Sholat merupakan ibadah utama dalam ajaran Islam yang memiliki kedudukan sangat tinggi. Dalam Al-Qur’an, perintah untuk menegakkan sholat disebutkan berulang kali, di antaranya dalam Surah Al-Baqarah ayat 43 yang berbunyi, “Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” (QS. Al-Baqarah: 43). Ayat ini menunjukkan bahwa sholat bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi juga bentuk ketaatan total seorang hamba kepada Allah SWT.
Sebagai ibadah yang dilakukan setiap hari, penting bagi setiap Muslim untuk memahami urutan gerakan sholat yang benar sesuai tuntunan Rasulullah. Hal ini karena sholat tidak boleh dilakukan sembarangan. Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadis riwayat Muhammad yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, “Shollu kama ra’aitumuni usholli” yang artinya, “Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat.” (HR. Bukhari).
Hadis tersebut menjadi dasar utama bahwa tata cara dan urutan gerakan sholat harus mengikuti contoh Rasulullah ﷺ. Oleh karena itu, memahami secara rinci setiap gerakan mulai dari takbiratul ihram hingga salam sangat penting agar ibadah kita sah dan diterima oleh Allah SWT.
Artikel ini akan membahas secara lengkap urutan gerakan sholat yang benar sesuai tuntunan Rasulullah, dilengkapi dengan dalil Al-Qur’an dan hadis sahih, sehingga dapat menjadi panduan yang terpercaya dan sesuai syariat.
1. Niat dan Takbiratul Ihram dalam Urutan Gerakan Sholat yang Benar
Dalam urutan gerakan sholat yang benar sesuai tuntunan Rasulullah, niat merupakan rukun pertama yang harus ada. Niat tempatnya di dalam hati dan tidak disyaratkan untuk dilafalkan. Hal ini berdasarkan kaidah umum dalam hadis, “Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya” (HR. Bukhari dan Muslim). Niat menjadi pembeda antara sholat wajib dan sunnah.
Setelah niat, gerakan pertama dalam sholat adalah takbiratul ihram. Rasulullah ﷺ memulai sholat dengan mengangkat kedua tangan sejajar bahu atau telinga sambil mengucapkan “Allahu Akbar.” Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya.
Mengangkat tangan saat takbiratul ihram termasuk sunnah yang sangat dianjurkan. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ mengangkat kedua tangannya sejajar dengan pundaknya ketika memulai sholat.
Posisi tangan setelah takbiratul ihram adalah bersedekap, yaitu tangan kanan di atas tangan kiri. Hadis tentang hal ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunan-nya. Bersedekap menunjukkan sikap tawadhu’ dan khusyuk dalam sholat.
Dengan demikian, niat dan takbiratul ihram menjadi awal yang sangat penting dalam urutan gerakan sholat yang benar sesuai tuntunan Rasulullah. Tanpa keduanya, sholat tidak dianggap sah karena termasuk rukun utama.
Baca juga: Panduan Lengkap Tata Cara Sholat Wajib yang Benar dan Jelas
2. Berdiri, Membaca Al-Fatihah, dan Surat Pendek
Setelah takbiratul ihram, urutan gerakan sholat yang benar sesuai tuntunan Rasulullah dilanjutkan dengan berdiri bagi yang mampu. Berdiri dalam sholat wajib hukumnya adalah rukun. Hal ini berdasarkan Surah Al-Baqarah ayat 238: “Peliharalah semua sholat(mu), dan (peliharalah) sholat wustha. Berdirilah untuk Allah (dalam sholatmu) dengan khusyuk.”
Dalam posisi berdiri, Rasulullah ﷺ membaca doa iftitah, lalu membaca Surah Al-Fatihah. Membaca Al-Fatihah merupakan rukun dalam setiap rakaat. Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak sah sholat seseorang yang tidak membaca Al-Fatihah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Setelah membaca Al-Fatihah, dianjurkan membaca surat pendek dari Al-Qur’an. Misalnya Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, atau An-Nas. Rasulullah ﷺ sering membaca surat-surat tersebut dalam sholatnya.
Bacaan dalam sholat harus dilakukan dengan tartil dan penuh penghayatan. Dalam Surah Al-Muzzammil ayat 4 disebutkan, “Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil.” Ayat ini menjadi dasar pentingnya membaca dengan tenang dan tidak tergesa-gesa.
Bagian berdiri dan membaca ini sangat menentukan kekhusyukan. Oleh karena itu, memahami urutan gerakan sholat yang benar sesuai tuntunan Rasulullah dalam tahap ini akan membantu menjaga kualitas ibadah.
3. Rukuk dan I’tidal dalam Urutan Gerakan Sholat yang Benar
Setelah selesai membaca surat, urutan gerakan sholat yang benar sesuai tuntunan Rasulullah dilanjutkan dengan rukuk. Rukuk merupakan rukun sholat yang wajib dilakukan dengan tuma’ninah (tenang).
