alhaqqi.tour@gmail.com

0851-7441-2025

0851-7683-3398

0851-7441-2025

0851-7683-3398

Puasa Muharram, Kenapa Rasulullah Sangat Menganjurkannya?

Keutamaan puasa sunnah

Puasa Muharram, Kenapa Rasulullah Sangat Menganjurkannya?

Puasa Muharram merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam. Bulan Muharram sendiri termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Karena kemuliaannya tersebut, setiap amal saleh yang dilakukan pada bulan ini memiliki nilai yang sangat besar, termasuk menjalankan ibadah puasa sunnah.

Banyak umat Islam mengenal puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram, bahkan sebagian juga melaksanakan puasa Tasu’a pada tanggal 9 Muharram. Namun, tidak sedikit yang belum memahami mengapa Rasulullah SAW begitu menganjurkan puasa Muharram. Padahal, terdapat banyak hadis sahih yang menjelaskan keutamaannya serta alasan mengapa ibadah ini sangat dianjurkan.

Puasa Muharram bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi merupakan sunnah yang memiliki hikmah besar. Rasulullah SAW sendiri memberikan perhatian khusus terhadap puasa di bulan ini setelah puasa Ramadan. Hal ini menunjukkan bahwa puasa Muharram mempunyai nilai spiritual yang sangat tinggi bagi seorang muslim.

Selain menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, puasa Muharram juga menjadi momentum memperbaiki kualitas ibadah di awal tahun Hijriah. Banyak ulama menjelaskan bahwa mengawali tahun baru Islam dengan amal saleh merupakan bentuk kesungguhan seorang hamba dalam meningkatkan ketakwaannya.

Lalu, apa sebenarnya alasan Rasulullah SAW sangat menganjurkan puasa Muharram? Berikut penjelasan lengkap berdasarkan Al-Qur’an, hadis sahih, dan pendapat para ulama.

Bulan Muharram Merupakan Salah Satu Bulan yang Dimuliakan Allah

Bulan Muharram memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam. Allah SWT menjadikannya sebagai salah satu dari empat bulan haram, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Keempat bulan tersebut memiliki kemuliaan tersendiri sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh dan menghindari segala bentuk kemaksiatan.

Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 36:

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan haram.”
(QS. At-Taubah: 36)

Ayat ini menjadi dasar bahwa bulan Muharram bukanlah bulan biasa. Para ulama tafsir seperti Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa amal baik yang dilakukan pada bulan-bulan haram akan memperoleh keutamaan yang lebih besar, begitu pula dosa yang dilakukan akan lebih berat pertanggungjawabannya. Oleh sebab itu, memperbanyak ibadah termasuk puasa Muharram sangat dianjurkan.

Keistimewaan Muharram juga tampak dari penyebutannya sebagai “Syahrullah” atau bulan Allah dalam hadis Rasulullah SAW. Penyandaran nama bulan kepada Allah merupakan bentuk pemuliaan yang tidak diberikan kepada bulan-bulan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa bulan Muharram memiliki nilai istimewa di sisi Allah SWT.

Karena itulah, Rasulullah SAW mendorong umat Islam agar mengisi bulan Muharram dengan berbagai amal kebajikan. Puasa Muharram menjadi salah satu ibadah yang paling utama karena selain mengikuti sunnah Nabi, juga menjadi bentuk penghormatan terhadap bulan yang dimuliakan Allah SWT.

Baca juga: Manfaat Berakhlak Baik yang Membawa Keberkahan dalam Hidup

Rasulullah Menyebut Puasa Muharram Sebagai Puasa Sunnah Terbaik Setelah Ramadan

Salah satu alasan utama mengapa Rasulullah SAW sangat menganjurkan puasa Muharram adalah karena beliau sendiri menyatakan bahwa puasa pada bulan ini merupakan puasa sunnah yang paling utama setelah puasa Ramadan.

Hadis sahih dari Abu Hurairah RA menyebutkan:

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim No. 1163 sehingga termasuk hadis sahih yang menjadi landasan kuat mengenai keutamaan puasa Muharram.

Para ulama menjelaskan bahwa penyebutan “bulan Allah” menunjukkan betapa agungnya kedudukan Muharram. Imam An-Nawawi menerangkan bahwa hadis ini menjadi dalil dianjurkannya memperbanyak puasa selama bulan Muharram, tidak terbatas hanya pada tanggal 9 dan 10 saja, meskipun kedua hari tersebut memiliki keutamaan yang lebih besar.

