Dalam menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim, kita sering kali fokus pada kewajiban utama seperti shalat lima waktu, puasa Ramadan, membayar zakat, dan melaksanakan haji. Namun, ada bagian penting dari ajaran Islam yang sering kali terabaikan, yaitu amalan sunnah. Padahal, amalan ini memiliki banyak keutamaan dan dapat menjadi jalan untuk menambah pahala serta mendekatkan diri kepada Allah. Ironisnya, banyak amalan sunnah yang dilupakan karena dianggap kecil atau kurang penting.
Artikel ini akan membahas secara lengkap amalan sunnah yang dilupakan, mengapa kita seharusnya menghidupkannya kembali, dan bagaimana cara mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga artikel ini: Panduan Amalan Sebelum Tidur: Menutup Hari dengan Ibadah
Apa Itu Amalan Sunnah?
Amalan sunnah adalah perbuatan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, namun tidak diwajibkan. Jika dilakukan, maka pelakunya akan mendapatkan pahala, dan jika ditinggalkan tidak berdosa. Amalan ini mencerminkan kecintaan kita kepada Rasulullah karena mengikuti jejak dan teladan beliau dalam berbagai aspek kehidupan.
Meskipun tidak wajib, amalan sunnah memiliki nilai yang sangat tinggi di sisi Allah. Ia bisa menjadi pelengkap amalan wajib yang kurang sempurna, serta menambah kedekatan spiritual antara seorang hamba dengan Tuhannya.
Mengapa Amalan Sunnah Sering Dilupakan?
Ada beberapa alasan mengapa amalan sunnah yang dilupakan ini jarang dipraktikkan, di antaranya:
-
- Kurangnya pemahaman akan keutamaan amalan sunnah.
- Fokus berlebihan pada kewajiban tanpa memperhatikan anjuran.
- Kesibukan dunia yang menyita waktu dan perhatian.
- Lingkungan yang kurang mendukung penerapan sunnah.
Padahal, jika kita memahami keutamaannya, maka kita akan termotivasi untuk melakukannya secara rutin dan ikhlas.
Keutamaan Mengamalkan Sunnah Rasulullah SAW
Menghidupkan sunnah Nabi memiliki banyak keutamaan, antara lain:
- Mendapat cinta Allah: “Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosamu’…” (QS. Ali Imran: 31).
- Menambah pahala: Setiap amalan sunnah yang dilakukan menjadi investasi akhirat yang tak ternilai.
- Menjadi pelindung dari kesalahan: Sunnah bisa menjadi pagar yang menjaga dari dosa dan kelalaian.
- Mendapat syafaat Rasulullah di hari kiamat.
Contoh Amalan Sunnah yang Dilupakan Namun Bernilai Tinggi
Berikut ini beberapa amalan sunnah yang dilupakan namun sangat dianjurkan dan berpahala besar:
1. Membaca Doa Sebelum Masuk dan Keluar Rumah
Pengantar:
Banyak dari kita keluar rumah terburu-buru tanpa sempat membaca doa. Padahal doa ini menjadi pelindung dari gangguan setan dan membawa keberkahan dalam aktivitas harian.
Doanya:
- Masuk rumah: “Bismillahi walajna, wa bismillahi kharajna, wa ‘alallahi rabbina tawakkalna.”
- Keluar rumah: “Bismillah, tawakkaltu ‘alallah, laa hawla wa laa quwwata illa billah.”
Keutamaan:
Doa ini menjadi perlindungan dari keburukan dan memperkuat tawakal kepada Allah.
2. Bersiwak atau Menggosok Gigi Sebelum Shalat
Pengantar:
Meski kita rutin menggosok gigi pagi dan malam, bersiwak khusus sebelum shalat adalah sunnah yang memiliki nilai tersendiri.
Hadis:
“Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali akan shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Manfaat:
Selain menjaga kebersihan, bersiwak sebelum shalat menunjukkan kesiapan fisik dan spiritual saat menghadap Allah.
3. Shalat Dhuha
Pengantar:
Shalat dhuha sering terlewat karena kita sibuk dengan pekerjaan atau aktivitas lainnya di pagi hari.
Waktu pelaksanaan:
Antara pukul 7.00 hingga 11.00 siang.
Keutamaan:
- Menjadi sedekah atas seluruh persendian tubuh.
- Dibukakan pintu rezeki.
- Dicintai Allah karena termasuk orang yang banyak mengingat-Nya.
