alhaqqi.tour@gmail.com

0851-7441-2025

0851-7683-3398

0851-7441-2025

0851-7683-3398

Ternyata Begini Aturan Ihram Haji yang Benar Menurut Sunnah

Jadwal keberangkatan umroh

Ternyata Begini Aturan Ihram Haji yang Benar Menurut Sunnah

Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang menjadi impian setiap muslim. Dalam pelaksanaannya, terdapat banyak aturan yang harus dipahami agar ibadah berjalan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ. Salah satu bagian paling penting dalam pelaksanaan haji adalah ihram. Sayangnya, masih banyak jamaah yang belum memahami aturan ihram haji dengan benar menurut sunnah sehingga sering melakukan kesalahan tanpa disadari.

Ihram haji bukan hanya sekadar memakai pakaian putih tanpa jahitan bagi laki-laki. Lebih dari itu, ihram adalah kondisi suci yang memiliki larangan, adab, serta tata cara khusus yang wajib dipatuhi. Kesalahan dalam ihram dapat menyebabkan dam atau denda tertentu sehingga pemahaman tentang aturan ihram haji menjadi sangat penting.

Dalam Islam, Rasulullah ﷺ telah memberikan contoh lengkap mengenai tata cara ihram. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hadis shahih dan praktik para sahabat ketika berhaji bersama beliau. Oleh karena itu, memahami aturan ihram haji yang benar menurut sunnah akan membantu jamaah menjalankan ibadah secara lebih khusyuk dan sesuai syariat.

Allah SWT juga menjelaskan tentang kewajiban haji dalam Al-Qur’an. Dalam Surah Ali Imran ayat 97 disebutkan:

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (QS. Ali Imran: 97)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa ibadah haji memiliki aturan yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh. Salah satu aturan paling mendasar adalah ihram karena menjadi pintu masuk seluruh rangkaian ibadah haji.

Artikel ini akan membahas secara lengkap aturan ihram haji yang benar menurut sunnah, mulai dari pengertian ihram, tata cara, larangan, hingga kesalahan yang sering dilakukan jamaah. Dengan memahami pembahasan ini, diharapkan ibadah haji dapat dilaksanakan dengan lebih sempurna dan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.

Pengertian Ihram Haji dan Kedudukannya dalam Islam

Ihram secara bahasa berarti mengharamkan atau menahan diri. Sedangkan secara istilah syariat, ihram adalah niat memasuki ibadah haji atau umrah dengan aturan dan larangan tertentu. Ketika seseorang sudah berniat ihram, maka ia terikat dengan berbagai ketentuan syariat yang wajib dipatuhi hingga tahallul.

Aturan ihram haji yang benar menurut sunnah dimulai dari niat yang tulus karena Allah SWT. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu, ihram bukan hanya soal pakaian, melainkan juga kesiapan hati untuk beribadah. Banyak orang mengira ihram hanya identik dengan kain putih, padahal inti ihram adalah niat memasuki manasik haji.

Dalam pelaksanaan haji, ihram memiliki kedudukan yang sangat penting karena menjadi syarat dimulainya ibadah haji. Seseorang tidak dapat melaksanakan thawaf, sa’i, wukuf, dan rangkaian ibadah lainnya tanpa terlebih dahulu berihram. Oleh sebab itu, jamaah harus memahami aturan ihram haji sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 197:

جَعَلَ اللّٰهُ الْكَعْبَةَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ قِيٰمًا لِّلنَّاسِ وَالشَّهْرَ الْحَرَامَ وَالْهَدْيَ وَالْقَلَاۤىِٕدَۗ ذٰلِكَ لِتَعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۙ وَاَنَّ اللّٰهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ۝٩٧

“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. Barang siapa menetapkan niat dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji.” (QS. Al-Baqarah: 197)

Ayat ini menjelaskan bahwa orang yang sedang ihram harus menjaga perkataan dan perbuatannya. Larangan ihram bukan hanya menyangkut fisik, tetapi juga akhlak dan perilaku selama berhaji.

Rasulullah ﷺ juga mencontohkan bahwa ihram dilakukan dari miqat yang telah ditentukan. Beliau tidak pernah melewati miqat tanpa ihram ketika hendak berhaji atau umrah. Hal ini menjadi dalil bahwa aturan ihram haji menurut sunnah wajib mengikuti batas-batas yang telah ditetapkan syariat.

