alhaqqi.tour@gmail.com

0851-7441-2025

0851-7683-3398

0851-7441-2025

0851-7683-3398

Sholat Dhuha: Pengertian, Waktu Pelaksanaan, dan Keutamaannya

amalan bulan ramadhan

Sholat Dhuha: Pengertian, Waktu Pelaksanaan, dan Keutamaannya

Sholat Dhuha merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Meskipun tidak wajib seperti sholat lima waktu, sholat Dhuha memiliki banyak keutamaan yang luar biasa bagi setiap Muslim yang mengamalkannya secara rutin. Dalam kehidupan modern yang penuh kesibukan, melaksanakan sholat Dhuha menjadi bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon kelapangan rezeki, ketenangan hati, serta keberkahan dalam aktivitas sehari-hari.

Sholat Dhuha dilaksanakan pada waktu pagi hari setelah matahari terbit hingga menjelang waktu dzuhur. Banyak ulama menjelaskan bahwa sholat Dhuha termasuk sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Rasulullah ﷺ pun mencontohkan dan menganjurkan para sahabat untuk menjaga ibadah ini. Keutamaan sholat Dhuha bahkan disebutkan dalam berbagai hadis shahih yang diriwayatkan oleh para perawi terpercaya seperti Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang sholat Dhuha: pengertian, waktu pelaksanaan, tata cara, dalil yang mendasarinya, serta keutamaannya berdasarkan Al-Qur’an dan hadis shahih. Dengan pemahaman yang komprehensif, diharapkan pembaca dapat semakin termotivasi untuk mengamalkan sholat Dhuha secara istiqamah.

Pengertian Sholat Dhuha

Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada waktu dhuha, yaitu ketika matahari mulai naik setinggi tombak hingga sebelum tergelincir ke arah barat. Kata “dhuha” sendiri berasal dari bahasa Arab yang merujuk pada waktu pagi ketika cahaya matahari mulai terang dan menghangatkan bumi.

Dalam terminologi fikih, sholat Dhuha termasuk dalam kategori sholat sunnah ghairu rawatib, yaitu sholat sunnah yang tidak berkaitan langsung dengan sholat wajib tertentu. Namun demikian, kedudukannya sangat istimewa karena banyak hadis yang menekankan keutamaannya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala bahkan mengabadikan waktu dhuha dalam firman-Nya pada Surah Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah Ad-Dhuha ayat 1:

“Wal dhuha”
“Demi waktu dhuha (ketika matahari sepenggalahan naik).”

Ayat ini menunjukkan bahwa waktu dhuha adalah waktu yang istimewa hingga Allah bersumpah atasnya. Para ulama tafsir menjelaskan bahwa sumpah ini menandakan kemuliaan dan keberkahan waktu tersebut.

Sholat Dhuha juga dikenal sebagai sholat awwabin, yakni sholatnya orang-orang yang kembali (bertaubat) kepada Allah. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa sholat awwabin adalah ketika anak unta mulai kepanasan karena terik matahari, yang menunjukkan waktu terbaik pelaksanaan sholat Dhuha.

Dengan demikian, pengertian sholat Dhuha tidak hanya sekadar ibadah sunnah pagi hari, tetapi juga bentuk pendekatan diri kepada Allah di waktu yang penuh keberkahan.

Baca juga: Panduan Lengkap Tata Cara Sholat Wajib yang Benar dan Jelas

Waktu Pelaksanaan Sholat Dhuha

Waktu pelaksanaan sholat Dhuha dimulai setelah matahari terbit dan naik setinggi kurang lebih satu tombak, sekitar 15–20 menit setelah terbitnya matahari. Waktu ini berlangsung hingga menjelang masuk waktu dzuhur.

Para ulama membagi waktu sholat Dhuha menjadi dua bagian: waktu awal dan waktu utama. Waktu awal adalah saat matahari sudah terbit sempurna dan tidak lagi berada di ufuk. Sedangkan waktu utama adalah ketika matahari mulai terasa panas, kira-kira seperempat siang.

