alhaqqi.tour@gmail.com

0851-7441-2025

0851-7683-3398

0851-7441-2025

0851-7683-3398

Kapan dan di Mana Posisi Membaca Doa Qunut Saat Salat?

sholat taubat langkah demi langkah

Kapan dan di Mana Posisi Membaca Doa Qunut Saat Salat?

Doa qunut merupakan salah satu amalan yang sering dijumpai dalam pelaksanaan salat, khususnya salat Subuh menurut sebagian mazhab. Meskipun demikian, masih banyak umat Islam yang bertanya mengenai kapan dan di mana posisi membaca doa qunut saat salat. Perbedaan praktik di berbagai daerah maupun mazhab sering kali membuat sebagian orang merasa bingung, terutama ketika berpindah tempat ibadah atau mengikuti imam yang memiliki kebiasaan berbeda.

Memahami posisi membaca doa qunut tidak hanya membantu seseorang menjalankan ibadah dengan lebih yakin, tetapi juga menumbuhkan sikap saling menghormati terhadap perbedaan pendapat ulama. Pada dasarnya, setiap mazhab memiliki dalil dan landasan hukum yang kuat sehingga perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi penyebab perselisihan di tengah masyarakat.

Artikel ini akan membahas secara lengkap kapan dan di mana posisi membaca doa qunut saat salat berdasarkan pendapat para ulama, dalil yang digunakan, serta praktik yang umum dilakukan di Indonesia. Dengan memahami penjelasan berikut, diharapkan umat Islam dapat melaksanakan salat dengan lebih khusyuk sekaligus menghargai keberagaman pendapat dalam fikih.

Pengertian Doa Qunut dan Dasar Hukumnya

Doa qunut adalah doa yang dibaca pada waktu tertentu dalam salat sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT. Kata “qunut” sendiri berasal dari bahasa Arab yang memiliki makna tunduk, taat, berdiri lama dalam ibadah, serta berdoa dengan penuh kekhusyukan. Dalam praktik ibadah, doa qunut dikenal sebagai doa yang dibaca setelah bangkit dari rukuk pada rakaat tertentu sesuai dengan ketentuan masing-masing jenis qunut.

Dalam ilmu fikih, terdapat beberapa macam doa qunut, yaitu qunut Subuh, qunut Witir, dan qunut Nazilah. Qunut Subuh merupakan qunut yang paling sering dipraktikkan oleh masyarakat Indonesia, terutama yang mengikuti mazhab Syafi’i. Sementara itu, qunut Witir biasanya dibaca pada salat Witir, khususnya pada separuh terakhir bulan Ramadan menurut sebagian ulama. Adapun qunut Nazilah dilakukan ketika kaum Muslimin menghadapi musibah besar, bencana, atau kondisi darurat yang membutuhkan doa bersama.

Perbedaan pelaksanaan doa qunut muncul karena adanya perbedaan pemahaman terhadap hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Sebagian ulama berpendapat bahwa Rasulullah SAW secara rutin membaca doa qunut pada salat Subuh hingga wafat, sedangkan ulama lainnya menilai bahwa qunut dilakukan hanya pada kondisi tertentu, seperti saat terjadi musibah. Oleh sebab itu, masing-masing mazhab memiliki kesimpulan hukum yang berbeda.

Mazhab Syafi’i menetapkan bahwa membaca doa qunut pada salat Subuh hukumnya sunnah ab’adh, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan sehingga apabila terlupa dianjurkan melakukan sujud sahwi. Sementara itu, mazhab Hanafi lebih menekankan qunut pada salat Witir. Mazhab Maliki juga mengenal qunut Subuh meskipun terdapat beberapa perbedaan teknis pelaksanaannya. Adapun mazhab Hanbali lebih mengutamakan qunut Nazilah dibandingkan qunut Subuh secara rutin.

Dari berbagai pendapat tersebut dapat dipahami bahwa doa qunut memiliki dasar hukum yang kuat dalam khazanah fikih Islam. Perbedaan yang ada merupakan hasil ijtihad para ulama berdasarkan dalil-dalil yang mereka pahami. Oleh karena itu, umat Islam hendaknya tidak mudah menyalahkan praktik ibadah orang lain selama masih memiliki landasan syariat yang jelas.

