
Dalam rangkaian ibadah haji dan umrah, tawaf merupakan salah satu amalan utama yang memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah SWT. Selain tawaf wajib yang menjadi rukun haji dan umrah, terdapat juga tawaf sunnah yang dapat dilakukan kapan saja oleh para jamaah sebagai bentuk ibadah tambahan. Tawaf sunnah menjadi cara seorang muslim mendekatkan diri kepada Allah dengan penuh ketundukan dan cinta terhadap rumah-Nya yang mulia, Ka’bah. Melalui tawaf sunnah, hati seorang mukmin disucikan dan rasa rindu terhadap Allah semakin dalam.
Makna dan Pengertian Tawaf Sunnah
Tawaf sunnah adalah thawaf yang dilakukan secara sukarela oleh jamaah di sekitar Ka’bah tanpa dikaitkan dengan kewajiban tertentu seperti haji atau umrah. Artinya, tawaf ini dapat dilakukan kapan saja, baik oleh penduduk Makkah maupun jamaah dari luar negeri, selama tidak sedang dalam keadaan ihram atau menjalankan ibadah wajib. Tawaf sunnah menjadi ibadah yang dianjurkan bagi siapa pun yang ingin memperbanyak amal dan mendekatkan diri kepada Allah.
Pelaksanaan tawaf sunnah dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran, dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di tempat yang sama. Tidak ada waktu khusus untuk melakukannya, selama Masjidil Haram terbuka dan keadaan memungkinkan.
Kedudukan Tawaf Sunnah dalam Syariat Islam
Dalam Islam, tawaf memiliki kedudukan sebagai ibadah yang sangat istimewa. Bagi mereka yang sedang berada di Makkah, tawaf sunnah menjadi amalan yang paling utama setelah salat di Masjidil Haram. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa bertawaf di Baitullah sebanyak tujuh kali dan menghitungnya dengan penuh keimanan, maka seolah-olah ia telah memerdekakan seorang budak.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).
Hadis ini menunjukkan betapa besar keutamaan tawaf sunnah, karena setiap putaran yang dilakukan dengan keikhlasan akan mendapatkan pahala berlipat ganda. Tawaf sunnah juga termasuk ibadah yang dilakukan langsung di hadapan rumah Allah, sehingga setiap langkahnya penuh keberkahan dan doa yang dipanjatkan di sana amat mustajab.
Baca juga : Thowaf dan Sa’i: Makna, Tata Cara, dan Hikmah di Balik Dua Rukun Umrah dan Haji
Tata Cara Melaksanakan Tawaf Sunnah
Tawaf sunnah dilaksanakan dengan cara yang sama seperti tawaf wajib, namun niatnya berbeda. Adapun langkah-langkah pelaksanaannya sebagai berikut:
Pertama, niat dalam hati untuk melakukan tawaf sunnah karena Allah SWT. Kedua, disunnahkan berwudu sebelum memulai tawaf, sebab tawaf termasuk ibadah yang memerlukan kesucian. Ketiga, mulai tawaf dari Hajar Aswad sambil mengangkat tangan dan mengucapkan “Bismillahi Allahu akbar.” Kemudian berjalan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali dengan arah berlawanan jarum jam.
Setiap kali sampai di Rukun Yamani, disunnahkan menyentuhnya bila memungkinkan tanpa berdesak-desakan, dan membaca doa, “Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar.” Setelah selesai tujuh putaran, disunnahkan salat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim sebagai penutup tawaf.
Waktu dan Kesempatan Melakukan Tawaf Sunnah
Berbeda dengan tawaf wajib yang terikat pada waktu dan syarat tertentu, tawaf sunnah dapat dilakukan kapan saja. Jamaah dapat melaksanakannya siang maupun malam, di sela-sela waktu luang selama berada di Makkah. Bahkan, bagi penduduk Makkah, tawaf sunnah bisa menjadi amalan harian yang menggantikan keutamaan salat sunnah di masjid lain.
Para ulama juga menyebutkan bahwa tawaf sunnah sangat dianjurkan bagi jamaah yang menunggu waktu salat di Masjidil Haram. Karena tidak semua waktu di sana bisa diisi dengan salat, maka melakukan tawaf sunnah menjadi bentuk zikir fisik yang penuh makna dan pahala.
Baca juga : Minum Air Zamzam dan Keutamaannya bagi Umat Muslim
Doa dan Dzikir Saat Melakukan Tawaf Sunnah
Tidak ada doa tertentu yang diwajibkan dalam tawaf sunnah, namun umat Islam dianjurkan memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, dan berdoa sesuai kebutuhan masing-masing. Yang paling sering dibaca selama tawaf adalah istighfar, takbir, tahlil, tahmid, dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Salah satu doa yang banyak diamalkan oleh jamaah selama tawaf adalah:
“Rabbana atina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban nar.”
