperbanyak ibadah tahunan, Puasa Arafah menjadi salah satu jenis puasa yang bisa dilakukan selain di bulan Ramadan yang sangat dianjurkan. Keutamaannya yang luar biasa menjadikan puasa ini hampir selalu dikerjakan oleh kaum muslimin setiap tahun.

Zakat Sebagai Bentuk Kepedulian Sosial dan Penguatan Nilai Kemanusiaan

Puasa Asyura dan Tasu’a sebagai Bentuk Syukur kepada Allah SWT

Di antara jenis puasa yang bisa dilakukan selain di bulan Ramadan, Puasa Asyura juga memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 10 Muharam. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mengerjakannya sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas keselamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun.

Ibnu Abbas RA meriwayatkan bahwa ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Mereka menjelaskan bahwa hari tersebut adalah hari ketika Allah menyelamatkan Nabi Musa AS. Rasulullah SAW kemudian bersabda bahwa kaum muslimin lebih berhak mengikuti Nabi Musa AS, lalu beliau berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk ikut berpuasa.

Dalam hadis lain Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang telah lalu.”
(HR. Sahih Muslim No. 1162)

Agar berbeda dengan kebiasaan kaum Yahudi, Rasulullah SAW juga berniat menambahkan puasa sehari sebelumnya, yaitu tanggal 9 Muharam atau Puasa Tasu’a.

Keutamaan Puasa Asyura dan Tasu’a antara lain:

  • Menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu, sebagaimana dijelaskan dalam hadis sahih.
  • Mengikuti sunnah Rasulullah SAW yang sangat menganjurkan pelaksanaannya.
  • Menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT atas berbagai nikmat dan pertolongan-Nya.
  • Membedakan ibadah umat Islam dengan tradisi agama lain melalui pelaksanaan Puasa Tasu’a.
  • Menjadi kesempatan memperbanyak amal saleh di bulan Muharam yang termasuk salah satu bulan haram (bulan mulia).

Dengan keutamaan tersebut, Puasa Asyura menjadi salah satu jenis puasa yang bisa dilakukan selain di bulan Ramadan yang sayang untuk dilewatkan setiap tahunnya.

Puasa Daud dan Puasa Sunnah Lainnya yang Dianjurkan

Di antara berbagai jenis puasa yang bisa dilakukan selain di bulan Ramadan, Puasa Daud sering disebut sebagai puasa sunnah yang paling utama. Cara melaksanakannya adalah berpuasa sehari kemudian berbuka sehari secara bergantian. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Puasa Daud merupakan puasa yang paling dicintai Allah SWT karena dilakukan secara seimbang dan penuh istiqamah.

Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Nabi Daud. Beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari.”
(HR. Sahih al-Bukhari No. 3420 dan Sahih Muslim No. 1159)

Selain Puasa Daud, umat Islam juga dapat mengamalkan puasa Ayyamul Bidh, yaitu puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Rasulullah SAW menganjurkan puasa ini karena pahalanya seperti berpuasa sepanjang tahun apabila dilakukan secara rutin. Berbagai puasa sunnah tersebut menunjukkan bahwa Islam memberikan banyak kesempatan kepada setiap muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah, tidak hanya saat Ramadan, tetapi juga sepanjang tahun.

Pada akhirnya, jenis puasa yang bisa dilakukan selain di bulan Ramadan merupakan bentuk kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya. Melalui berbagai puasa sunnah, setiap muslim memperoleh peluang untuk menambah pahala, menghapus dosa-dosa kecil, melatih kesabaran, serta memperkuat ketakwaan. Yang terpenting, seluruh amalan tersebut dilakukan dengan niat yang ikhlas semata-mata karena Allah SWT dan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW.

Kesimpulan

Jenis puasa yang bisa dilakukan selain di bulan Ramadan sangat beragam, mulai dari Puasa Syawal, Puasa Senin Kamis, Puasa Arafah, Puasa Asyura, Puasa Tasu’a, Puasa Daud, hingga Puasa Ayyamul Bidh. Seluruh puasa sunnah tersebut memiliki keutamaan yang besar berdasarkan dalil Al-Qur’an dan hadis-hadis sahih. Dengan mengamalkannya secara rutin, seorang muslim tidak hanya memperoleh tambahan pahala, tetapi juga melatih kesabaran, meningkatkan ketakwaan, dan mempererat hubungan dengan Allah SWT.

Puasa sunnah juga menjadi penyempurna ibadah puasa Ramadan sekaligus bukti kecintaan seorang hamba kepada sunnah Rasulullah SAW. Oleh karena itu, memahami jenis puasa yang bisa dilakukan selain di bulan Ramadan akan membantu setiap muslim memilih amalan yang sesuai dengan kemampuannya dan menjadikannya sebagai bagian dari rutinitas ibadah sepanjang tahun.

Semoga pembahasan mengenai jenis puasa yang bisa dilakukan selain di bulan Ramadan ini dapat menambah wawasan serta memotivasi kita untuk lebih istiqamah dalam menjalankan ibadah puasa sunnah. Dengan niat yang ikhlas dan mengikuti tuntunan syariat, semoga setiap puasa yang kita lakukan menjadi jalan menuju ampunan, rahmat, dan ridha Allah SWT. Aamiin.

Puasa adalah ibadah yang melatih kesabaran, keikhlasan, dan ketakwaan kepada Allah. Dengan menjaganya, hati menjadi lebih tenang dan hidup semakin penuh keberkahan. Untuk panduan lebih lanjut, hubungi Admin Haqqi Tour.

Recent Listings

  • Paket Umroh Oktober 2023

  • Paket Umroh Oktober 2023

  • Paket Umroh Oktober 2023

Al-Haqqi Tour & Travel

Al-Haqqi adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Jasa Umrah & Haji, Jasa Land Arrangement Saudi, Provider Visa Umrah & Haji Furoda, Paket Umrah Plus, Paket Haji Furoda dan Paket Haji Khusus. Sebuah perusahaan travel yang berkepentingan di Negara yang berpusat di Kingdom of Saudi Arabia.

Kantor Al-Haqqi

Grand Pesona Pandanwangi D 20 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

Kontak Info

• 085174412025
• 085176833398
• alhaqqi.tour@gmail.com

Copyright © 2023 Al-Haqqi Travel