Kapan dan di Mana Posisi Membaca Doa Qunut Saat Salat?

Pertanyaan mengenai kapan dan di mana posisi membaca doa qunut saat salat merupakan hal yang paling sering diajukan oleh umat Islam. Secara umum, mayoritas ulama yang menganjurkan qunut Subuh sepakat bahwa doa tersebut dibaca setelah bangkit dari rukuk pada rakaat kedua. Setelah imam mengucapkan “Sami’allahu liman hamidah” dan makmum menjawab “Rabbana lakal hamd”, barulah doa qunut dibaca sebelum melanjutkan sujud.

Posisi ini memiliki dasar dari sejumlah riwayat yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW pernah membaca qunut setelah rukuk. Oleh karena itu, praktik ini menjadi pedoman utama dalam mazhab Syafi’i yang banyak dianut di Indonesia. Ketika imam membaca doa qunut dengan suara yang dapat didengar, makmum cukup mengaminkan bacaan tersebut hingga selesai.

Pada kondisi tertentu, seperti qunut Nazilah, tata cara pelaksanaannya juga dilakukan setelah rukuk pada rakaat terakhir salat fardu. Perbedaannya terletak pada isi doa yang disesuaikan dengan kondisi yang sedang dihadapi kaum Muslimin. Qunut Nazilah biasanya dibaca ketika terjadi bencana besar, peperangan, wabah, atau musibah yang menimpa umat Islam secara luas.

Sebaliknya, pada mazhab Hanafi, posisi membaca doa qunut dilakukan sebelum rukuk pada rakaat terakhir salat Witir. Perbedaan ini menunjukkan bahwa kapan dan di mana posisi membaca doa qunut saat salat bergantung pada jenis qunut dan mazhab yang diikuti. Oleh sebab itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami praktik yang berlaku sesuai tuntunan ulama yang menjadi rujukannya.

Walaupun terdapat beberapa variasi pelaksanaan, seluruh pendapat tersebut bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa. Sikap saling menghormati terhadap perbedaan ini merupakan bagian dari adab dalam beragama. Selama praktik tersebut memiliki dasar dari Al-Qur’an, hadis, maupun ijtihad ulama yang terpercaya, maka tidak sepatutnya dijadikan alasan untuk memperdebatkan atau menyalahkan sesama Muslim.

Baca juga: Orang yang Boleh Tidak Berpuasa Saat Ramadan, Lengkap dengan Syarat dan Ketentuannya

Perbedaan Posisi Membaca Doa Qunut Menurut Empat Mazhab

Perbedaan pendapat mengenai kapan dan di mana posisi membaca doa qunut saat salat merupakan salah satu contoh keluasan fikih Islam. Para ulama dari empat mazhab besar memiliki dasar dalil dan metode istinbat (penggalian hukum) yang berbeda sehingga menghasilkan praktik ibadah yang tidak selalu sama. Perbedaan ini telah berlangsung sejak masa para ulama terdahulu dan diterima sebagai bagian dari kekayaan khazanah Islam.

Bagi umat Islam, memahami perbedaan tersebut sangat penting agar tidak mudah menganggap praktik ibadah orang lain sebagai sesuatu yang keliru. Selama suatu amalan memiliki landasan dari Al-Qur’an, hadis, maupun pendapat ulama yang kredibel, maka perbedaan tersebut patut dihormati. Berikut penjelasan singkat mengenai posisi doa qunut menurut empat mazhab.

