alhaqqi.tour@gmail.com

0851-7441-2025

0851-7683-3398

0851-7441-2025

0851-7683-3398

Jumlah Rakaat Sholat Dhuha yang Dianjurkan Rasulullah

jumlah rakaat sholat dhuha

Jumlah Rakaat Sholat Dhuha yang Dianjurkan Rasulullah

Sholat Dhuha merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa dalam Islam. Dikerjakan pada waktu pagi hingga menjelang siang, sholat ini sering disebut sebagai “sholat pembuka pintu rezeki” karena banyaknya keutamaan yang dijelaskan dalam hadis-hadis Rasulullah ﷺ. Namun, di tengah banyaknya anjuran untuk mengerjakannya, masih banyak umat Muslim yang bertanya-tanya: berapa sebenarnya jumlah rakaat sholat Dhuha yang dianjurkan Rasulullah?

Pertanyaan ini sangat penting karena berkaitan dengan kesempurnaan ibadah yang kita lakukan. Tidak sedikit orang yang mengerjakan sholat Dhuha tanpa mengetahui jumlah rakaat minimal, maksimal, maupun yang paling utama sesuai sunnah. Padahal, memahami jumlah rakaat sholat Dhuha yang dianjurkan Rasulullah akan membantu kita menjalankan ibadah ini dengan lebih yakin dan sesuai tuntunan.

Artikel ini akan membahas secara lengkap dan mendalam tentang jumlah rakaat sholat Dhuha yang dianjurkan Rasulullah, disertai dalil Al-Qur’an dan hadis shahih dari sumber terpercaya. Selain itu, pembahasan juga akan mengulas keutamaan, variasi jumlah rakaat, hingga praktik terbaik dalam mengamalkannya.

Pengertian dan Dasar Hukum Sholat Dhuha

Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada waktu dhuha, yaitu ketika matahari mulai naik setinggi tombak hingga sebelum masuk waktu Dzuhur. Secara umum, waktu ini dimulai sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit.

Dalam Al-Qur’an, keutamaan waktu dhuha disebutkan dalam Surah Ad-Dhuha ayat 1–2:

وَالضُّحٰىۙ‏ ١ وَالَّيۡلِ اِذَا سَجٰىۙ‏ ٢

“Demi waktu dhuha, dan demi malam apabila telah sunyi.”
(QS. Ad-Dhuha: 1–2)

Ayat ini menunjukkan bahwa waktu dhuha adalah waktu yang istimewa, hingga Allah bersumpah dengannya. Para ulama menafsirkan bahwa waktu dhuha merupakan waktu penuh keberkahan dan ketenangan.
Selain itu, dasar hukum sholat Dhuha juga diperkuat dengan hadis Rasulullah ﷺ. Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah bersabda:

“Pada setiap pagi, setiap ruas tulang salah seorang di antara kalian wajib bersedekah… dan semua itu dapat dicukupi dengan dua rakaat sholat Dhuha.”
(HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa sholat Dhuha minimal dua rakaat sudah memiliki nilai sedekah yang besar. Ini menjadi dasar bahwa sholat Dhuha sangat dianjurkan (sunnah muakkad menurut sebagian ulama).

Lebih lanjut, Rasulullah ﷺ juga dikenal sebagai sosok yang rutin mengerjakan sholat Dhuha, meskipun dalam jumlah rakaat yang bervariasi. Hal ini menunjukkan fleksibilitas dalam pelaksanaannya, namun tetap dalam koridor sunnah.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sholat Dhuha memiliki dasar yang kuat baik dari Al-Qur’an maupun hadis, serta menjadi salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk diamalkan setiap hari.

Baca juga: Tata Cara Sholat Fajar yang Benar Sesuai Sunnah

Jumlah Rakaat Sholat Dhuha yang Dianjurkan Rasulullah

Pertanyaan utama dalam pembahasan ini adalah: berapa jumlah rakaat sholat Dhuha yang dianjurkan Rasulullah?

