alhaqqi.tour@gmail.com

0851-7441-2025

0851-7683-3398

0851-7441-2025

0851-7683-3398

Pengertian Sum’ah, Kenapa Islam Sangat Melarang Perilaku Ini?

Makruh saat puasa

Pengertian Sum’ah, Kenapa Islam Sangat Melarang Perilaku Ini?

Pengertian sum’ah menjadi salah satu pembahasan penting dalam Islam karena berkaitan langsung dengan keikhlasan seseorang dalam beribadah maupun beramal. Banyak orang telah memahami bahaya riya’, tetapi masih sedikit yang benar-benar mengetahui pengertian sum’ah dan bagaimana perilaku ini dapat merusak pahala amal. Padahal, keduanya sama-sama termasuk penyakit hati yang sangat dibenci Allah SWT.

Dalam kehidupan sehari-hari, perilaku sum’ah dapat muncul dalam berbagai bentuk. Ada seseorang yang sengaja menceritakan ibadahnya kepada orang lain agar dipuji sebagai pribadi yang saleh. Ada pula yang membanggakan sedekah, hafalan Al-Qur’an, atau amal sosialnya supaya mendapatkan pengakuan dari lingkungan sekitar. Perilaku seperti inilah yang termasuk dalam pengertian sum’ah menurut ajaran Islam.

Memahami pengertian sum’ah sangat penting agar setiap muslim mampu menjaga niat ketika beribadah. Sebab, amal yang terlihat besar sekalipun dapat kehilangan nilainya apabila dilakukan demi mencari pujian manusia. Oleh karena itu, Islam memberikan peringatan keras agar umatnya senantiasa menjaga hati, memperbaiki niat, dan hanya mengharapkan ridha Allah SWT.

Pengertian Sum’ah dalam Islam

Pengertian sum’ah secara bahasa berasal dari kata sami’a yang berarti mendengar. Dalam istilah syariat, pengertian sum’ah adalah memperdengarkan atau menceritakan amal kebaikan kepada orang lain dengan tujuan memperoleh pujian, penghormatan, atau popularitas. Berbeda dengan riya’ yang berkaitan dengan sesuatu yang dilihat orang lain, sum’ah lebih berkaitan dengan sesuatu yang didengar oleh orang lain.

Pengertian sum’ah menunjukkan adanya keinginan seseorang agar amalnya diketahui banyak orang melalui cerita, ucapan, maupun media komunikasi. Misalnya seseorang selesai bersedekah kemudian terus-menerus menceritakan jumlah sedekahnya kepada teman-temannya agar dianggap dermawan. Perbuatan tersebut bukan lagi sekadar berbagi pengalaman, melainkan telah mengarah kepada sum’ah apabila niat utamanya mencari pujian.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa memperdengarkan amalnya, maka Allah akan memperdengarkan aibnya. Barang siapa memperlihatkan amalnya, maka Allah akan memperlihatkan aibnya.”

Hadis ini menjadi peringatan bahwa Allah mengetahui isi hati setiap manusia. Amal yang semula dilakukan dengan baik dapat berubah menjadi sia-sia apabila niatnya bergeser demi mendapatkan penilaian manusia.

Pengertian sum’ah juga mengajarkan bahwa keikhlasan merupakan syarat diterimanya amal. Allah SWT tidak hanya melihat banyaknya ibadah, tetapi juga memperhatikan tujuan di balik setiap amal yang dilakukan. Oleh sebab itu, seorang muslim hendaknya terus memperbaiki niat sebelum, ketika, dan setelah beribadah.

Selain itu, pengertian sum’ah memberikan pelajaran bahwa menjaga hati jauh lebih sulit daripada menjaga perbuatan lahiriah. Seseorang mungkin mampu menyembunyikan dosanya dari manusia, tetapi tidak dapat menyembunyikan niatnya dari Allah SWT. Karena itulah Islam selalu menekankan pentingnya muhasabah agar hati tetap bersih dari penyakit sum’ah.

Baca juga: Pendaftaran Umroh Online Kini Makin Mudah, Begini Prosedurnya!

Kenapa Islam Sangat Melarang Perilaku Sum’ah?

