alhaqqi.tour@gmail.com

0851-7441-2025

0851-7683-3398

0851-7441-2025

0851-7683-3398

Masih Bingung tentang Zakat An’am? Simak Penjelasan Ini

sedekah harian

Masih Bingung tentang Zakat An’am? Simak Penjelasan Ini

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki kedudukan sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim. Selain zakat fitrah dan zakat mal, terdapat jenis zakat lain yang wajib diketahui oleh para pemilik hewan ternak, yaitu zakat an’am. Sayangnya, masih banyak umat Islam yang belum memahami secara benar mengenai zakat an’am, mulai dari pengertiannya, syarat wajibnya, hingga perhitungan nisab dan kadar zakat yang harus dikeluarkan.

Secara bahasa, an’am berarti hewan ternak. Dalam kajian fikih, zakat an’am adalah zakat yang dikenakan atas hewan ternak tertentu yang telah memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan syariat. Hewan yang termasuk dalam kategori ini adalah unta, sapi atau kerbau, serta kambing atau domba.

Pemahaman mengenai zakat an’am sangat penting, terutama bagi masyarakat yang memiliki usaha peternakan atau memelihara hewan dalam jumlah besar. Dengan mengetahui ketentuan zakat an’am, seorang Muslim dapat menunaikan kewajibannya secara benar sekaligus membersihkan hartanya sesuai tuntunan Islam.

Allah SWT telah menjelaskan kewajiban zakat dalam berbagai ayat Al-Qur’an. Salah satunya terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 43:

“Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” (QS. Al-Baqarah: 43)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa zakat memiliki kedudukan yang sangat penting, bahkan sering disebutkan berdampingan dengan perintah salat. Oleh karena itu, memahami zakat an’am merupakan bagian dari upaya menjalankan syariat Islam secara sempurna.

Pengertian Zakat An’am dan Dasar Hukumnya

Zakat an’am adalah zakat yang dikenakan pada hewan ternak tertentu yang telah mencapai nisab dan memenuhi syarat haul. Para ulama sepakat bahwa zakat ini termasuk zakat yang wajib ditunaikan apabila syarat-syaratnya terpenuhi.

Dalam literatur fikih, hewan yang wajib dizakati meliputi unta, sapi, kerbau, kambing, dan domba. Hewan-hewan tersebut memiliki ketentuan nisab yang berbeda-beda sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ.

Dasar kewajiban zakat an’am tidak hanya terdapat dalam Al-Qur’an, tetapi juga dijelaskan secara rinci dalam hadis-hadis sahih. Salah satu hadis yang menjadi landasan utama berasal dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma mengenai surat ketetapan zakat yang ditulis Rasulullah ﷺ dan digunakan oleh para khalifah setelah beliau.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Pada kambing yang digembalakan, apabila jumlahnya empat puluh sampai seratus dua puluh ekor, zakatnya seekor kambing.”
(HR. Bukhari)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa Islam telah mengatur secara detail mengenai zakat hewan ternak. Ketentuan ini menjadi bukti bahwa syariat Islam tidak hanya mengatur ibadah mahdhah, tetapi juga aspek ekonomi dan sosial masyarakat.

Baca juga: Hadits Mursal dalam Kajian Islam yang Sedang Trending

Syarat-Syarat Wajib Zakat An’am

Agar zakat an’am menjadi wajib, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh pemilik ternak. Syarat pertama adalah kepemilikan sempurna. Hewan ternak tersebut harus benar-benar menjadi milik seseorang dan berada dalam kekuasaannya.

Syarat kedua adalah mencapai nisab. Nisab merupakan batas minimal jumlah hewan ternak yang menyebabkan zakat menjadi wajib. Apabila jumlah ternak belum mencapai nisab, maka tidak ada kewajiban zakat.

Syarat ketiga adalah telah berlalu satu tahun hijriah atau haul. Ketentuan haul menunjukkan bahwa zakat an’am tidak dikeluarkan setiap saat, melainkan setelah kepemilikan ternak berlangsung selama satu tahun penuh.

Syarat keempat adalah hewan tersebut digembalakan di padang rumput yang mubah pada sebagian besar waktu dalam setahun. Dalam istilah fikih, hewan seperti ini disebut sa’imah. Ketentuan ini menjadi salah satu syarat yang banyak dijelaskan oleh para ulama.

Syarat kelima adalah hewan ternak tidak digunakan sebagai alat kerja utama, seperti membajak sawah atau mengangkut barang secara rutin. Apabila digunakan untuk bekerja, sebagian ulama berpendapat tidak dikenakan zakat an’am, melainkan mengikuti ketentuan lain sesuai penggunaannya.

Nisab dan Kadar Zakat An’am yang Harus Diketahui

Memahami nisab zakat an’am sangat penting agar seorang Muslim dapat mengetahui kapan kewajiban zakat mulai berlaku.

Nisab Kambing atau Domba

Kambing dan domba memiliki ketentuan nisab sebagai berikut:

  • 40–120 ekor: zakat 1 ekor kambing
  • 121–200 ekor: zakat 2 ekor kambing
  • 201–300 ekor: zakat 3 ekor kambing
  • Lebih dari 300 ekor: setiap tambahan 100 ekor, zakatnya 1 ekor kambing

Ketentuan ini berdasarkan hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

Nisab Sapi atau Kerbau

Untuk sapi dan kerbau, ketentuannya adalah:

  • 30 ekor: zakat 1 ekor tabi’ (sapi berusia satu tahun)
  • 40 ekor: zakat 1 ekor musinnah (sapi berusia dua tahun)

Jumlah yang lebih besar mengikuti kombinasi kelipatan 30 dan 40.