Dalam berbagai hadis, disebutkan bahwa jumlah rakaat sholat Dhuha tidak hanya satu angka, melainkan memiliki variasi. Berikut penjelasan lengkapnya:

Jumlah rakaat minimal sholat Dhuha adalah dua rakaat. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Muslim yang telah disebutkan sebelumnya. Dua rakaat ini sudah cukup untuk mendapatkan keutamaan sebagai pengganti sedekah seluruh persendian tubuh.

Dalam hadis lain, Rasulullah ﷺ disebutkan mengerjakan sholat Dhuha sebanyak empat rakaat. Dalam riwayat Aisyah radhiyallahu ‘anha:

“Rasulullah ﷺ biasa mengerjakan sholat Dhuha empat rakaat, dan beliau menambah sesuai kehendak Allah.”
(HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa empat rakaat adalah jumlah yang sering dikerjakan Rasulullah, sekaligus membuka kemungkinan untuk menambah rakaat.

Terdapat pula riwayat bahwa Rasulullah pernah mengerjakan sholat Dhuha hingga delapan rakaat. Hal ini disebutkan dalam hadis ketika beliau menaklukkan Makkah:

“Rasulullah ﷺ sholat Dhuha delapan rakaat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Sebagian ulama menyebutkan bahwa jumlah maksimal sholat Dhuha adalah dua belas rakaat, berdasarkan hadis:

“Barang siapa yang mengerjakan sholat Dhuha dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga.”
(HR. Tirmidzi, dinilai hasan oleh sebagian ulama)

Dari seluruh riwayat tersebut, dapat disimpulkan bahwa jumlah rakaat sholat Dhuha yang dianjurkan Rasulullah bersifat fleksibel, dengan rentang 2 hingga 12 rakaat, dengan kelipatan dua rakaat.

Dengan memahami variasi ini, umat Muslim dapat menyesuaikan dengan kemampuan dan waktu yang dimiliki, tanpa merasa terbebani.

Keutamaan Sholat Dhuha dalam Kehidupan Sehari-hari

Sholat Dhuha bukan sekadar ibadah sunnah biasa, tetapi memiliki banyak keutamaan yang berdampak langsung pada kehidupan seorang Muslim.

Berikut beberapa keutamaan sholat Dhuha:

  • Mendapat pahala sedekah seluruh tubuh
    Seperti disebutkan dalam hadis HR. Muslim, dua rakaat Dhuha setara dengan sedekah untuk seluruh persendian tubuh.
  • Membuka pintu rezeki
    Dalam hadis qudsi, Allah berfirman:
    “Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat rakaat di awal siang (Dhuha), niscaya Aku cukupkan kebutuhanmu di akhir hari.”
    (HR. Ahmad)
  • Mendapat rumah di surga
    Bagi yang rutin mengerjakan 12 rakaat, dijanjikan rumah di surga.
  • Menghapus dosa
    Rasulullah ﷺ bersabda:
    “Barang siapa yang menjaga sholat Dhuha, maka dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.”
    (HR. Tirmidzi)
  • Menjadi amalan orang-orang yang kembali kepada Allah (Awwabin)
    Sholat Dhuha juga disebut sebagai sholatnya orang-orang yang taat dan kembali kepada Allah.

Keutamaan-keutamaan ini menunjukkan bahwa sholat Dhuha memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi dan berdampak luas dalam kehidupan.

Zakat Sebagai Bentuk Kepedulian Sosial dan Penguatan Nilai Kemanusiaan

Tata Cara dan Waktu Pelaksanaan Sholat Dhuha

Selain mengetahui jumlah rakaat sholat Dhuha yang dianjurkan Rasulullah, penting juga memahami tata cara pelaksanaannya.

