Keutamaan berqurban merupakan salah satu pembahasan penting dalam Islam yang selalu menjadi perhatian umat Muslim menjelang Hari Raya Idul Adha. Ibadah qurban bukan sekadar penyembelihan hewan, melainkan bentuk ketaatan kepada Allah SWT yang mengandung nilai spiritual, sosial, dan kemanusiaan yang sangat besar. Melalui ibadah ini, seorang Muslim diajarkan untuk mengutamakan perintah Allah di atas kepentingan pribadi serta menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama.
Qurban telah menjadi syariat yang diwariskan sejak zaman Nabi Ibrahim AS. Kisah pengorbanan Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail AS, menjadi teladan sepanjang masa mengenai kepatuhan total kepada Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam memperingati peristiwa tersebut setiap tanggal 10 Dzulhijjah dengan melaksanakan ibadah qurban.
Selain sebagai bentuk ibadah, qurban juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat. Daging qurban yang dibagikan kepada fakir miskin dan masyarakat sekitar menjadi wujud nyata kepedulian terhadap sesama. Inilah salah satu hikmah besar di balik ibadah qurban yang menjadikannya begitu istimewa dalam ajaran Islam.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Kautsar ayat 2:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ ٢
“Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).” (QS. Al-Kautsar: 2)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa qurban merupakan ibadah yang memiliki kedudukan mulia di sisi Allah SWT. Oleh sebab itu, memahami keutamaan berqurban dan hikmah besar di balik ibadah ini akan semakin memotivasi umat Islam untuk melaksanakannya dengan penuh keikhlasan.
Pengertian dan Dasar Hukum Qurban dalam Islam
Qurban berasal dari kata Arab qarraba yang berarti mendekatkan diri. Dalam istilah syariat, qurban adalah menyembelih hewan tertentu pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyrik sebagai bentuk ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah ini memiliki landasan yang kuat dalam Al-Qur’an, hadits, dan ijma ulama.
Dasar hukum qurban terdapat dalam Surah Al-Hajj ayat 34:
وَلِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۗ فَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ فَلَهٗٓ اَسْلِمُوْاۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِيْنَۙ ٣٤
“Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak.” (QS. Al-Hajj: 34)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa syariat qurban telah ada sejak umat-umat terdahulu. Namun, dalam Islam, tata cara dan ketentuannya telah disempurnakan sesuai ajaran Rasulullah SAW.
Mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum qurban adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan bagi Muslim yang mampu. Bahkan sebagian ulama dari mazhab Hanafi berpendapat bahwa qurban hukumnya wajib bagi orang yang memiliki kemampuan finansial.
Rasulullah SAW senantiasa melaksanakan qurban setiap tahun. Dalam sebuah hadits disebutkan:
“Nabi SAW berqurban dengan dua ekor kambing yang bertanduk, berwarna putih bercampur hitam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Konsistensi Rasulullah SAW dalam melaksanakan qurban menjadi bukti bahwa ibadah ini memiliki keutamaan yang sangat besar. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk mengikuti sunnah beliau sebagai bentuk kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Baca juga: Hadits Marfu Paling Sering Muncul dalam Kajian Islam
Keutamaan Berqurban bagi Seorang Muslim
Salah satu keutamaan berqurban adalah sebagai amalan yang sangat dicintai Allah SWT pada hari Idul Adha. Tidak banyak ibadah yang secara khusus mendapatkan keutamaan besar sebagaimana qurban.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada amalan yang dilakukan anak Adam pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai Allah daripada mengalirkan darah (hewan qurban).”
(HR. Tirmidzi)
Hadits tersebut menunjukkan betapa besar nilai ibadah qurban di sisi Allah SWT. Setiap tetes darah hewan qurban menjadi saksi ketaatan seorang hamba kepada Rabb-nya.