Nisab Unta

Unta memiliki ketentuan yang lebih rinci, antara lain:

  • 5 ekor unta: zakat 1 ekor kambing
  • 10 ekor unta: zakat 2 ekor kambing
  • 15 ekor unta: zakat 3 ekor kambing
  • 20 ekor unta: zakat 4 ekor kambing
  • 25 ekor unta: zakat 1 ekor bintu makhadh

Ketentuan tersebut berasal dari surat zakat Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan dalam hadis sahih.

Hikmah Penetapan Nisab

  • Menjaga keadilan bagi pemilik ternak.
  • Menghindari beban berlebihan bagi peternak kecil.
  • Mendorong pemerataan ekonomi.
  • Membantu golongan yang membutuhkan.
  • Menumbuhkan rasa syukur atas nikmat Allah SWT.

Zakat Sebagai Bentuk Kepedulian Sosial dan Penguatan Nilai Kemanusiaan

Hikmah dan Manfaat Zakat An’am dalam Kehidupan

Zakat an’am bukan sekadar kewajiban finansial, tetapi memiliki hikmah yang sangat luas bagi individu maupun masyarakat.

Membersihkan Harta

Allah SWT berfirman:

خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ ۝١٠٣

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka.” (QS. At-Taubah: 103)

Melalui zakat an’am, harta menjadi lebih berkah dan terhindar dari hak orang lain yang masih melekat di dalamnya.

Menumbuhkan Kepedulian Sosial

Manfaat zakat an’am antara lain:

  • Membantu fakir dan miskin.
  • Mengurangi kesenjangan sosial.
  • Membangun solidaritas umat.
  • Menumbuhkan rasa empati.
  • Memperkuat ukhuwah Islamiyah.

Meningkatkan Keberkahan Rezeki

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Harta tidak akan berkurang karena sedekah.” (HR. Muslim)

Para ulama menjelaskan bahwa keberkahan yang diberikan Allah kepada orang yang menunaikan zakat jauh lebih besar daripada nilai harta yang dikeluarkan.

Mendukung Perekonomian Umat

  • Membantu distribusi kekayaan secara merata.
  • Mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
  • Menjadi sumber bantuan bagi kelompok rentan.
  • Mengurangi tingkat kemiskinan.
  • Menumbuhkan stabilitas sosial.

Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Zakat An’am

Masih banyak masyarakat yang belum memahami zakat an’am secara benar sehingga melakukan berbagai kesalahan dalam pelaksanaannya.

Kesalahan pertama adalah tidak mengetahui nisab. Banyak peternak yang memiliki ternak dalam jumlah mencapai batas wajib zakat tetapi tidak menyadari kewajibannya. Akibatnya, zakat yang seharusnya ditunaikan menjadi tertunda atau bahkan terabaikan.

Kesalahan kedua adalah salah menghitung haul dan jumlah zakat yang harus dikeluarkan. Oleh karena itu, pemilik ternak perlu mempelajari ketentuan fikih atau berkonsultasi dengan lembaga zakat terpercaya agar pelaksanaannya sesuai syariat.

Kesalahan ketiga adalah menganggap zakat an’am tidak relevan pada masa sekarang. Padahal, selama syarat-syaratnya terpenuhi, kewajiban zakat tetap berlaku hingga hari kiamat. Syariat zakat merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus sarana mewujudkan kesejahteraan sosial di tengah masyarakat.

Kesimpulan

Zakat an’am adalah zakat yang dikenakan pada hewan ternak seperti unta, sapi, kerbau, kambing, dan domba yang telah memenuhi syarat nisab serta haul. Ketentuan ini memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur’an dan hadis sahih Rasulullah ﷺ.

Memahami zakat an’am sangat penting agar setiap Muslim yang memiliki ternak dapat menunaikan kewajibannya dengan benar. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat an’am juga berfungsi membersihkan harta, meningkatkan keberkahan rezeki, dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Dengan memahami pengertian, syarat, nisab, hikmah, dan cara pelaksanaannya, umat Islam tidak perlu lagi bingung mengenai zakat an’am. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita untuk menunaikan seluruh kewajiban zakat sesuai tuntunan syariat dan memperoleh keberkahan dalam kehidupan dunia maupun akhirat.

Zakat an’am adalah kewajiban yang menyucikan harta ternak sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial. Dengan menunaikannya sesuai ketentuan syariat, harta menjadi lebih berkah dan membawa manfaat bagi sesama. Untuk panduan lebih lanjut, hubungi Admin Haqqi Tour.

Recent Listings

  • Paket Umroh Oktober 2023

  • Paket Umroh Oktober 2023

  • Paket Umroh Oktober 2023

Al-Haqqi Tour & Travel

Al-Haqqi adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Jasa Umrah & Haji, Jasa Land Arrangement Saudi, Provider Visa Umrah & Haji Furoda, Paket Umrah Plus, Paket Haji Furoda dan Paket Haji Khusus. Sebuah perusahaan travel yang berkepentingan di Negara yang berpusat di Kingdom of Saudi Arabia.

Kantor Al-Haqqi

Grand Pesona Pandanwangi D 20 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

Kontak Info

• 085174412025
• 085176833398
• alhaqqi.tour@gmail.com

Copyright © 2023 Al-Haqqi Travel