Selain itu, jamaah juga dapat memanjatkan doa pribadi untuk keluarga, kehidupan, dan kebaikan dunia serta akhirat. Tawaf sunnah adalah momen spiritual di mana hati berdekatan dengan Allah, sehingga doa-doa yang dipanjatkan dengan ikhlas di sana memiliki peluang besar untuk dikabulkan.
Adab dan Etika Selama Tawaf Sunnah
Tawaf sunnah harus dilakukan dengan penuh ketenangan, adab, dan rasa hormat terhadap tempat suci. Tidak diperbolehkan berlari-lari, mendorong jamaah lain, atau berbicara hal yang tidak bermanfaat. Setiap langkah harus disertai dengan kesadaran spiritual bahwa seseorang sedang berada di hadapan rumah Allah yang penuh kemuliaan.
Beberapa adab yang perlu diperhatikan antara lain:
- Menjaga kebersihan diri dan pakaian sebelum tawaf.
- Tidak menggunakan wewangian berlebihan.
- Menghindari keramaian yang berpotensi menimbulkan bahaya.
- Fokus berzikir dan berdoa, bukan sekadar berjalan mengelilingi Ka’bah.
Dengan menjaga adab dan sopan santun ini, tawaf sunnah tidak hanya menjadi amalan fisik, tetapi juga memperdalam makna ibadah batin seorang muslim.

Keutamaan dan Pahala Melaksanakan Tawaf Sunnah
Tawaf sunnah memiliki pahala yang sangat besar di sisi Allah. Rasulullah SAW menyebut bahwa setiap langkah dalam tawaf menghapus dosa dan meninggikan derajat seseorang. Bahkan, di antara keutamaan yang disebutkan para ulama, tawaf sunnah memiliki nilai ibadah yang lebih tinggi daripada salat sunnah di Masjidil Haram, kecuali salat wajib.
Selain itu, tawaf sunnah juga menjadi sarana penyucian hati. Seseorang yang melaksanakan tawaf dengan khusyuk akan merasakan ketenangan batin, kedamaian spiritual, dan rasa syukur mendalam. Tawaf sunnah juga menjadi amal yang menghidupkan hubungan antara hamba dan Tuhannya di tempat paling mulia di bumi.
Tawaf Sunnah bagi Penduduk Makkah dan Jamaah
Bagi penduduk Makkah, tawaf sunnah adalah ibadah yang bisa dilakukan setiap hari, bahkan berkali-kali dalam seminggu. Mereka memiliki keutamaan karena dapat dengan mudah mendatangi Baitullah kapan saja. Sementara bagi jamaah dari luar negeri, tawaf sunnah menjadi kesempatan berharga selama berada di tanah suci.
Bagi jamaah umrah, melaksanakan tawaf sunnah setelah umrah wajib sering kali dilakukan untuk mengisi waktu selama di Makkah. Sementara bagi jamaah haji, tawaf sunnah biasanya dilakukan setelah rangkaian wajib haji selesai, sebagai ungkapan rasa syukur dan kerinduan untuk beribadah lebih lama di sekitar Ka’bah.
Makna Spiritual dalam Tawaf Sunnah
Setiap putaran dalam tawaf membawa makna simbolis yang mendalam. Mengelilingi Ka’bah tujuh kali menjadi lambang kepatuhan total kepada Allah SWT. Pergerakan mengitari Ka’bah searah dengan peredaran planet dan bintang di alam semesta, menunjukkan bahwa seluruh ciptaan Allah tunduk pada ketentuan-Nya.
Tawaf sunnah juga menggambarkan perjalanan hidup manusia yang berpusat kepada Allah. Dalam setiap langkah, seorang hamba diingatkan akan kelemahan diri dan kebesaran Tuhannya. Ketika seseorang melangkah dengan ikhlas, setiap putaran menjadi simbol penyucian jiwa dan pembaharuan iman.
Kesimpulan
Tawaf sunnah adalah ibadah istimewa yang dapat dilakukan kapan saja di sekitar Baitullah. Selain menjadi amalan sunnah dengan pahala besar, tawaf ini juga memiliki makna spiritual yang mendalam bagi setiap muslim. Melalui tawaf sunnah, seorang hamba memperbarui ketundukan kepada Allah, membersihkan hatinya dari dosa, dan meneguhkan rasa cinta terhadap rumah-Nya yang suci. Bagi siapa pun yang berada di Masjidil Haram, memperbanyak tawaf sunnah merupakan cara terbaik untuk mengisi waktu dengan ibadah yang penuh berkah. Semoga setiap langkah dalam tawaf sunnah menjadi saksi atas keikhlasan dan kecintaan kita kepada Allah SWT.
Bagi Anda yang ingin melakukan wakaf Al-quran Haqqi Tour and Travel menyediakan layanan terpercaya untuk memenuhi ibadah ini. Hubungi Admin Haqqi Tour untuk informasi selengkapnya. Bersama Haqqi, jalani ibadah dengan ketenangan dan kepercayaan, memastikan kewajiban agama tetap terlaksana dengan baik.