Berikut penjelasannya:

Waktu pelaksanaan

  • Dimulai sekitar 15 menit setelah matahari terbit
  • Berakhir sebelum masuk waktu Dzuhur
  • Waktu terbaik: ketika matahari mulai terasa panas (sekitar pukul 09.00–10.00)

Jumlah rakaat

  • Minimal: 2 rakaat
  • Umum: 4 rakaat
  • Maksimal: 12 rakaat

Dilakukan per dua rakaat

  • Salam setiap dua rakaat

Niat dalam hati

  • Tidak perlu dilafalkan secara khusus

Bacaan surat

Setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca:

  • QS. Asy-Syams
  • QS. Ad-Dhuha
  • Namun boleh membaca surat apa saja

Dalil terkait bacaan ini berasal dari anjuran ulama yang merujuk pada kesesuaian tema waktu dhuha dalam Al-Qur’an.

Dengan memahami tata cara ini, sholat Dhuha dapat dilakukan dengan lebih khusyuk dan sesuai sunnah.

Praktik Terbaik Mengamalkan Sholat Dhuha Secara Konsisten

Mengamalkan sholat Dhuha secara konsisten membutuhkan niat yang kuat dan strategi yang tepat. Tidak cukup hanya mengetahui jumlah rakaat sholat Dhuha yang dianjurkan Rasulullah, tetapi juga bagaimana menjadikannya sebagai kebiasaan harian.

  • Mulailah dari jumlah ringan, misalnya dua rakaat setiap pagi. Konsistensi lebih utama daripada jumlah banyak tetapi jarang dilakukan. Rasulullah ﷺ bersabda:
    “Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit.”
    (HR. Bukhari dan Muslim)
  • Tentukan waktu khusus setiap hari. Misalnya setelah sarapan atau sebelum memulai aktivitas. Dengan jadwal yang tetap, sholat Dhuha akan menjadi rutinitas yang mudah dijaga.
  • Pahami keutamaannya agar motivasi tetap terjaga. Ketika seseorang menyadari bahwa sholat Dhuha dapat membuka rezeki, menghapus dosa, dan mendatangkan keberkahan, maka ia akan lebih semangat menjaganya.

Kesimpulan

Jumlah rakaat sholat Dhuha yang dianjurkan Rasulullah memiliki fleksibilitas yang luas, yaitu minimal 2 rakaat hingga maksimal 12 rakaat, dengan praktik yang paling sering dilakukan adalah 4 rakaat. Variasi ini menunjukkan kemudahan dalam Islam, sehingga setiap Muslim dapat menyesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Didukung oleh dalil Al-Qur’an dalam QS. Ad-Dhuha serta berbagai hadis shahih dari HR. Muslim, Bukhari, dan Tirmidzi, sholat Dhuha terbukti memiliki keutamaan yang luar biasa, mulai dari pahala sedekah, pembuka rezeki, hingga jaminan rumah di surga.

Dengan memahami jumlah rakaat sholat Dhuha yang dianjurkan Rasulullah dan mengamalkannya secara konsisten, kita tidak hanya menjalankan sunnah, tetapi juga membuka pintu keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.

Sholat dhuha adalah amalan sunnah yang menghadirkan ketenangan dan keberkahan di pagi hari. Dengan menjaganya, hati lebih damai dan aktivitas terasa lebih ringan. Untuk panduan lebih lanjut, hubungi Admin Haqqi Tour.

Recent Listings

  • Paket Umroh Oktober 2023

  • Paket Umroh Oktober 2023

  • Paket Umroh Oktober 2023

Al-Haqqi Tour & Travel

Al-Haqqi adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Jasa Umrah & Haji, Jasa Land Arrangement Saudi, Provider Visa Umrah & Haji Furoda, Paket Umrah Plus, Paket Haji Furoda dan Paket Haji Khusus. Sebuah perusahaan travel yang berkepentingan di Negara yang berpusat di Kingdom of Saudi Arabia.

Kantor Al-Haqqi

Grand Pesona Pandanwangi D 20 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

Kontak Info

• 085174412025
• 085176833398
• alhaqqi.tour@gmail.com

Copyright © 2023 Al-Haqqi Travel