
Aqiqah merupakan ibadah sunah muakkadah yang disyariatkan sebagai bentuk syukur kepada Allah atas kelahiran anak. Dalam pelaksanaannya, terdapat ketentuan khusus mengenai jenis dan syarat hewan yang digunakan untuk aqiqah. Mengetahui jenis dan syarat ini penting agar pelaksanaan aqiqah sesuai dengan tuntunan syariat Islam dan tidak menyimpang dari tujuan spiritual maupun sosialnya.
Jenis Hewan yang Dianjurkan dalam Aqiqah
Hewan yang digunakan dalam aqiqah umumnya adalah kambing atau domba. Jenis ini didasarkan pada praktik Rasulullah ﷺ ketika mengaqiqahi cucu beliau, Hasan dan Husain, masing-masing dengan seekor kambing.
Meskipun sapi dan unta dibolehkan dalam beberapa pendapat, mayoritas ulama lebih menguatkan kambing atau domba karena kesesuaiannya dengan sunnah. Jenis kambing yang digunakan bisa kambing kacang, gibas, jawa, atau jenis lain yang memenuhi syarat syariat.
Jumlah Hewan Aqiqah untuk Anak Laki-laki dan Perempuan
Sesuai dengan hadits Rasulullah ﷺ, jumlah hewan aqiqah dibedakan antara anak laki-laki dan perempuan:
- Anak laki-laki: dua ekor kambing
- Anak perempuan: satu ekor kambing
Namun jika orang tua hanya mampu menyembelih satu ekor untuk anak laki-laki, maka tetap diperbolehkan dan ibadahnya sah. Islam tidak memberatkan, dan aqiqah bukanlah kewajiban mutlak seperti zakat atau puasa Ramadan.
Baca juga : Waktu Pelaksanaan Aqiqah yang Sesuai Syariat: Pedoman Lengkap dan Praktis
Usia Hewan yang Layak untuk Aqiqah
Syarat usia hewan aqiqah merujuk pada syarat hewan qurban. Untuk kambing, usia minimalnya adalah satu tahun dan telah berganti gigi (jadza’ah). Sedangkan untuk domba, sebagian ulama membolehkan usia minimal enam bulan jika sudah terlihat sehat dan besar layaknya domba satu tahun.
Usia ini menjadi indikator kedewasaan hewan agar dagingnya cukup untuk dimanfaatkan dan sebagai bentuk penghormatan terhadap ibadah.
Kondisi Fisik Hewan Aqiqah
Salah satu syarat penting dalam aqiqah adalah hewan harus dalam kondisi sehat, tidak cacat, dan layak disembelih. Beberapa cacat yang membuat hewan tidak sah untuk aqiqah antara lain:
- Buta sebelah atau total
- Sakit yang jelas terlihat
- Pincang
- Sangat kurus hingga tidak berdaging
Kesempurnaan fisik hewan menjadi simbol kesungguhan dalam beribadah kepada Allah. Memberikan yang terbaik dalam aqiqah menunjukkan rasa syukur yang tulus.
Baca juga : Pemanfaatan Daging Qurban dalam Kehidupan Sosial dan Keagamaan
Larangan Menjual Bagian dari Hewan Aqiqah
Dalam aqiqah, tidak diperbolehkan menjual bagian mana pun dari hewan yang disembelih, termasuk daging, tulang, kulit, atau tanduk. Bahkan upah tukang sembelih tidak boleh diambil dari bagian hewan tersebut.
Larangan ini bertujuan menjaga kesucian nilai ibadah dan mencegah percampuran dengan transaksi duniawi. Semua bagian hewan harus dimanfaatkan secara sosial, diberikan kepada keluarga, kerabat, tetangga, atau kaum dhuafa.
Sunnah dalam Penyembelihan Aqiqah
Beberapa adab dan sunnah dalam penyembelihan aqiqah antara lain:
- Menyebut nama anak saat penyembelihan
- Mengucapkan basmalah dan takbir
- Membaca doa: “Bismillah, Allahumma laka wa ilaika aqiqatu fulan.”
- Menyembelih pada hari ketujuh setelah kelahiran, atau hari ke-14, atau ke-21 jika belum sempat
Penyembelihan yang mengikuti sunnah tidak hanya membawa keberkahan, tetapi juga memperkuat makna spiritual dari ibadah aqiqah.

Distribusi Daging Aqiqah
Daging aqiqah sebaiknya dimasak terlebih dahulu sebelum dibagikan. Hal ini berbeda dengan qurban yang dianjurkan dibagikan dalam kondisi mentah. Daging aqiqah dapat diberikan kepada:
- Keluarga besar
- Tetangga
- Fakir miskin
- Teman atau kerabat
Membagikan dalam keadaan matang merupakan bentuk jamuan, mempererat silaturahmi, serta mencerminkan rasa syukur dalam bentuk nyata.
Hikmah di Balik Pemilihan Hewan Aqiqah
Islam memilih hewan seperti kambing dan domba dalam aqiqah bukan tanpa sebab. Hewan ini:
- Mudah didapatkan dan relatif murah
- Tidak merepotkan dalam perawatan dan penyembelihan
- Memiliki nilai gizi tinggi
- Simbol kesederhanaan dan pengorbanan
Selain itu, dengan menyembelih hewan dan membagikan dagingnya, aqiqah menjadi media berbagi rezeki dan memperkuat nilai sosial dalam masyarakat Muslim.
Penutup
Jenis dan syarat hewan aqiqah bukan hanya sekadar aturan teknis, namun sarat akan makna dan hikmah. Islam mengajarkan bahwa dalam setiap ibadah, termasuk aqiqah, terdapat nilai pengorbanan, kasih sayang, serta kepedulian sosial. Dengan memahami dan menjalankan syarat-syarat hewan aqiqah sesuai tuntunan, orang tua tidak hanya melaksanakan tradisi sunnah, tetapi juga menunjukkan rasa syukur kepada Allah atas amanah seorang anak yang lahir ke dunia. Semoga setiap langkah ibadah aqiqah menjadi pintu keberkahan bagi keluarga dan masyarakat.
Bagi Anda yang ingin melakukan wakaf Al-quran Haqqi Tour and Travel menyediakan layanan terpercaya untuk memenuhi ibadah ini. Hubungi Admin Haqqi Tour untuk informasi selengkapnya. Bersama Haqqi, jalani ibadah dengan ketenangan dan kepercayaan, memastikan kewajiban agama tetap terlaksana dengan baik.