alhaqqi.tour@gmail.com

0851-7441-2025

0851-7683-3398

0851-7441-2025

0851-7683-3398

Ternyata Begini Ciri-Ciri Hadits Masyhur Menurut Ulama

Puasa dalam Al-Qur'an

Ternyata Begini Ciri-Ciri Hadits Masyhur Menurut Ulama

Dalam kajian ilmu hadis, umat Islam diajarkan untuk memahami berbagai jenis hadis agar tidak salah dalam mengambil hukum maupun pelajaran agama. Salah satu istilah yang sering muncul dalam pembahasan ilmu musthalah hadis adalah hadits masyhur. Banyak orang mendengar istilah ini, tetapi belum memahami secara mendalam apa sebenarnya ciri-ciri hadits masyhur menurut ulama.

Padahal, memahami ciri-ciri hadits masyhur sangat penting karena berkaitan dengan kualitas penyebaran hadis dan bagaimana hadis tersebut dikenal di tengah umat. Sebagian hadis masyhur bahkan sangat populer di kalangan masyarakat, sering dikutip dalam ceramah, pengajian, hingga media sosial. Namun, tidak semua hadis yang terkenal otomatis termasuk hadis shahih. Karena itu, para ulama hadis memberikan penjelasan rinci mengenai pengertian dan karakteristik hadits masyhur.

Secara bahasa, kata “masyhur” berarti terkenal atau tersebar luas. Dalam istilah ilmu hadis, hadis masyhur adalah hadis yang diriwayatkan oleh tiga orang atau lebih pada setiap tingkatan sanad, tetapi belum mencapai derajat mutawatir. Definisi ini dijelaskan oleh banyak ulama hadis klasik seperti Ibnu Hajar Al-Asqalani dan Imam As-Suyuthi.

Allah SWT juga memerintahkan umat Islam untuk memeriksa kebenaran berita sebelum menerimanya. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Hujurat ayat 6:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ ۝٦

“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian orang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya.”

Ayat ini menjadi dasar penting dalam ilmu hadis, termasuk dalam penelitian terhadap hadis masyhur dan jenis hadis lainnya.

Melalui artikel ini, kita akan membahas secara lengkap tentang ciri-ciri hadits masyhur menurut ulama, contoh-contohnya, pembagian hadis masyhur, hingga bagaimana umat Islam seharusnya menyikapinya. Pembahasan ini disusun secara mendalam agar mudah dipahami sekaligus sesuai dengan kebutuhan pembelajaran ilmu hadis modern.

Pengertian Hadits Masyhur Menurut Ulama

Hadits masyhur merupakan salah satu bagian penting dalam ilmu musthalah hadis. Para ulama menjelaskan bahwa hadis ini berada di antara hadis ahad dan hadis mutawatir. Artinya, jumlah perawinya cukup banyak sehingga terkenal, tetapi belum mencapai jumlah sangat besar seperti hadis mutawatir.

Menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani, hadis masyhur adalah hadis yang diriwayatkan oleh tiga orang atau lebih dalam setiap tingkatan sanad dan belum mencapai derajat mutawatir. Definisi ini banyak digunakan dalam kitab-kitab ilmu hadis hingga sekarang. Dengan demikian, fokus utama hadis masyhur terletak pada jumlah periwayat dalam sanadnya.

Dalam ilmu hadis, sanad adalah rangkaian orang yang meriwayatkan hadis dari Rasulullah SAW hingga sampai kepada pencatat hadis. Apabila pada setiap tingkatan sanad terdapat minimal tiga perawi, maka hadis tersebut dapat dikategorikan sebagai hadis masyhur. Namun jika jumlahnya jauh lebih besar dan mustahil berdusta bersama-sama, maka hadis itu masuk kategori mutawatir.

Hadits masyhur juga sering dipahami masyarakat sebagai hadis yang populer di kalangan umat Islam. Akan tetapi, menurut ulama, popularitas saja tidak cukup. Ada hadis yang terkenal di masyarakat tetapi sanadnya lemah. Karena itu, ulama membedakan antara hadis masyhur secara istilah dan hadis masyhur secara umum.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia menempati tempat duduknya di neraka.”
(HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Hadis ini menjadi landasan penting mengapa para ulama sangat teliti dalam mengklasifikasikan hadis, termasuk hadis masyhur. Tujuannya agar umat tidak sembarangan menyampaikan hadis tanpa mengetahui sumber dan kualitasnya.

Baca juga: Akhlak Tercela yang Bisa Menjauhkan Rezeki dan Keberkahan

Ciri-Ciri Hadits Masyhur Menurut Ulama

Salah satu pembahasan terpenting dalam ilmu hadis adalah mengenali ciri-ciri hadits masyhur menurut ulama. Dengan memahami karakteristiknya, seseorang dapat membedakan hadis masyhur dari hadis gharib maupun hadis aziz.