  1. Mazhab Syafi’i
    • Membaca doa qunut pada salat Subuh hukumnya sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan.
    • Posisi membaca doa qunut dilakukan setelah bangkit dari rukuk pada rakaat kedua.
    • Jika terlupa membaca qunut, dianjurkan melakukan sujud sahwi sebelum salam.
  2. Mazhab Hanafi
    • Tidak membaca qunut pada salat Subuh secara rutin.
    • Doa qunut dibaca pada salat Witir sepanjang tahun.
    • Posisi membacanya sebelum rukuk pada rakaat terakhir salat Witir.
  3. Mazhab Maliki
    • Mengenal qunut Subuh sebagai amalan yang dianjurkan.
    • Umumnya dibaca sebelum rukuk pada rakaat kedua, meskipun terdapat riwayat yang membolehkan setelah rukuk.
    • Pelaksanaannya dilakukan dengan suara pelan.
  4. Mazhab Hanbali
    • Tidak membiasakan qunut Subuh setiap hari.
    • Lebih mengutamakan qunut Nazilah ketika terjadi musibah besar.
    • Posisi membaca qunut dilakukan setelah rukuk pada rakaat terakhir salat fardu ketika qunut Nazilah dilaksanakan.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa jawaban atas pertanyaan kapan dan di mana posisi membaca doa qunut saat salat sangat dipengaruhi oleh mazhab yang dijadikan pedoman. Oleh karena itu, umat Islam hendaknya mempelajari pendapat ulama secara utuh sebelum mengambil kesimpulan. Dengan demikian, ibadah dapat dilakukan dengan penuh keyakinan sekaligus tetap menjaga ukhuwah Islamiyah.

Zakat Sebagai Bentuk Kepedulian Sosial dan Penguatan Nilai Kemanusiaan

Tata Cara Membaca Doa Qunut yang Benar Saat Salat

Setelah mengetahui kapan dan di mana posisi membaca doa qunut saat salat, langkah berikutnya adalah memahami tata cara pelaksanaannya agar sesuai dengan tuntunan syariat. Pada praktik yang umum dilakukan di Indonesia, imam membaca doa qunut dengan suara yang terdengar oleh makmum, sedangkan makmum mengikuti dengan mengaminkan doa tersebut.

Selain memperhatikan posisi membaca doa, seorang Muslim juga dianjurkan menjaga kekhusyukan ketika berdoa. Doa qunut bukan sekadar bacaan yang dihafalkan, tetapi merupakan permohonan kepada Allah SWT agar diberikan petunjuk, perlindungan, keberkahan, dan keselamatan. Oleh karena itu, memahami makna doa menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas ibadah.

Berikut tata cara membaca doa qunut yang benar.

  • Berdiri tegak setelah bangkit dari rukuk pada rakaat kedua salat Subuh (menurut mazhab Syafi’i).
  • Mengangkat kedua tangan ketika membaca doa qunut sebagaimana kebiasaan mayoritas ulama.
  • Imam membaca doa dengan suara yang jelas sehingga makmum dapat mengaminkan.
  • Makmum mengucapkan “Aamiin” pada bagian doa yang berisi permohonan.
  • Menjaga ketenangan dan tidak terburu-buru selama membaca doa.
  • Setelah doa selesai, langsung melanjutkan gerakan salat dengan sujud pertama.
  • Jika lupa membaca doa qunut menurut mazhab Syafi’i, dianjurkan melakukan sujud sahwi sebelum salam.

Selain tata cara tersebut, penting pula menjaga adab selama salat. Jangan sampai perhatian hanya tertuju pada hafalan doa, tetapi melupakan kekhusyukan dan penghayatan maknanya. Semakin memahami isi doa qunut, semakin besar pula harapan agar doa tersebut menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Perlu dipahami pula bahwa apabila seseorang menjadi makmum di belakang imam yang tidak membaca doa qunut, maka salatnya tetap sah. Sebaliknya, apabila imam membaca qunut sementara makmum berasal dari mazhab yang tidak membiasakannya, makmum dianjurkan mengikuti imam sebagai bentuk menjaga persatuan dalam berjamaah.

Hikmah Membaca Doa Qunut dalam Kehidupan Seorang Muslim

Membaca doa qunut mengajarkan seorang Muslim untuk senantiasa bergantung kepada Allah SWT dalam setiap keadaan. Isi doa qunut dipenuhi dengan permohonan hidayah, perlindungan, kesehatan, keberkahan, dan keselamatan dari berbagai keburukan. Nilai-nilai tersebut menjadi pengingat bahwa manusia memiliki banyak keterbatasan sehingga selalu membutuhkan pertolongan dari Allah.