Baca juga: Sunnah Haji yang Dicontohkan Nabi, Jangan Sampai Terlewat!

Tata Cara Ihram Haji yang Benar Menurut Sunnah

Tata cara ihram haji yang benar menurut sunnah dimulai dengan mandi sunnah sebelum mengenakan pakaian ihram. Rasulullah ﷺ mandi terlebih dahulu sebelum memasuki ihram. Mandi ini bertujuan membersihkan diri dan mempersiapkan tubuh untuk beribadah dengan keadaan suci dan segar.

Setelah mandi, jamaah laki-laki memakai dua lembar kain ihram tanpa jahitan. Satu kain digunakan untuk menutup bagian bawah tubuh dan satu lagi diselempangkan di tubuh bagian atas. Sedangkan perempuan memakai pakaian biasa yang menutup aurat tanpa berhias berlebihan. Dalam aturan ihram haji, perempuan tidak diwajibkan memakai kain putih seperti laki-laki.

Kemudian jamaah dianjurkan memakai wangi-wangian sebelum niat ihram. Hal ini berdasarkan hadis dari Aisyah RA:

“Aku pernah memberi wewangian kepada Rasulullah ﷺ untuk ihram beliau sebelum beliau berihram.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Namun setelah berniat ihram, jamaah tidak boleh lagi memakai parfum atau wewangian pada tubuh maupun pakaian.

Langkah berikutnya adalah melaksanakan shalat sunnah ihram apabila memungkinkan. Setelah itu jamaah membaca niat haji sesuai jenis manasik yang dipilih. Setelah niat diucapkan, maka seluruh larangan ihram mulai berlaku. Karena itu, aturan ihram haji harus dipahami sejak sebelum niat dilakukan.

Setelah berihram, jamaah dianjurkan memperbanyak talbiyah. Bacaan talbiyah yang diajarkan Rasulullah ﷺ adalah:

“Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk, la syarika lak.”

Talbiyah menjadi syiar penting dalam ihram karena menunjukkan kepatuhan seorang hamba kepada Allah SWT. Rasulullah ﷺ terus membaca talbiyah hingga melempar jumrah Aqabah pada hari Idul Adha.

Larangan Ihram Haji yang Wajib Dihindari

Dalam aturan ihram haji yang benar menurut sunnah, terdapat sejumlah larangan yang wajib dipatuhi oleh jamaah. Larangan ini bertujuan menjaga kesucian ibadah dan melatih kesabaran selama berhaji.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 196:

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.” (QS. Al-Baqarah: 196)

Ayat tersebut menunjukkan pentingnya menjaga seluruh aturan selama ibadah haji, termasuk ketika sedang ihram.

Berikut beberapa larangan ihram yang harus dihindari:

  • Memakai pakaian berjahit bagi laki-laki.
  • Menutup kepala bagi laki-laki dengan sesuatu yang melekat.
  • Memakai cadar dan sarung tangan bagi perempuan.
  • Memotong kuku atau mencabut rambut.
  • Memakai parfum setelah niat ihram.
  • Berburu atau membunuh hewan liar.
  • Melakukan hubungan suami istri.
  • Melangsungkan akad nikah.
  • Bertengkar dan berkata kasar.
  • Memotong tumbuhan di tanah haram.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Orang yang berhaji lalu tidak berkata kotor dan tidak berbuat fasik, maka ia kembali seperti hari dilahirkan ibunya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa menjaga larangan ihram memiliki keutamaan besar dalam kesempurnaan ibadah haji.

Jika seseorang melanggar aturan ihram haji tertentu, maka ia wajib membayar dam atau denda sesuai ketentuan syariat. Karena itu, jamaah perlu memahami aturan ihram sejak awal agar ibadah berjalan lancar dan terhindar dari pelanggaran.

Zakat Sebagai Bentuk Kepedulian Sosial dan Penguatan Nilai Kemanusiaan

Kesalahan Jamaah Saat Ihram yang Sering Terjadi

Masih banyak jamaah yang melakukan kesalahan ketika ihram karena kurang memahami aturan ihram haji menurut sunnah. Kesalahan kecil sekalipun bisa memengaruhi kesempurnaan ibadah sehingga perlu dihindari sejak awal.

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap ihram hanya sebatas pakaian putih. Padahal inti ihram adalah niat memasuki ibadah haji dengan mematuhi seluruh larangan yang telah ditetapkan syariat.