4. Membaca Dzikir Pagi dan Petang
Pengantar:
Dzikir pagi dan petang adalah perlindungan harian yang sering diabaikan. Padahal dzikir ini bisa menjadi pelindung dari penyakit, marabahaya, dan gangguan jin atau sihir.
Contoh dzikir:
- Membaca Ayat Kursi.
- Membaca 3 Qul (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas).
- Doa perlindungan dari kejahatan makhluk.
Keutamaan:
Menjadi penjagaan dari Allah sepanjang hari dan malam.
5. Mengucapkan Salam dan Menjawabnya
Pengantar:
Salam adalah doa keselamatan yang membawa keberkahan dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Sayangnya, di era digital, ucapan salam sering tergantikan oleh “hai” atau “halo.”
Sunnahnya:
- Mengucapkan: “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”
- Menjawab: “Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.”
Keutamaan:
Memberi pahala dan menjadi identitas Muslim sejati.
6. Mengakhirkan Makan Malam Saat Ingin Puasa
Pengantar:
Puasa sunnah seperti Senin-Kamis dan puasa Ayyamul Bidh sangat dianjurkan. Salah satu sunnahnya adalah mengakhirkan sahur agar tubuh lebih kuat dan mendapat pahala tambahan.
Hadis:
“Sahurlah, karena dalam sahur itu terdapat berkah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
7. Menjenguk Orang Sakit
Pengantar:
Kegiatan ini sering dianggap sepele atau tertunda karena kesibukan. Padahal menjenguk orang sakit adalah sunnah yang membawa banyak pahala.
Keutamaan:
- Mendapat doa dari malaikat.
- Menjadi sebab diampuninya dosa.
- Meningkatkan empati dan ukhuwah.
8. Tersenyum Kepada Sesama Muslim
Pengantar:
Tersenyum sering kali dianggap hal biasa. Namun dalam Islam, senyum kepada saudara adalah bentuk sedekah.
Hadis:
“Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.” (HR. Tirmidzi)
Manfaat:
Membuat suasana hati lebih positif dan mempererat hubungan sosial.
9. Berdoa Setelah Wudhu
Pengantar:
Setelah wudhu, banyak dari kita langsung shalat tanpa membaca doa. Padahal ada doa pendek yang jika dibaca, akan dibukakan pintu surga.
Doanya:
“Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh.”
Keutamaan:
Dijanjikan surga bagi yang membacanya dengan ikhlas.
10. Mengucapkan Alhamdulillah Setelah Bersin
Pengantar:
Amalan ini menunjukkan adab dalam Islam yang lengkap, bahkan untuk hal sederhana seperti bersin.
Tata cara:
- Yang bersin mengucap: “Alhamdulillah.”
- Orang yang mendengarnya menjawab: “Yarhamukallah.”
- Lalu dijawab kembali dengan: “Yahdikumullah wa yushlih baalakum.”
Keutamaan:
Menambah kasih sayang antar sesama dan menjadi bagian dari adab Rasulullah.
Tips Menghidupkan Kembali Amalan Sunnah yang Dilupakan
Agar lebih mudah mengamalkan sunnah yang sering terlupakan, berikut beberapa tips praktis:
- Catat dan tempelkan di tempat yang mudah dilihat.
- Pasang pengingat di ponsel untuk dzikir atau shalat sunnah.
- Ajak keluarga atau teman agar saling mengingatkan.
- Niatkan untuk istiqamah, walau hanya satu sunnah dalam sehari.
- Pelajari hadits-hadits ringan tentang sunnah agar termotivasi.
Penutup: Sunnah Bukan Pelengkap, Tapi Penyelamat
Dalam kehidupan modern yang serba cepat, amalan sunnah yang dilupakan bisa menjadi pengingat kita untuk kembali menata hubungan spiritual dengan Allah. Sunnah bukan sekadar pelengkap, tapi penyelamat dan pelindung dalam kehidupan dunia dan akhirat. Mulailah dari yang mudah dan konsisten. Sebab dalam Islam, yang kecil tapi rutin lebih disukai Allah dibanding yang besar tapi jarang dilakukan.
“Barang siapa menghidupkan sunnahku yang telah mati di tengah umatku, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengamalkannya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.” (HR. Tirmidzi)
Bagi Anda yang ingin melakukan wakaf Al-quran Haqqi Tour and Travel menyediakan layanan terpercaya untuk memenuhi ibadah ini. Hubungi Admin Haqqi Tour untuk informasi selengkapnya. Bersama Haqqi, jalani ibadah dengan ketenangan dan kepercayaan, memastikan kewajiban agama tetap terlaksana dengan baik.