Selain memperkuat hubungan dengan Allah SWT, doa qunut juga menjadi sarana melatih kerendahan hati. Ketika seorang Muslim mengangkat tangan dan memohon dengan penuh keikhlasan, ia menyadari bahwa segala nikmat berasal dari Allah semata. Kesadaran ini akan membentuk pribadi yang lebih bersyukur, sabar menghadapi ujian, serta optimis dalam menjalani kehidupan.

Pada akhirnya, memahami kapan dan di mana posisi membaca doa qunut saat salat bukan hanya bertujuan mengetahui tata cara ibadah, tetapi juga menghayati makna di balik doa tersebut. Perbedaan pendapat para ulama hendaknya dijadikan sebagai wawasan yang memperkaya ilmu, bukan sebagai alasan untuk memperdebatkan sesama Muslim. Dengan memahami ilmu fikih secara benar, ibadah akan terasa lebih tenang, khusyuk, dan sesuai dengan tuntunan syariat.

Kesimpulan

Doa qunut merupakan salah satu doa yang memiliki kedudukan penting dalam fikih Islam. Perbedaan pendapat mengenai kapan dan di mana posisi membaca doa qunut saat salat merupakan hasil ijtihad para ulama berdasarkan dalil yang mereka pahami. Dalam mazhab Syafi’i yang banyak dianut di Indonesia, doa qunut dibaca setelah rukuk pada rakaat kedua salat Subuh. Sementara itu, mazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali memiliki ketentuan yang berbeda sesuai dengan landasan hukum masing-masing.

Perbedaan tersebut hendaknya disikapi dengan bijaksana. Selama setiap praktik memiliki dasar syariat yang dapat dipertanggungjawabkan, umat Islam dianjurkan untuk saling menghormati dan tidak menjadikan perbedaan sebagai penyebab perpecahan. Justru dengan memahami berbagai pendapat ulama, wawasan keislaman menjadi semakin luas dan sikap toleransi dalam masalah fikih dapat tumbuh dengan baik.

Dengan mengetahui kapan dan di mana posisi membaca doa qunut saat salat, setiap Muslim diharapkan dapat melaksanakan ibadah dengan lebih yakin, khusyuk, dan sesuai dengan tuntunan yang diyakini. Lebih dari itu, doa qunut menjadi pengingat bahwa setiap manusia selalu membutuhkan pertolongan Allah SWT dalam setiap langkah kehidupan. Oleh karena itu, selain memahami tata caranya, menghayati makna doa qunut juga menjadi bagian penting dalam menyempurnakan kualitas ibadah dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Memahami kapan dan di mana posisi membaca doa qunut saat salat membantu setiap Muslim menjalankan ibadah dengan lebih yakin dan khusyuk. Dengan mempelajari tata cara yang benar serta menghormati perbedaan pendapat ulama, semoga salat kita semakin sempurna dan diterima Allah SWT. Untuk informasi lebih lanjut seputar tuntunan ibadah dan konsultasi keislaman,  hubungi Admin Haqqi Tour.

Recent Listings

  • Paket Umroh Oktober 2023

  • Paket Umroh Oktober 2023

  • Paket Umroh Oktober 2023

Al-Haqqi Tour & Travel

Al-Haqqi adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Jasa Umrah & Haji, Jasa Land Arrangement Saudi, Provider Visa Umrah & Haji Furoda, Paket Umrah Plus, Paket Haji Furoda dan Paket Haji Khusus. Sebuah perusahaan travel yang berkepentingan di Negara yang berpusat di Kingdom of Saudi Arabia.

Kantor Al-Haqqi

Grand Pesona Pandanwangi D 20 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

Kontak Info

• 085174412025
• 085176833398
• alhaqqi.tour@gmail.com

Copyright © 2023 Al-Haqqi Travel