Berikut beberapa kesalahan umum saat ihram:

  • Melewati miqat tanpa niat ihram.
  • Memakai parfum setelah berniat ihram.
  • Menutup kepala bagi laki-laki dengan peci atau topi.
  • Memotong kuku karena lupa aturan ihram.
  • Bertengkar atau berkata kasar selama berhaji.
  • Menganggap perempuan harus memakai kain ihram seperti laki-laki.
  • Tidak memahami jenis dam ketika melanggar larangan ihram.
  • Mengabaikan bacaan talbiyah selama perjalanan haji.

Kesalahan lainnya adalah terlalu fokus pada penampilan luar tetapi melupakan adab hati. Padahal ihram juga mengajarkan keikhlasan, kesabaran, dan pengendalian diri. Rasulullah ﷺ selalu mencontohkan akhlak yang lembut selama berhaji.

Banyak jamaah juga kurang mempersiapkan ilmu manasik sebelum berangkat. Akibatnya mereka bingung saat sudah berada di Tanah Suci. Oleh sebab itu, mempelajari aturan ihram haji yang benar menurut sunnah sebelum keberangkatan menjadi kewajiban penting bagi calon jamaah.

Hikmah dan Keutamaan Menjalankan Ihram Sesuai Sunnah

Menjalankan aturan ihram haji sesuai sunnah memiliki banyak hikmah bagi kehidupan seorang muslim. Ihram mengajarkan bahwa semua manusia sama di hadapan Allah SWT. Ketika memakai pakaian ihram, tidak ada perbedaan antara kaya dan miskin, pejabat maupun rakyat biasa. Semua berdiri setara sebagai hamba Allah.

Selain itu, ihram melatih kesabaran dan pengendalian diri. Larangan untuk bertengkar, berkata kasar, dan melakukan hal-hal tertentu membuat jamaah belajar menjaga hati dan perilaku. Nilai inilah yang menjadi inti pendidikan spiritual dalam ibadah haji.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Haji yang mabrur tidak ada balasan baginya selain surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan betapa besar keutamaan menjalankan ibadah haji dengan benar, termasuk menjaga aturan ihram sesuai sunnah Rasulullah ﷺ. Karena itu, setiap muslim hendaknya mempelajari tata cara ihram secara mendalam agar ibadah hajinya diterima Allah SWT.

Kesimpulan

Aturan ihram haji yang benar menurut sunnah merupakan bagian penting dalam kesempurnaan ibadah haji. Ihram bukan hanya soal pakaian, tetapi juga niat, adab, larangan, dan kepatuhan terhadap syariat Allah SWT. Rasulullah ﷺ telah memberikan contoh lengkap mengenai tata cara ihram yang wajib diikuti umat Islam.

Memahami aturan ihram haji membantu jamaah menghindari kesalahan dan pelanggaran yang dapat mengurangi kesempurnaan ibadah. Dengan menjaga larangan ihram, memperbanyak talbiyah, serta mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ, ibadah haji akan terasa lebih khusyuk dan bermakna.

Semoga setiap muslim yang menunaikan ibadah haji diberikan kemudahan untuk menjalankan ihram sesuai tuntunan sunnah dan memperoleh haji yang mabrur di sisi Allah SWT.

Haji adalah ibadah yang menyempurnakan rukun Islam dan mengajarkan keikhlasan, kesabaran, serta pengorbanan. Dengan menjalaninya, hati menjadi lebih bersih dan hidup terasa lebih bermakna. Untuk panduan lebih lanjut, hubungi Admin Haqqi Tour.

Recent Listings

  • Paket Umroh Oktober 2023

  • Paket Umroh Oktober 2023

  • Paket Umroh Oktober 2023

Al-Haqqi Tour & Travel

Al-Haqqi adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Jasa Umrah & Haji, Jasa Land Arrangement Saudi, Provider Visa Umrah & Haji Furoda, Paket Umrah Plus, Paket Haji Furoda dan Paket Haji Khusus. Sebuah perusahaan travel yang berkepentingan di Negara yang berpusat di Kingdom of Saudi Arabia.

Kantor Al-Haqqi

Grand Pesona Pandanwangi D 20 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

Kontak Info

• 085174412025
• 085176833398
• alhaqqi.tour@gmail.com

Copyright © 2023 Al-Haqqi Travel