Keutamaan berqurban berikutnya adalah mendapatkan pahala yang sangat besar. Dalam riwayat disebutkan bahwa setiap helai bulu hewan qurban bernilai pahala bagi orang yang melaksanakannya. Walaupun kualitas hadits mengenai bulu qurban diperselisihkan, para ulama sepakat bahwa pahala qurban sangatlah besar.
Selain pahala, qurban juga menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil. Ketika seseorang berqurban dengan ikhlas, ia menunjukkan ketundukan dan kecintaannya kepada Allah SWT. Keikhlasan inilah yang menjadi jalan menuju rahmat dan ampunan-Nya.
Lebih dari itu, qurban merupakan simbol ketakwaan. Allah SWT menegaskan dalam Surah Al-Hajj ayat 37:
لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ ٣٧
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.” (QS. Al-Hajj: 37)
Ayat ini menjelaskan bahwa inti ibadah qurban bukanlah pada hewannya semata, melainkan ketakwaan dan keikhlasan yang ada di dalam hati pelakunya.
Hikmah Spiritual di Balik Ibadah Qurban
Ibadah qurban mengandung banyak hikmah spiritual yang mampu meningkatkan kualitas keimanan seorang Muslim. Hikmah tersebut antara lain:
Meneladani Ketaatan Nabi Ibrahim AS
Nabi Ibrahim AS menunjukkan kepatuhan luar biasa ketika diperintahkan Allah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS. Kisah ini diabadikan dalam Surah Ash-Shaffat ayat 102-107 dan menjadi dasar syariat qurban.
Melatih Keikhlasan
- Mengorbankan harta terbaik demi Allah SWT.
- Menghilangkan sifat riya dan pamer.
- Menumbuhkan rasa syukur atas nikmat rezeki.
Meningkatkan Ketakwaan
- Membiasakan diri menaati perintah Allah.
- Menjadikan ibadah sebagai prioritas utama.
- Menguatkan hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Mengikis Sifat Cinta Dunia Berlebihan
- Mengajarkan bahwa harta hanyalah titipan.
- Membiasakan berbagi kepada sesama.
- Menumbuhkan sikap zuhud dan sederhana.
Melalui hikmah-hikmah tersebut, qurban menjadi sarana pendidikan ruhani yang sangat efektif bagi setiap Muslim.

Hikmah Sosial dan Kemanusiaan dari Ibadah Qurban
Selain manfaat spiritual, qurban juga memiliki dampak sosial yang sangat besar bagi masyarakat.
Qurban merupakan bentuk nyata solidaritas sosial dalam Islam. Ketika daging qurban dibagikan kepada masyarakat, terutama fakir miskin, maka tercipta rasa persaudaraan dan kebersamaan yang kuat.
Beberapa hikmah sosial qurban antara lain:
Membantu Kaum Dhuafa
- Memberikan kesempatan kepada mereka menikmati daging.
- Mengurangi kesenjangan sosial.
- Menumbuhkan kebahagiaan di hari raya.
Mempererat Ukhuwah Islamiyah
- Menumbuhkan rasa persaudaraan.
- Memperkuat hubungan antarwarga.
- Mengurangi konflik sosial.
Menumbuhkan Kepedulian Sosial
- Melatih empati terhadap sesama.
- Membiasakan budaya berbagi.
- Menghidupkan semangat gotong royong.
Menggerakkan Perekonomian Umat
- Meningkatkan permintaan hewan ternak.
- Membantu peternak lokal.
- Menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Melalui berbagai manfaat tersebut, qurban menjadi ibadah yang tidak hanya bernilai pribadi, tetapi juga memberikan dampak luas bagi kehidupan sosial umat Islam.
Cara Memaksimalkan Keutamaan Berqurban
Agar keutamaan berqurban dapat diraih secara maksimal, seorang Muslim perlu memperhatikan beberapa hal penting dalam pelaksanaannya.
- Memilih hewan qurban yang terbaik dan memenuhi syarat syariat. Hewan harus sehat, cukup umur, dan bebas dari cacat yang mengurangi kualitasnya. Memilih hewan terbaik menunjukkan kesungguhan seorang hamba dalam beribadah kepada Allah SWT.
- Meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT. Jangan sampai qurban dilakukan karena gengsi, pujian manusia, atau tujuan duniawi lainnya. Keikhlasan merupakan kunci diterimanya seluruh amal ibadah.
- Memahami bahwa qurban adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah dan membantu sesama. Dengan niat yang benar serta pelaksanaan yang sesuai syariat, seorang Muslim akan memperoleh pahala, keberkahan hidup, dan peningkatan ketakwaan yang menjadi tujuan utama dari ibadah qurban.
Dalil-Dalil Utama Tentang Qurban
Dari Al-Qur’an
Surah Al-Kautsar Ayat 2
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ ٢
“Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah.”
Surah Al-Hajj Ayat 34
وَلِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۗ فَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ فَلَهٗٓ اَسْلِمُوْاۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِيْنَۙ ٣٤
“Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban).”
Surah Al-Hajj Ayat 37
لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ ٣٧
“Yang sampai kepada Allah adalah ketakwaan kamu.”
Surah Ash-Shaffat Ayat 102-107
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعۡىَ قَالَ يٰبُنَىَّ اِنِّىۡۤ اَرٰى فِى الۡمَنَامِ اَنِّىۡۤ اَذۡبَحُكَ فَانْظُرۡ مَاذَا تَرٰىؕ قَالَ يٰۤاَبَتِ افۡعَلۡ مَا تُؤۡمَرُ سَتَجِدُنِىۡۤ اِنۡ شَآءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيۡنَ ١٠٢ فَلَمَّاۤ اَسۡلَمَا وَتَلَّهٗ لِلۡجَبِيۡنِۚ ١٠٣ وَنَادَيۡنٰهُ اَنۡ يّٰۤاِبۡرٰهِيۡمُۙ ١٠٤ قَدۡ صَدَّقۡتَ الرُّءۡيَا ۚ اِنَّا كَذٰلِكَ نَجۡزِى الۡمُحۡسِنِيۡنَ ١٠٥ اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الۡبَلٰٓؤُا الۡمُبِيۡنُ ١٠٦ وَفَدَيۡنٰهُ بِذِبۡحٍ عَظِيۡمٍ ١٠٧
Menjelaskan kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang menjadi asal-usul syariat qurban.
Dari Hadits Shahih
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada amalan yang dilakukan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah daripada mengalirkan darah (hewan qurban).”
(HR. Tirmidzi)
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Barang siapa memiliki kelapangan rezeki tetapi tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.”
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Kesimpulan
Keutamaan berqurban tidak hanya terletak pada pahala besar yang dijanjikan Allah SWT, tetapi juga pada hikmah spiritual dan sosial yang terkandung di dalamnya. Melalui ibadah qurban, seorang Muslim belajar tentang keikhlasan, ketakwaan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama.
Qurban merupakan syariat yang diwariskan dari keteladanan Nabi Ibrahim AS dan terus dijaga oleh Rasulullah SAW. Oleh karena itu, setiap Muslim yang memiliki kemampuan hendaknya berusaha melaksanakan ibadah ini sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan mengikuti sunnah Nabi.
Pada akhirnya, qurban bukan sekadar penyembelihan hewan, melainkan manifestasi ketakwaan yang membawa keberkahan bagi pelakunya dan manfaat besar bagi masyarakat. Dengan memahami keutamaan berqurban dan hikmah besar di balik ibadah ini, semoga kita semakin termotivasi untuk menjadikannya sebagai amalan rutin yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Qurban adalah ibadah yang mengajarkan keikhlasan, kepedulian, dan rasa syukur kepada Allah. Dengan melaksanakannya, hati menjadi lebih dekat kepada-Nya dan kebersamaan dengan sesama semakin erat. Untuk panduan lebih lanjut, hubungi Admin Haqqi Tour.