Dalam hadis riwayat Imam Muslim disebutkan:

“Sholatnya orang-orang yang kembali kepada Allah adalah ketika anak unta mulai kepanasan.”

Hadis ini menjelaskan bahwa waktu terbaik untuk melaksanakan sholat Dhuha adalah saat matahari sudah cukup tinggi dan mulai terasa panas. Artinya, meskipun boleh dikerjakan di awal waktu, yang lebih utama adalah mendekati pertengahan waktu dhuha.

Perlu diperhatikan bahwa sholat Dhuha tidak boleh dikerjakan pada waktu-waktu terlarang, seperti tepat saat matahari terbit, saat matahari berada di tengah langit (istiwa’), dan saat matahari terbenam. Hal ini berdasarkan hadis-hadis shahih tentang larangan sholat pada tiga waktu tersebut.

Dengan memahami waktu pelaksanaan sholat Dhuha secara tepat, seorang Muslim dapat mengerjakannya dengan lebih tenang dan sesuai tuntunan syariat.

Dalil dan Dasar Hukum Sholat Dhuha

Sholat Dhuha memiliki dasar hukum yang kuat dalam Islam. Hukumnya adalah sunnah muakkadah menurut mayoritas ulama, karena Rasulullah ﷺ menganjurkannya secara khusus kepada para sahabat.

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

“Kekasihku (Rasulullah ﷺ) berwasiat kepadaku tentang tiga perkara: berpuasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat sholat Dhuha, dan sholat witir sebelum tidur.”

Hadis ini menunjukkan bahwa sholat Dhuha adalah amalan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ kepada para sahabatnya.

Selain itu, dalam hadis riwayat Imam Muslim disebutkan:

“Setiap pagi, pada setiap persendian salah seorang di antara kalian ada sedekahnya… dan dua rakaat Dhuha mencukupi semua itu.”

Hadis ini menjelaskan bahwa sholat Dhuha dapat menggantikan sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia.

Dasar dari Al-Qur’an juga dapat dilihat dalam Surah Ad-Dhuha dan juga Surah Asy-Syams ayat 1–2 yang menyebut waktu dhuha sebagai waktu yang penuh makna.

Beberapa poin penting dasar hukum sholat Dhuha:

  • Diperintahkan dan dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ.
  • Diriwayatkan dalam hadis shahih oleh para imam besar.
  • Termasuk ibadah sunnah yang memiliki pahala besar.
  • Dikerjakan minimal dua rakaat.
  • Bisa dilakukan hingga delapan atau dua belas rakaat menurut sebagian riwayat.

Dengan dalil yang kuat dari Al-Qur’an dan hadis shahih, sholat Dhuha memiliki landasan hukum yang jelas dalam syariat Islam.

Zakat Sebagai Bentuk Kepedulian Sosial dan Penguatan Nilai Kemanusiaan

Tata Cara Pelaksanaan Sholat Dhuha

Secara umum, tata cara sholat Dhuha sama seperti sholat sunnah lainnya. Tidak ada perbedaan khusus dalam rukun maupun syarat sahnya.

Sholat Dhuha minimal dikerjakan dua rakaat dan maksimal delapan atau dua belas rakaat, dengan salam setiap dua rakaat.

Adapun tata cara pelaksanaan sholat Dhuha adalah sebagai berikut:

  1. Niat di dalam hati untuk melaksanakan sholat sunnah Dhuha.
  2. Takbiratul ihram.
  3. Membaca doa iftitah.
  4. Membaca Surah Al-Fatihah.
  5. Dianjurkan membaca Surah Asy-Syams pada rakaat pertama.
  6. Pada rakaat kedua dianjurkan membaca Surah Ad-Dhuha.
  7. Rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya seperti sholat biasa.
  8. Salam setelah dua rakaat.

Sebagian ulama menjelaskan bahwa tidak ada ketentuan khusus surat tertentu, sehingga boleh membaca surat apa saja setelah Al-Fatihah. Namun membaca surah yang berkaitan dengan waktu dhuha menjadi anjuran yang baik.