Hadits masyhur adalah diriwayatkan oleh minimal tiga perawi pada setiap tingkatan sanad. Jumlah ini menjadi syarat utama dalam definisi hadis masyhur. Jika hanya satu perawi maka disebut hadis gharib, sedangkan dua perawi disebut hadis aziz.

Hadis masyhur belum mencapai derajat mutawatir. Walaupun diriwayatkan banyak orang, jumlah tersebut belum cukup besar untuk menghasilkan keyakinan mutlak sebagaimana hadis mutawatir. Oleh sebab itu, hadis masyhur tetap termasuk dalam kategori hadis ahad menurut sebagian ulama.

Hadis masyhur biasanya dikenal luas di kalangan ulama maupun masyarakat. Banyak hadis masyhur sering disampaikan dalam ceramah dan kitab-kitab Islam. Namun popularitas ini tetap harus diperiksa kesahihannya karena tidak semua hadis terkenal memiliki sanad kuat.

Kualitas hadis masyhur bisa berbeda-beda. Ada hadis masyhur yang shahih, hasan, bahkan dhaif. Karena itu, istilah “masyhur” tidak otomatis menunjukkan kualitas hadis. Para ulama hadis tetap melakukan penelitian terhadap sanad dan matan hadis tersebut.

Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nahl ayat 43:

“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.”

Ayat ini menjadi pedoman bahwa dalam memahami hadis, umat Islam harus merujuk kepada para ulama yang ahli di bidangnya. Dengan demikian, penjelasan tentang ciri-ciri hadits masyhur menurut ulama menjadi sangat penting agar umat tidak salah memahami ajaran agama.

Jenis dan Pembagian Hadits Masyhur

Para ulama membagi hadis masyhur ke dalam beberapa jenis berdasarkan tingkat popularitas dan penerimaannya di tengah masyarakat. Pembagian ini membantu para penuntut ilmu memahami posisi suatu hadis secara lebih rinci.

Secara umum, hadis masyhur dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu hadis masyhur istilahi dan hadis masyhur ghair istilahi. Hadis masyhur istilahi adalah hadis yang memenuhi syarat ilmu musthalah hadis, yakni diriwayatkan minimal tiga orang dalam setiap tingkatan sanad. Sedangkan hadis masyhur ghair istilahi adalah hadis yang terkenal di masyarakat walaupun tidak memenuhi syarat sanad tertentu.

Berikut beberapa bentuk hadis masyhur yang dijelaskan ulama:

  • Masyhur di kalangan ulama hadis
    Hadis ini dikenal luas di antara para ahli hadis dan sering digunakan dalam kitab-kitab hadis klasik.
  • Masyhur di kalangan fuqaha
    Hadis populer di kalangan ahli fikih karena sering dijadikan dasar hukum Islam.
  • Masyhur di kalangan masyarakat umum
    Hadis sering terdengar dalam kehidupan sehari-hari, khutbah, maupun media sosial.
  • Masyhur di kalangan ahli tasawuf
    Hadis tertentu terkenal di lingkungan sufi dan pembelajaran akhlak.
  • Masyhur secara lisan tetapi lemah sanadnya
    Sebagian hadis sangat populer, namun setelah diteliti ternyata kualitas sanadnya dhaif bahkan palsu.

Salah satu contoh hadis masyhur adalah:

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”
(HR. Imam Bukhari)

Hadis ini sangat terkenal di seluruh dunia Islam dan menjadi pembuka dalam banyak kitab hadis. Walaupun pada awal sanadnya diriwayatkan oleh satu sahabat, hadis ini kemudian tersebar luas hingga dikenal hampir seluruh umat Islam.

Pembagian hadis masyhur menunjukkan betapa pentingnya penelitian sanad dalam ilmu hadis. Popularitas saja tidak cukup untuk menentukan kualitas sebuah hadis.

Zakat Sebagai Bentuk Kepedulian Sosial dan Penguatan Nilai Kemanusiaan

Contoh Hadits Masyhur dan Penjelasannya

Dalam kehidupan sehari-hari, sebenarnya banyak hadis masyhur yang sering kita dengar. Sebagian besar hadis tersebut mengandung nasihat penting tentang ibadah, akhlak, dan kehidupan sosial umat Islam.

Salah satu contoh paling terkenal adalah hadis:

“Muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya.”
(HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Hadis ini menjadi masyhur karena sering dijadikan pedoman akhlak dalam Islam. Rasulullah SAW menekankan pentingnya menjaga ucapan dan perbuatan agar tidak menyakiti orang lain.