Keutamaan puasa Muharram juga mengajarkan bahwa setelah berhasil menyelesaikan ibadah Ramadan, seorang muslim tetap dianjurkan menjaga semangat beribadah sepanjang tahun. Puasa sunnah menjadi salah satu cara menjaga konsistensi ketakwaan agar tidak hanya meningkat saat Ramadan.

Di sisi lain, puasa Muharram menjadi bukti kecintaan seorang muslim kepada Rasulullah SAW. Ketika beliau memberikan anjuran yang sangat kuat terhadap suatu ibadah, maka mengamalkannya termasuk bentuk mengikuti sunnah yang akan mendatangkan pahala besar di sisi Allah SWT.

Puasa Asyura Memiliki Keutamaan Menghapus Dosa Setahun yang Lalu

Salah satu puncak keutamaan puasa Muharram terdapat pada pelaksanaan puasa Asyura, yaitu puasa yang dilakukan setiap tanggal 10 Muharram. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa ini memiliki pahala yang sangat besar, bahkan menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya apabila dilakukan dengan penuh keikhlasan.

Hadis sahih dari Abu Qatadah RA menyebutkan:

“Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang telah lalu.”

Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim No. 1162 dan menjadi salah satu hadis paling kuat mengenai keutamaan puasa Muharram. Para ulama menerangkan bahwa yang dimaksud adalah penghapusan dosa-dosa kecil, sedangkan dosa besar tetap memerlukan taubat yang sungguh-sungguh kepada Allah SWT.

Keutamaan luar biasa inilah yang membuat Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk tidak melewatkan puasa Asyura setiap tahun. Selain memperoleh pahala puasa sunnah, seorang muslim juga mendapatkan kesempatan membersihkan diri dari dosa-dosa kecil yang pernah dilakukan.

Selain menjadi sarana penghapus dosa-dosa kecil, puasa Muharram pada hari Asyura juga mengajarkan pentingnya memperbarui semangat beribadah di awal tahun Hijriah. Dengan memulai tahun baru Islam melalui amalan sunnah yang dicintai Allah SWT, seorang muslim diharapkan memiliki tekad untuk meningkatkan kualitas iman, memperbanyak amal saleh, dan menjauhi segala bentuk maksiat. Nilai inilah yang menjadikan puasa Muharram bukan sekadar ibadah tahunan, tetapi juga momentum perubahan diri menuju kehidupan yang lebih baik.

Keutamaan Puasa Asyura yang Perlu Diketahui

  • Menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang lalu berdasarkan hadis sahih riwayat Imam Muslim.
  • Menjadi salah satu puasa sunnah paling utama setelah puasa Ramadan sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW.
  • Meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT melalui ibadah yang penuh keikhlasan.
  • Menghidupkan sunnah Rasulullah SAW yang memiliki pahala besar bagi orang yang mengamalkannya.
    Menjadi awal yang baik dalam tahun Hijriah dengan memperbanyak amal saleh.

Zakat Sebagai Bentuk Kepedulian Sosial dan Penguatan Nilai Kemanusiaan

Rasulullah Menganjurkan Berpuasa Tasu’a Bersama Asyura

Salah satu alasan mengapa puasa Muharram sangat dianjurkan adalah adanya sunnah melaksanakan puasa Tasu’a, yaitu pada tanggal 9 Muharram, yang dilakukan sebelum puasa Asyura. Rasulullah SAW menginginkan agar umat Islam memiliki perbedaan dengan kebiasaan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

Hal ini dijelaskan dalam hadis riwayat Ibnu Abbas RA. Rasulullah SAW bersabda:

“Jika aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada hari kesembilan.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim No. 1134. Namun, Rasulullah SAW wafat sebelum datangnya Muharram pada tahun berikutnya sehingga para sahabat kemudian mengamalkan anjuran tersebut.

Para ulama seperti Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa menggabungkan puasa tanggal 9 dan 10 Muharram memiliki beberapa hikmah, yaitu membedakan ibadah umat Islam dengan kaum Yahudi, menyempurnakan pelaksanaan puasa Asyura, serta mengantisipasi apabila terjadi kesalahan dalam penentuan awal bulan Hijriah.