Sholat Dhuha sebaiknya dilakukan dengan khusyuk, penuh harap kepada Allah, serta disertai doa memohon keberkahan rezeki dan kemudahan urusan.

Keutamaan Sholat Dhuha

Keutamaan sholat Dhuha sangat banyak dan disebutkan dalam berbagai hadis shahih.

  1. Sholat Dhuha menjadi pengganti sedekah bagi seluruh persendian tubuh. Setiap hari manusia memiliki 360 persendian yang wajib disyukuri. Dua rakaat sholat Dhuha telah mencukupi kewajiban tersebut.
  2. Sholat Dhuha menjadi sebab datangnya rezeki dan keberkahan hidup. Meskipun tidak ada hadis shahih yang secara eksplisit menyebut “pelancar rezeki”, banyak ulama menjelaskan bahwa ibadah sunnah yang rutin akan mendatangkan pertolongan Allah dalam urusan dunia dan akhirat.
  3. Sholat Dhuha termasuk amalan orang-orang yang kembali kepada Allah (awwabin). Orang yang menjaga sholat Dhuha menunjukkan kecintaannya kepada ibadah dan kedekatannya dengan Allah.

Selain itu, keutamaan lainnya antara lain:

  • Mendapat pahala seperti bersedekah.
  • Dicatat sebagai orang yang taat.
  • Mendapat kecukupan dari Allah.
  • Mendapatkan ketenangan hati.
  • Menjadi sebab diampuni dosa-dosa kecil.

Sholat Dhuha juga menjadi pembuka hari yang penuh energi spiritual. Dengan memulai pagi melalui sholat Dhuha, seorang Muslim menata niat dan hatinya sebelum menjalani aktivitas duniawi.

Kesimpulan

Sholat Dhuha adalah ibadah sunnah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Pengertian sholat Dhuha merujuk pada sholat sunnah yang dikerjakan di waktu pagi setelah matahari terbit hingga sebelum dzuhur. Waktu pelaksanaan sholat Dhuha yang paling utama adalah ketika matahari mulai terasa panas.

Dalil sholat Dhuha terdapat dalam Al-Qur’an dan hadis shahih yang diriwayatkan oleh para imam terpercaya. Tata cara pelaksanaannya sama seperti sholat sunnah pada umumnya, minimal dua rakaat dengan salam setiap dua rakaat.

Keutamaan sholat Dhuha sangat besar, mulai dari menggantikan sedekah seluruh persendian, menjadi amalan orang-orang yang kembali kepada Allah, hingga mendatangkan keberkahan hidup. Oleh karena itu, menjaga sholat Dhuha secara rutin adalah langkah nyata untuk meraih rahmat dan ridha Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga dengan memahami sholat Dhuha: pengertian, waktu pelaksanaan, dan keutamaannya, kita semakin termotivasi untuk mengamalkannya secara istiqamah.

Memahami tata cara sholat yang benar dan lengkap membantu kita melaksanakan ibadah sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Hadis. Bersama Haqqi Tour and Travel, wujudkan perjalanan ibadah yang tenang, nyaman, dan penuh keberkahan—hubungi Admin Haqqi Tour sekarang untuk mendapatkan panduan ibadah yang lebih lengkap dan bimbingan spiritual dalam setiap langkah ibadahmu.

Recent Listings

  • Paket Umroh Oktober 2023

  • Paket Umroh Oktober 2023

  • Paket Umroh Oktober 2023

Al-Haqqi Tour & Travel

Al-Haqqi adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Jasa Umrah & Haji, Jasa Land Arrangement Saudi, Provider Visa Umrah & Haji Furoda, Paket Umrah Plus, Paket Haji Furoda dan Paket Haji Khusus. Sebuah perusahaan travel yang berkepentingan di Negara yang berpusat di Kingdom of Saudi Arabia.

Kantor Al-Haqqi

Grand Pesona Pandanwangi D 20 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

Kontak Info

• 085174412025
• 085176833398
• alhaqqi.tour@gmail.com

Copyright © 2023 Al-Haqqi Travel