Contoh lainnya adalah hadis:

“Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”
(HR. Imam Bukhari)

Hadis ini sangat terkenal karena mengajarkan persaudaraan dan kasih sayang dalam Islam.

Beberapa ciri hadis masyhur dapat dilihat dari contoh-contoh berikut:

  • Sering digunakan dalam ceramah agama
  • Diriwayatkan oleh banyak jalur sanad
  • Dikenal luas oleh umat Islam
  • Memiliki kandungan akhlak dan hukum penting
  • Dibahas dalam kitab hadis klasik

Allah SWT berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 103:

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْاۖ وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ ۝١٠٣

“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali agama Allah, dan janganlah bercerai-berai.”

Ayat ini sesuai dengan pesan dalam banyak hadis masyhur yang mengajarkan persatuan, akhlak mulia, dan ukhuwah Islamiyah.

Namun demikian, umat Islam tetap harus berhati-hati terhadap hadis populer yang belum jelas sumbernya. Di era digital, banyak kutipan hadis tersebar tanpa sanad dan tanpa penjelasan ulama. Karena itu, penting untuk selalu mengecek sumber hadis sebelum menyebarkannya.

Pentingnya Memahami Hadits Masyhur di Era Modern

Di zaman modern, memahami hadits masyhur menjadi semakin penting. Informasi agama menyebar sangat cepat melalui media sosial, video pendek, dan berbagai platform digital. Sayangnya, tidak semua hadis yang viral memiliki dasar yang kuat. Banyak orang langsung membagikan hadis hanya karena terdengar indah tanpa memeriksa kebenarannya terlebih dahulu.

Para ulama sejak dahulu telah mengembangkan ilmu hadis untuk menjaga kemurnian ajaran Rasulullah SAW. Melalui ilmu tersebut, umat Islam dapat membedakan hadis shahih, hasan, dhaif, hingga hadis palsu. Pemahaman tentang ciri-ciri hadits masyhur menurut ulama membantu masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi agama. Sikap tabayyun atau klarifikasi sangat diperlukan agar tidak mudah tertipu oleh hadis yang tidak jelas sumbernya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Cukuplah seseorang dianggap berdusta ketika ia menceritakan setiap apa yang ia dengar.”
(HR. Imam Muslim)

Hadis ini menjadi peringatan keras agar umat Islam tidak sembarangan menyampaikan informasi agama. Oleh sebab itu, mempelajari ilmu hadis termasuk hadis masyhur adalah bagian dari menjaga amanah ilmu dalam Islam.

Kesimpulan

Ciri-ciri hadits masyhur menurut ulama merupakan bagian penting dalam ilmu musthalah hadis yang perlu dipahami setiap muslim. Hadis masyhur adalah hadis yang diriwayatkan oleh minimal tiga perawi pada setiap tingkatan sanad namun belum mencapai derajat mutawatir. Hadis ini bisa berstatus shahih, hasan, maupun dhaif tergantung kualitas sanad dan matannya.

Melalui pembahasan ini, kita memahami bahwa hadis yang terkenal belum tentu shahih, dan hadis shahih belum tentu populer di masyarakat. Karena itu, umat Islam harus berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan hadis. Sikap teliti sesuai ajaran Al-Qur’an dan sunnah menjadi kunci menjaga kemurnian agama.

Semoga pembahasan tentang ciri-ciri hadits masyhur menurut ulama ini dapat menambah wawasan keislaman dan membuat kita lebih bijak dalam mempelajari hadis Rasulullah SAW. Dengan memahami ilmu hadis secara benar, umat Islam dapat mengamalkan ajaran agama dengan lebih yakin, ilmiah, dan sesuai tuntunan para ulama terpercaya.

Hadits adalah pedoman penting dalam Islam yang mengajarkan akhlak, ibadah, dan kehidupan sehari-hari. Dengan memahaminya, hati lebih tenang dan ilmu semakin bertambah. Untuk panduan lebih lanjut, hubungi Admin Haqqi Tour.

Recent Listings

  • Paket Umroh Oktober 2023

  • Paket Umroh Oktober 2023

  • Paket Umroh Oktober 2023

Al-Haqqi Tour & Travel

Al-Haqqi adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Jasa Umrah & Haji, Jasa Land Arrangement Saudi, Provider Visa Umrah & Haji Furoda, Paket Umrah Plus, Paket Haji Furoda dan Paket Haji Khusus. Sebuah perusahaan travel yang berkepentingan di Negara yang berpusat di Kingdom of Saudi Arabia.

Kantor Al-Haqqi

Grand Pesona Pandanwangi D 20 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

Kontak Info

• 085174412025
• 085176833398
• alhaqqi.tour@gmail.com

Copyright © 2023 Al-Haqqi Travel