Tata Cara Rukuk Sesuai Sunnah:
- Mengangkat tangan seperti saat takbiratul ihram.
- Membungkukkan badan hingga punggung rata.
- Meletakkan kedua tangan di atas lutut.
- Membaca tasbih: “Subhana Rabbiyal ‘Azhiim” minimal tiga kali.
Dalil rukuk terdapat dalam Surah Al-Hajj ayat 77:
“Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah dan sembahlah Tuhanmu…”
Setelah rukuk, dilanjutkan dengan i’tidal, yaitu berdiri tegak kembali.
Tata Cara I’tidal:
- Mengangkat tangan sambil membaca: “Sami’allahu liman hamidah.”
- Saat berdiri sempurna membaca: “Rabbana lakal hamd.”
- Berdiri dengan tenang sebelum turun sujud.
Hadis tentang i’tidal diriwayatkan oleh Imam Muslim yang menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ berdiri tegak hingga setiap tulang kembali ke tempatnya.
4. Sujud dan Duduk di Antara Dua Sujud
Dalam urutan gerakan sholat yang benar sesuai tuntunan Rasulullah, sujud merupakan posisi paling mulia karena saat itulah hamba paling dekat dengan Allah SWT. Rasulullah ﷺ bersabda, “Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika ia sujud.” (HR. Muslim).
Tata Cara Sujud yang Benar:
- Turun dengan mendahulukan lutut (menurut sebagian riwayat).
- Meletakkan tujuh anggota sujud: dahi, hidung, dua tangan, dua lutut, dan dua kaki.
- Membaca: “Subhana Rabbiyal A’la” minimal tiga kali.
- Tidak merapatkan lengan ke lantai seperti anjing (HR. Bukhari).
- Setelah sujud pertama, duduk di antara dua sujud.
Tata Cara Duduk di Antara Dua Sujud:
- Duduk iftirasy (kaki kiri diduduki, kaki kanan ditegakkan).
- Membaca doa: “Rabbighfirli, warhamni, wajburni, وارفعني…”
- Duduk dengan tuma’ninah sebelum sujud kedua.
Sujud dan duduk di antara dua sujud harus dilakukan dengan tenang. Tuma’ninah adalah syarat sah sholat sebagaimana dijelaskan dalam hadis tentang orang yang salah sholatnya (HR. Bukhari dan Muslim).
5. Tasyahud Akhir dan Salam sebagai Penutup Sholat
Setelah rakaat terakhir, urutan gerakan sholat yang benar sesuai tuntunan Rasulullah dilanjutkan dengan duduk tasyahud akhir. Duduk tasyahud akhir biasanya dengan posisi tawarruk (kaki kiri masuk ke bawah kaki kanan).
Pada tasyahud akhir dibaca bacaan tahiyat, sholawat kepada Nabi Muhammad ﷺ, dan doa sebelum salam. Dalil tentang sholawat terdapat dalam Surah Al-Ahzab ayat 56:
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi…”
Setelah selesai membaca tasyahud dan doa, sholat ditutup dengan salam ke kanan dan ke kiri sambil mengucapkan, “Assalamu’alaikum warahmatullah.” Salam merupakan penutup resmi sholat dan menjadi tanda selesainya ibadah.
Kesimpulan
Memahami urutan gerakan sholat yang benar sesuai tuntunan Rasulullah adalah kewajiban bagi setiap Muslim. Sholat bukan sekadar gerakan fisik, tetapi ibadah yang memiliki aturan jelas berdasarkan Al-Qur’an dan hadis sahih.
Mulai dari niat, takbiratul ihram, berdiri membaca Al-Fatihah, rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, tasyahud akhir, hingga salam, semuanya memiliki dalil yang kuat. Setiap gerakan harus dilakukan dengan tuma’ninah dan mengikuti contoh Rasulullah ﷺ sebagaimana sabdanya, “Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat.”
Dengan memahami dan mempraktikkan urutan gerakan sholat yang benar sesuai tuntunan Rasulullah, diharapkan ibadah kita menjadi lebih khusyuk, sah, dan diterima oleh Allah SWT. Semoga artikel ini menjadi panduan yang bermanfaat dan membantu meningkatkan kualitas sholat kita setiap hari. Aamiin.
Memahami tata cara sholat yang benar dan lengkap membantu kita melaksanakan ibadah sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Hadis. Bersama Haqqi Tour and Travel, wujudkan perjalanan ibadah yang tenang, nyaman, dan penuh keberkahan—hubungi Admin Haqqi Tour sekarang untuk mendapatkan panduan ibadah yang lebih lengkap dan bimbingan spiritual dalam setiap langkah ibadahmu.