Tata Cara Melaksanakan Puasa Muharram

  • Puasa Tasu’a dilaksanakan pada 9 Muharram.
  • Puasa Asyura dilaksanakan pada 10 Muharram.
  • Sebagian ulama juga menganjurkan menambahkan puasa 11 Muharram agar semakin sempurna.
  • Niat dilakukan sejak malam hari atau sebelum waktu zawal selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa sunnah.
  • Tetap menjaga adab berpuasa dengan memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan memperbanyak sedekah.

Hikmah Besar di Balik Anjuran Puasa Muharram

Puasa Muharram tidak hanya memiliki keutamaan berupa pahala yang besar, tetapi juga menyimpan banyak hikmah bagi kehidupan seorang muslim. Salah satu hikmah terpenting adalah membiasakan diri untuk terus beribadah setelah berakhirnya Ramadan. Semangat dalam menjalankan puasa sunnah menunjukkan bahwa seorang hamba tidak hanya beribadah pada bulan tertentu, tetapi berusaha istiqamah sepanjang tahun. Inilah salah satu alasan mengapa Rasulullah SAW sangat menganjurkan puasa Muharram kepada umatnya.

Di samping itu, puasa Asyura memiliki hubungan dengan sejarah penyelamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun. Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau melihat kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat tersebut. Dalam hadis sahih riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa umat Islam lebih berhak mengikuti Nabi Musa AS, kemudian beliau berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk melaksanakannya. Kisah ini mengajarkan bahwa puasa Muharram juga menjadi wujud syukur atas pertolongan Allah kepada para nabi dan orang-orang beriman.

Pada akhirnya, puasa Muharram menjadi kesempatan bagi setiap muslim untuk meningkatkan kualitas iman, memperbanyak amal saleh, serta memohon ampunan kepada Allah SWT. Dengan mengikuti sunnah Rasulullah SAW melalui puasa Tasu’a dan Asyura, seorang muslim tidak hanya memperoleh pahala yang besar, tetapi juga meneladani akhlak Nabi dalam menghidupkan ibadah sunnah. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila puasa Muharram menjadi salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Kesimpulan

Puasa Muharram merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa. Rasulullah SAW bahkan menyebutnya sebagai puasa sunnah terbaik setelah puasa Ramadan. Keutamaan tersebut didukung oleh banyak hadis sahih serta kedudukan bulan Muharram sebagai salah satu bulan haram yang dimuliakan Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam QS. At-Taubah ayat 36.

Pelaksanaan puasa Muharram, khususnya puasa Tasu’a dan puasa Asyura, bukan hanya memberikan pahala yang besar, tetapi juga menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah lalu atas izin Allah SWT. Selain itu, ibadah ini mengajarkan nilai syukur, ketakwaan, dan semangat untuk mengawali tahun Hijriah dengan amal saleh yang dicintai Allah.

Dengan memahami alasan mengapa Rasulullah SAW sangat menganjurkan puasa Muharram, diharapkan setiap muslim semakin termotivasi untuk menghidupkan sunnah ini. Jadikan puasa Muharram sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki kualitas ibadah, serta meraih keberkahan yang telah dijanjikan dalam ajaran Islam.

Puasa adalah ibadah yang melatih kesabaran, keikhlasan, dan ketakwaan kepada Allah. Dengan menjaganya, hati menjadi lebih tenang dan hidup semakin penuh keberkahan. Untuk panduan lebih lanjut, hubungi Admin Haqqi Tour.

Recent Listings

  • Paket Umroh Oktober 2023

  • Paket Umroh Oktober 2023

  • Paket Umroh Oktober 2023

Al-Haqqi Tour & Travel

Al-Haqqi adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Jasa Umrah & Haji, Jasa Land Arrangement Saudi, Provider Visa Umrah & Haji Furoda, Paket Umrah Plus, Paket Haji Furoda dan Paket Haji Khusus. Sebuah perusahaan travel yang berkepentingan di Negara yang berpusat di Kingdom of Saudi Arabia.

Kantor Al-Haqqi

Grand Pesona Pandanwangi D 20 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

Kontak Info

• 085174412025
• 085176833398
• alhaqqi.tour@gmail.com

Copyright © 2023 Al-Haqqi Travel