Islam sangat melarang sum’ah karena perilaku ini merusak keikhlasan yang menjadi inti dari setiap ibadah. Amal yang semestinya dipersembahkan hanya kepada Allah berubah menjadi sarana mencari pengakuan manusia. Akibatnya, pahala amal tersebut dapat berkurang bahkan hilang apabila niatnya benar-benar tidak lagi mengharap ridha Allah.

Pengertian sum’ah berkaitan erat dengan syirik kecil. Rasulullah SAW menyebut riya’ sebagai syirik kecil karena seseorang menjadikan penilaian manusia sebagai tujuan ibadahnya. Demikian pula sum’ah memiliki bahaya yang sama apabila seseorang lebih senang dipuji manusia daripada mendapatkan keridhaan Allah SWT.

Islam juga melarang sum’ah karena perilaku ini dapat menumbuhkan kesombongan. Ketika seseorang terbiasa menceritakan amalnya, lama-kelamaan muncul rasa bangga terhadap diri sendiri. Perasaan tersebut membuat seseorang sulit menerima nasihat, merasa lebih baik dibanding orang lain, bahkan meremehkan mereka yang dianggap kurang beribadah.

Dampak lain dari sum’ah adalah munculnya budaya pamer kebaikan. Orang lain yang melihatnya dapat terdorong melakukan hal serupa sehingga keikhlasan semakin sulit dijaga. Padahal tujuan utama ibadah adalah mendekatkan diri kepada Allah, bukan berlomba mencari popularitas di hadapan manusia.

Karena itulah pengertian sum’ah harus dipahami secara benar. Islam mengajarkan agar setiap amal dilakukan secara ikhlas. Jika suatu amal memang harus diketahui orang lain demi memberikan contoh yang baik, maka niatnya tetap harus lurus, bukan untuk mencari sanjungan atau penghormatan.

Ciri-Ciri Orang yang Terkena Sum’ah

Setelah memahami pengertian sum’ah, setiap muslim perlu mengenali tanda-tandanya agar dapat segera melakukan introspeksi. Penyakit hati ini sering kali hadir secara perlahan tanpa disadari. Bahkan orang yang rajin beribadah pun tidak luput dari godaan sum’ah apabila kurang menjaga niat.

Beberapa ciri perilaku sum’ah yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Senang menceritakan ibadah kepada banyak orang tanpa alasan syar’i.
  • Berharap dipuji setelah melakukan amal saleh.
  • Kecewa apabila kebaikannya tidak mendapat apresiasi.
  • Merasa bangga ketika orang lain menganggap dirinya saleh.
  • Sengaja menyebut jumlah sedekah atau ibadah yang dilakukan.
  • Lebih semangat beramal ketika banyak orang mengetahui.
  • Merasa kurang puas jika amal dilakukan secara diam-diam.
  • Menganggap pengakuan manusia sebagai ukuran keberhasilan ibadah.

Apabila tanda-tanda tersebut mulai muncul, maka seseorang perlu segera memperbaiki niat dan memperbanyak doa agar terhindar dari penyakit hati. Pengertian sum’ah bukan hanya teori, tetapi juga menjadi pengingat agar setiap muslim terus menjaga kemurnian amalnya.

Zakat Sebagai Bentuk Kepedulian Sosial dan Penguatan Nilai Kemanusiaan

Cara Menghindari Sum’ah Menurut Islam

Setelah memahami pengertian sum’ah, langkah berikutnya adalah berusaha menghindarinya dalam kehidupan sehari-hari. Islam telah mengajarkan berbagai cara agar seorang muslim mampu menjaga keikhlasan dan terhindar dari penyakit hati ini.

Beberapa cara menghindari sum’ah antara lain:

  • Selalu memperbarui niat sebelum beramal.
  • Memperbanyak amal yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi.
  • Mengingat bahwa hanya Allah yang mengetahui isi hati.
  • Tidak mudah menceritakan ibadah kepada orang lain.
  • Memperbanyak doa memohon keikhlasan.
  • Membaca Al-Qur’an dan mentadabburi ayat tentang ikhlas.
  • Menghindari rasa bangga terhadap amal sendiri.
  • Menyadari bahwa semua kemampuan beramal berasal dari Allah.
  • Melakukan muhasabah setiap hari.
  • Bergaul dengan orang-orang yang menjaga keikhlasan.

Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, seorang muslim akan lebih mudah menjaga kebersihan hati. Pengertian sum’ah bukan sekadar definisi, tetapi menjadi pedoman agar setiap amal tetap bernilai di sisi Allah SWT.

Hikmah Memahami Pengertian Sum’ah

Memahami pengertian sum’ah memberikan banyak hikmah dalam kehidupan seorang muslim. Seseorang akan lebih berhati-hati dalam menjaga niat sehingga ibadah dilakukan semata-mata karena Allah SWT. Ia tidak lagi menjadikan pujian manusia sebagai tujuan utama, melainkan hanya mengharapkan pahala dan ridha Allah. Dengan demikian, kualitas ibadah akan meningkat karena didasari keikhlasan yang tulus.

Pengertian sum’ah mengajarkan pentingnya rendah hati. Orang yang memahami bahaya sum’ah tidak mudah membanggakan amalnya, karena ia sadar bahwa semua kemampuan beribadah merupakan karunia Allah. Kesadaran tersebut melahirkan sifat tawadhu’, menghargai sesama, dan tidak merasa lebih baik dibandingkan orang lain. Sikap ini juga membantu menjaga ukhuwah Islamiyah karena seseorang tidak terdorong mencari pengakuan melalui amal yang dilakukan.

Memahami pengertian sum’ah membuat seorang muslim lebih fokus memperbaiki hubungan dengan Allah daripada sibuk membangun citra di hadapan manusia. Ia akan lebih banyak memperbanyak doa, istighfar, dan amal yang dilakukan secara diam-diam. Ketika keikhlasan menjadi landasan hidup, hati akan lebih tenang, ibadah terasa lebih ringan, dan setiap amal memiliki harapan besar untuk diterima oleh Allah SWT.

Kesimpulan

Pengertian sum’ah adalah memperdengarkan atau menceritakan amal kebaikan kepada orang lain dengan tujuan memperoleh pujian, penghormatan, atau popularitas. Perilaku ini termasuk penyakit hati yang sangat berbahaya karena dapat merusak keikhlasan dan menghilangkan pahala amal apabila dilakukan demi penilaian manusia. Oleh sebab itu, Islam sangat melarang sum’ah serta mengajarkan umatnya untuk selalu menjaga niat dalam setiap ibadah.

Memahami pengertian sum’ah membantu setiap muslim mengenali ciri-ciri penyakit hati ini sekaligus mengetahui cara menghindarinya. Dengan memperbanyak amal secara sembunyi-sembunyi, memperbarui niat, serta terus bermuhasabah, seseorang akan lebih mudah menjaga keikhlasan dalam setiap perbuatannya. Keikhlasan merupakan fondasi utama diterimanya amal di sisi Allah SWT.

Pada akhirnya, pengertian sum’ah bukan hanya menjadi materi yang dipelajari, tetapi juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika setiap amal dilakukan semata-mata karena Allah SWT, seorang muslim akan memperoleh ketenangan hati, keberkahan hidup, dan harapan besar agar seluruh amal ibadahnya diterima serta mendapatkan balasan terbaik di akhirat.

Sum’ah adalah sikap yang perlu dihindari agar setiap amal tetap ikhlas karena Allah. Dengan menjaga ketulusan niat, ibadah menjadi lebih bernilai dan membawa keberkahan. Untuk panduan lebih lanjut, hubungi Admin Haqqi Tour.

Recent Listings

  • Paket Umroh Oktober 2023

  • Paket Umroh Oktober 2023

  • Paket Umroh Oktober 2023

Al-Haqqi Tour & Travel

Al-Haqqi adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Jasa Umrah & Haji, Jasa Land Arrangement Saudi, Provider Visa Umrah & Haji Furoda, Paket Umrah Plus, Paket Haji Furoda dan Paket Haji Khusus. Sebuah perusahaan travel yang berkepentingan di Negara yang berpusat di Kingdom of Saudi Arabia.

Kantor Al-Haqqi

Grand Pesona Pandanwangi D 20 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

Kontak Info

• 085174412025
• 085176833398
• alhaqqi.tour@gmail.com

Copyright © 2023 Al-Haqqi Travel